Untuk semua hewan. Untuk masa depan bersama.Sebuah inisiatif nirlaba

PANDUANHEWAN · INDONESIA

Ikan raja laut

Ikan raja laut (Latimeria menadoensis) adalah coelacanth Indonesia, ikan purba bersirip lobus dari laut dalam Sulawesi hingga Papua.

Jawaban singkat

Status IUCN: Rentan

Sekilas tentang ikan raja laut

Ikan raja laut (Latimeria menadoensis) adalah satwa laut dari famili Latimeriidae. Dalam Daftar Merah IUCN, statusnya Rentan (Vulnerable).

Fakta singkat: Ikan raja laut
Nama ilmiahLatimeria menadoensis
Nama InggrisIndonesian coelacanth
KelompokLaut
FamiliLatimeriidae
Wilayah di IndonesiaSulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara, Raja Ampat, dan Biak (Papua)
MakananDiduga ikan dan cumi-cumi, seperti kerabatnya di Afrika
Sebaran di IndonesiaSulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara, Raja Ampat, Biak
Ciri utamaSirip berpangkal daging, tubuh cokelat keabuan berbercak putih
Nama lainCoelacanth Sulawesi, raja laut, ikan purba
Status perlindungan di IndonesiaDilindungi penuh (Kepmen KP 66/2025)
Status IUCNRentan (Vulnerable) · IUCN Red List (via GBIF) · diperiksa 25 September 2026
Dalam panduan ini (10)
Foto Ikan raja laut (Latimeria menadoensis).
Spesimen ikan raja laut yang diawetkan di paviliun Indonesia, Expo 2015. Claudio Martino, Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0 · Foto dipotong untuk tata letak.
Tentang panduan iniDisusun dan diperiksa terhadap sumber tercantum; belum ditinjau pakar.

Apa itu ikan raja laut?

Ikan raja laut (Latimeria menadoensis) adalah coelacanth Indonesia, ikan bersirip lobus dari laut dalam yang sering dijuluki fosil hidup. Garis keturunan coelacanth sudah ada lebih dari 400 juta tahun, dan kini hanya tersisa dua spesies: ikan raja laut dan coelacanth Afrika (L. chalumnae). Menurut lembar identifikasi FAO, tubuhnya cokelat keabuan dengan bercak putih tak beraturan, siripnya berpangkal daging, dan ekornya terbagi tiga. FishBase mencatat panjang maksimum 140 cm. Spesimen dari Papua Barat ternyata berbeda secara genetik dari populasi Sulawesi, dan para peneliti menduga masih ada spesies coelacanth lain yang belum dideskripsi.

Dasar informasi: FAO Species Identification Guide, Western Central Pacific — Latimeriidae: Latimeria menadoensis (S.L. Jewett) ↗ · FishBase — Latimeria menadoensis, Sulawesi coelacanth ↗ · Scientific Reports (2020) — A thirteen-million-year divergence between two lineages of Indonesian coelacanths ↗

Di mana ikan raja laut hidup?

Ikan raja laut hidup di lereng berbatu dan gua di laut dalam perairan timur Indonesia, umumnya pada kedalaman sekitar 150–200 meter menurut FishBase. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 66 Tahun 2025 mencatat sebarannya di Sulawesi Utara, Biak, dan Raja Ampat. Pada Oktober 2024, penyelam teknis untuk pertama kalinya memotret ikan raja laut hidup di Maluku Utara, pada kedalaman 144 meter dan suhu air 19–20 °C. Ikan itu melayang di atas batu di lereng vulkanik yang curam, bukan bersembunyi di gua. Menurut para peneliti, temuan ini mendukung dugaan bahwa sebarannya lebih luas daripada perkiraan awal.

Dasar informasi: FishBase — Latimeria menadoensis, Sulawesi coelacanth ↗ · Kementerian Kelautan dan Perikanan (JDIH KKP) — Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 66 Tahun 2025 tentang Jenis Ikan yang Dilindungi ↗ · Scientific Reports (2025) — First record of a living coelacanth from North Maluku, Indonesia ↗

Ikan raja laut makan apa?

Makanan ikan raja laut belum banyak diteliti langsung, tetapi coelacanth diketahui sebagai predator yang memangsa ikan dan cumi-cumi. Data paling lengkap berasal dari kerabatnya, coelacanth Afrika. Menurut FishBase, coelacanth Afrika mencari makan sendirian pada malam hari, hanyut perlahan terbawa arus di dekat dasar laut, lalu berlindung di gua terdekat sebelum fajar. Dalam semalam ia bisa menempuh hingga 8 km. Mangsa yang pernah tercatat antara lain berbagai ikan laut dalam, ikan pari, belut, dan hiu kecil. Untuk ikan raja laut, FishBase memberi perkiraan tingkat trofik sekitar 4,5, yang berarti ia berada tinggi dalam rantai makanan.

Dasar informasi: FishBase — Latimeria chalumnae, Coelacanth ↗ · FishBase — Latimeria menadoensis, Sulawesi coelacanth ↗

Bagaimana ikan raja laut berkembang biak?

Coelacanth bersifat ovovivipar: telur dibuahi di dalam tubuh betina, dan anaknya berkembang di dalam saluran telur hingga lahir dalam keadaan hidup. Rincian ini terutama diketahui dari coelacanth Afrika. FishBase mencatat seekor betina Afrika dapat mengandung 5–29 anak, dengan masa kehamilan yang diperkirakan sekitar 3 tahun, salah satu yang terlama di antara vertebrata. Anak yang lahir berukuran sekitar 35–38 cm. Menurut para peneliti, coelacanth berumur panjang, bermetabolisme rendah, dan lambat mencapai dewasa, sehingga sangat rentan terhadap gangguan. Juvenil ikan raja laut pertama di Indonesia teramati pada 2009 dalam survei di Sulawesi Utara.

Dasar informasi: FishBase — Latimeria chalumnae, Coelacanth ↗ · Scientific Reports (2025) — First record of a living coelacanth from North Maluku, Indonesia ↗

Bagaimana ikan raja laut ditemukan?

Ikan raja laut dikenal sains setelah Arnaz dan Mark Erdmann melihatnya dijual di pasar ikan di Manado, Sulawesi Utara, pada 18 September 1997. Mark mengenali bentuknya yang mirip coelacanth Afrika, tetapi warnanya cokelat, bukan biru. Pada 1998, nelayan menangkap spesimen kedua dengan jaring di perairan Pulau Manado Tua. Temuan coelacanth Indonesia dilaporkan di jurnal Nature pada tahun yang sama. Pada 1999, Pouyaud dan rekan-rekannya mendeskripsikannya sebagai spesies baru, Latimeria menadoensis. Sejak itu, spesimen dilaporkan dari Raja Ampat (2018), Gorontalo Utara (2025), dan dekat Pulau Siladen, Manado (2026).

Dasar informasi: Mongabay Indonesia (2026) — Ikan Purba Coelacanth dan Masa Depan Laut Indonesia ↗ · FAO Species Identification Guide, Western Central Pacific — Latimeriidae: Latimeria menadoensis (S.L. Jewett) ↗ · Mongabay Indonesia (2021) — Inilah Wujud Ikan Purba Coelacanth yang Hanya Ada di Indonesia dan Afrika ↗

Apa yang harus dilakukan jika menemukan ikan raja laut?

Ikan raja laut dilindungi penuh di Indonesia, termasuk bagian tubuh dan produk turunannya, berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 66 Tahun 2025. Perdagangan internasionalnya juga dilarang karena spesies ini tercantum dalam Apendiks I CITES. Jika ikan ini tertangkap atau ditemukan, jangan menjual, memakan, atau menyimpannya, dan segera laporkan kepada petugas kelautan dan perikanan setempat. Penyelam sebaiknya tidak mengejar, menyentuh, atau mengganggunya. Para peneliti yang menemukan coelacanth di Maluku Utara sengaja merahasiakan lokasinya dan mengingatkan bahwa wisata coelacanth yang tidak diatur bisa menjadi ancaman baru.

Dasar informasi: Kementerian Kelautan dan Perikanan (JDIH KKP) — Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 66 Tahun 2025 tentang Jenis Ikan yang Dilindungi ↗ · FishBase — Latimeria menadoensis, Sulawesi coelacanth ↗ · Scientific Reports (2025) — First record of a living coelacanth from North Maluku, Indonesia ↗

Pertanyaan umum tentang ikan raja laut

Apa nama latin ikan raja laut?

Nama latin atau nama ilmiah ikan raja laut adalah Latimeria menadoensis, dari famili Latimeriidae. Dalam bahasa Inggris, hewan ini disebut Indonesian coelacanth.

Di mana ikan raja laut dapat ditemukan di Indonesia?

Di Indonesia, panduan ini mencatat ikan raja laut di wilayah berikut: Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara, Raja Ampat, dan Biak (Papua).

Ikan raja laut makan apa?

Pola makan ikan raja laut: diduga ikan dan cumi-cumi, seperti kerabatnya di Afrika.

Apa status konservasi ikan raja laut?

Dalam Daftar Merah IUCN, ikan raja laut masuk kategori Rentan (Vulnerable): spesies ini dinilai menghadapi risiko kepunahan yang tinggi di alam liar. Sumber: IUCN Red List (via GBIF), diperiksa 25 September 2026.

Status global ini berbeda dari status perlindungan hukum di Indonesia. Untuk memastikan apakah ikan raja laut termasuk satwa dilindungi, periksa daftar jenis satwa dilindungi yang berlaku atau hubungi BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) setempat.

Sumber & referensi

  1. FishBase — Latimeria menadoensis, Sulawesi coelacanth ↗
  2. FishBase — Latimeria chalumnae, Coelacanth ↗
  3. FAO Species Identification Guide, Western Central Pacific — Latimeriidae: Latimeria menadoensis (S.L. Jewett) ↗
  4. Scientific Reports (2025) — First record of a living coelacanth from North Maluku, Indonesia ↗
  5. Scientific Reports (2020) — A thirteen-million-year divergence between two lineages of Indonesian coelacanths ↗
  6. Mongabay Indonesia (2021) — Inilah Wujud Ikan Purba Coelacanth yang Hanya Ada di Indonesia dan Afrika ↗
  7. Mongabay Indonesia (2026) — Ikan Purba Coelacanth dan Masa Depan Laut Indonesia ↗
  8. Kementerian Kelautan dan Perikanan (JDIH KKP) — Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 66 Tahun 2025 tentang Jenis Ikan yang Dilindungi ↗
  9. IUCN Red List of Threatened Species, versi 2026-1, melalui GBIF (CC BY 4.0) ↗

Rujukan dapat berubah. Periksa tanggal dan konteks pada sumber asli.

Bacaan lanjutan

Coelacanth: facts, threats and conservation ↗ — World Animal Rescue Network (dalam bahasa Inggris). Ikhtisar yang lebih luas dan mencakup hewan ini.

Kutip halaman ini

PanduanHewan. (2026, 25 September). Ikan raja laut (Latimeria menadoensis). PanduanHewan.org. https://panduanhewan.org/id/spesies/ikan-raja-laut/