Untuk semua hewan. Untuk masa depan bersama.Sebuah inisiatif nirlaba

Reptil · Papua

Buaya irian

Buaya irian (Crocodylus novaeguineae) adalah buaya air tawar berukuran sedang yang hanya hidup di Pulau Papua, lebih kecil daripada buaya muara.

Foto Buaya irian (Crocodylus novaeguineae).
(c) Jay Pruett, some rights reserved (CC BY) · CC BY 4.0 · Foto dipotong untuk tata letak.

Jawaban singkat

Status IUCN: Risiko rendah

Sekilas tentang buaya irian

Buaya irian (Crocodylus novaeguineae) adalah reptil dari famili Crocodylidae. Wilayahnya di Indonesia: Papua, terutama sungai, danau, dan rawa air tawar seperti DAS Mamberamo. Pola makannya: ikan, burung air, katak, dan reptil; anakan memakan serangga; termasuk hewan karnivora. Status Daftar Merah IUCN: Risiko rendah (Least Concern). Buaya irian termasuk satwa dilindungi di Indonesia (Permen LHK P.106/2018).

Fakta singkat: Buaya irian
Nama ilmiahCrocodylus novaeguineae
Nama InggrisNew Guinea crocodile
KelompokReptil
FamiliCrocodylidae
Wilayah di IndonesiaPapua, terutama sungai, danau, dan rawa air tawar seperti DAS Mamberamo
Habitat terkaitLahan Basah Air Tawar
MakananIkan, burung air, katak, dan reptil; anakan memakan serangga
Sebaran di IndonesiaPapua, termasuk Pulau Kimaam
Ciri utamaMoncong relatif ramping, pita gelap di badan dan ekor
Bahaya bagi manusiaPredator besar hingga 3,5 m; jangan didekati
Nama lainBuaya nugini, buaya air tawar, buaya hitam
Status IUCNRisiko rendah (Least Concern) · IUCN Red List (via GBIF) · diperiksa 1 Oktober 2026
Perlindungan hukum di IndonesiaDilindungi · Permen LHK P.106/2018 · lampiran no. 705
Jenis pemakanKarnivora (pemakan daging) — pemangsa ikan, burung air, katak, dan reptil; anakan memakan serangga dan invertebrata air · Crocodilian Species List (IUCN Crocodile Specialist Group)
Cara berkembang biakBertelur (ovipar) · Reptile Database
Bisa atau racunTidak berbisa · Animal Diversity Web: Crocodylus novaeguineae
Waktu aktifNokturnal (aktif pada malam hari) · Crocodilian Species List (IUCN Crocodile Specialist Group)
Dalam panduan ini (11)
Tentang panduan iniDisusun dan diperiksa terhadap sumber tercantum; belum ditinjau pakar.

Apa itu buaya irian?

Buaya irian (Crocodylus novaeguineae) adalah buaya air tawar berukuran sedang yang hanya hidup di Pulau Papua (Nugini). Menurut Kelompok Spesialis Buaya IUCN (CSG), ukuran dewasa terbesar yang terdokumentasi sekitar 3 m untuk betina dan 3,5 m untuk jantan.

Moncongnya relatif ramping. Tubuhnya cokelat hingga abu-abu dengan pita gelap di badan dan ekor, yang lebih jelas pada buaya muda. Buaya filipina (C. mindorensis) dulu dianggap subspesiesnya, tetapi kini diakui sebagai spesies tersendiri. Pada 2019, Murray dan rekan juga memisahkan populasi di selatan pegunungan tengah Papua Nugini sebagai spesies baru, Crocodylus halli.

Dasar informasi: IUCN Crocodile Specialist Group — Cox (2010), New Guinea Freshwater Crocodile Crocodylus novaeguineae, in Crocodiles: Status Survey and Conservation Action Plan, 3rd ed., pp. 90–93 ↗ · Crocodilians: Natural History & Conservation (Britton) — New Guinea Crocodile (Crocodylus novaeguineae) ↗ · Copeia 107(3) — Murray, Russo, Zorrilla & McMahan (2019), Crocodylus halli new species, taxonomic treatment via Plazi/Zenodo ↗

Di mana buaya irian hidup?

Buaya irian hanya hidup di Pulau Papua, yaitu di Papua Nugini dan wilayah Papua di Indonesia, serta di Pulau Kimaam di lepas pantai barat daya Papua. Di Kepulauan Aru, buaya ini kemungkinan sudah punah, menurut The Reptile Database.

Menurut CSG, habitatnya sungai, rawa, dan danau air tawar. Peneliti Scott Frazier, dikutip Jubi, menyebutnya hidup di sungai, rawa, dan danau di utara Pegunungan Jayawijaya, termasuk DAS Mamberamo. Setelah pemisahan C. halli, yang dideskripsikan dari aliran sungai di selatan pegunungan tengah Papua Nugini, status buaya air tawar di Papua bagian selatan wilayah Indonesia belum dibahas jelas dalam sumber yang kami periksa.

Dasar informasi: The Reptile Database — Crocodylus novaeguineae SCHMIDT, 1928 ↗ · IUCN Crocodile Specialist Group — Cox (2010), New Guinea Freshwater Crocodile Crocodylus novaeguineae, in Crocodiles: Status Survey and Conservation Action Plan, 3rd ed., pp. 90–93 ↗ · Jubi (2026) — Mengenal jenis buaya di Tanah Papua ↗

Buaya irian makan apa?

Buaya irian adalah pemangsa oportunis yang terutama berburu pada malam hari. Mangsanya ikan, burung air seperti mandar dan titihan, serta vertebrata lain seperti katak dan reptil, menurut situs Crocodilians: Natural History & Conservation.

Makanannya berubah seiring umur. Menurut Animal Diversity Web (ADW), anakan yang baru menetas memakan nyamuk, belalang, kepik air, dan invertebrata air lain, sedangkan buaya muda banyak memakan kawanan ikan kecil. Buaya dewasa dilaporkan memakan serangga, ikan, katak, kura-kura, ular air, kadal, mandar, titihan, dan bebek. Sebagai predator puncak, buaya ini berperan menjaga keseimbangan ekosistem perairan.

Dasar informasi: Crocodilians: Natural History & Conservation (Britton) — New Guinea Crocodile (Crocodylus novaeguineae) ↗ · Animal Diversity Web — Crocodylus novaeguineae, New Guinea crocodile ↗

Bagaimana buaya irian berkembang biak?

Buaya irian bertelur di sarang gundukan dari tumbuhan. Menurut CSG, betina matang kelamin pada panjang 1,6–2,0 m. Populasi utara bertelur pada musim kemarau (Agustus–Oktober), biasanya di atas tikar tumbuhan terapung di kanal yang rimbun dan tepi danau.

Populasi utara bertelur lebih banyak tetapi lebih kecil, sekitar 22–45 butir per sarang menurut situs Crocodilians. Populasi selatan bersarang di darat pada musim hujan dengan telur lebih sedikit tetapi lebih besar, perbedaan yang ikut menjadi dasar pemisahan populasi selatan Papua Nugini sebagai C. halli. Telur menetas setelah sekitar 80 hari, dan kedua induk dilaporkan membantu membuka sarang serta membawa anak ke air.

Dasar informasi: IUCN Crocodile Specialist Group — Cox (2010), New Guinea Freshwater Crocodile Crocodylus novaeguineae, in Crocodiles: Status Survey and Conservation Action Plan, 3rd ed., pp. 90–93 ↗ · Crocodilians: Natural History & Conservation (Britton) — New Guinea Crocodile (Crocodylus novaeguineae) ↗ · Copeia 107(3) — Murray, Russo, Zorrilla & McMahan (2019), Crocodylus halli new species, taxonomic treatment via Plazi/Zenodo ↗

Apakah buaya irian berbahaya, dan apa bedanya dengan buaya muara?

Buaya irian jauh lebih kecil dan cenderung lebih pemalu daripada buaya muara (Crocodylus porosus), tetapi tetap predator besar yang tidak boleh didekati. ADW tidak mencatat dampak merugikan buaya irian terhadap manusia.

Menurut Jubi, buaya irian umumnya berukuran 1,5–2,5 m dengan moncong ramping dan kulit lebih gelap, sedangkan buaya muara bisa mencapai 5–7 m dan tercatat menyerang warga hingga tewas di Mimika dan Jayapura. Keduanya sulit dibedakan dari jauh, jadi perlakukan setiap buaya sebagai berbahaya: jaga jarak, jangan mendekati, menangkap, memberi makan, atau membunuhnya, dan mintalah bantuan petugas BKSDA. Jika tergigit, segera cari pertolongan medis di fasilitas kesehatan.

Dasar informasi: Jubi (2026) — Mengenal jenis buaya di Tanah Papua ↗ · Animal Diversity Web — Crocodylus novaeguineae, New Guinea crocodile ↗ · Crocodilians: Natural History & Conservation (Britton) — New Guinea Crocodile (Crocodylus novaeguineae) ↗

Bagaimana melindungi buaya irian?

Buaya irian tercantum pada nomor 705 lampiran Permen LHK P.106/2018 dan masuk Apendiks II CITES, sehingga pemanfaatannya diatur ketat. Menurut CSG, Indonesia menerapkan sistem izin, label kulit, batas ukuran, dan kuota panen sejak 1998 setelah perburuan liar dan penyelundupan kulit marak.

Ancaman utamanya perburuan liar dan kerusakan habitat. Di Danau Sentani, peneliti Hari Suroto mencatat perburuan dengan membakar semak dan meracuni saluran air dengan akar tuba, yang juga merusak hutan sagu dan membunuh ikan. Bagi marga pemilik totem buaya di Kampung Dondai, buaya ini pantang dimakan. Masyarakat dapat membantu dengan tidak membeli produk buaya tanpa dokumen resmi dan melaporkan perburuan liar kepada BBKSDA Papua.

Dasar informasi: JDIH Kementerian Kehutanan — Lampiran Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi ↗ · IUCN Crocodile Specialist Group — Cox (2010), New Guinea Freshwater Crocodile Crocodylus novaeguineae, in Crocodiles: Status Survey and Conservation Action Plan, 3rd ed., pp. 90–93 ↗ · Mongabay Indonesia (2021) — Dilindungi dan Dihormati, Buaya Endemik Papua Ini Masih Diburu ↗

Jelajahi habitat terkait

Hubungan berikut didukung sumber spesies dalam panduan ini. Daftar ini bukan peta sebaran lengkap.

Klasifikasi ilmiah Buaya irian

Klasifikasi ilmiah dari kingdom sampai spesies
KingdomAnimalia
FilumChordata
KelasReptilia
OrdoCrocodylia
FamiliCrocodylidae
GenusCrocodylus
SpesiesCrocodylus novaeguineae

Sumber: GBIF Backbone Taxonomy, disesuaikan dengan peringkat yang umum dipakai dalam pelajaran biologi (misalnya kelas Reptilia).

Pertanyaan umum tentang buaya irian

Apa nama latin dan nama Inggris buaya irian?

Nama latin atau nama ilmiah buaya irian adalah Crocodylus novaeguineae, dari famili Crocodylidae. Dalam bahasa Inggris, hewan ini disebut New Guinea crocodile.

Buaya irian termasuk hewan apa?

Buaya irian termasuk hewan reptil dari famili Crocodylidae. Berdasarkan jenis makanannya, buaya irian termasuk hewan karnivora (pemakan daging), yaitu pemangsa ikan, burung air, katak, dan reptil; anakan memakan serangga dan invertebrata air.

Buaya irian berasal dari mana dan di mana habitatnya?

Di Indonesia, panduan ini mencatat buaya irian di wilayah berikut: Papua, terutama sungai, danau, dan rawa air tawar seperti DAS Mamberamo.

Habitat terkait yang didukung sumber: Lahan Basah Air Tawar.

Buaya irian makan apa?

Pola makan buaya irian: ikan, burung air, katak, dan reptil; anakan memakan serangga. Karena itu buaya irian termasuk hewan karnivora (pemakan daging). Sumber: Crocodilian Species List (IUCN Crocodile Specialist Group).

Buaya irian berkembang biak dengan cara apa?

Buaya irian berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar). Sumber: Reptile Database.

Apakah buaya irian berbisa?

Tidak. Buaya irian tidak berbisa. Tidak berbisa; tidak ada efek merugikan yang tercatat, tetapi sebagai buaya besar gigitannya tetap berpotensi melukai. Sumber: Animal Diversity Web: Crocodylus novaeguineae.

Jangan menangkap, memegang, atau mengganggu satwa liar. Bila tergigit, tersengat, atau terkena racunnya, segera ke fasilitas kesehatan terdekat.

Apakah buaya irian termasuk hewan nokturnal?

Ya. Buaya irian termasuk hewan nokturnal (aktif pada malam hari). Sumber: Crocodilian Species List (IUCN Crocodile Specialist Group).

Lihat juga daftar hewan nokturnal dan diurnal di Indonesia.

Apa ciri-ciri buaya irian?

Ciri-ciri buaya irian menurut sumber panduan ini: Ciri utama: moncong relatif ramping, pita gelap di badan dan ekor.

Apakah buaya irian berbahaya bagi manusia?

Predator besar hingga 3,5 m; jangan didekati.

Jangan mendekati, menangkap, atau memegang satwa liar. Bila terluka atau tergigit, segera cari pertolongan medis di fasilitas kesehatan.

Bagaimana klasifikasi buaya irian?

Klasifikasi ilmiah buaya irian: kingdom Animalia, filum Chordata, kelas Reptilia, ordo Crocodylia, famili Crocodylidae, genus Crocodylus, spesies Crocodylus novaeguineae.

Sumber: GBIF Backbone Taxonomy, disesuaikan dengan peringkat yang umum dipakai dalam pelajaran biologi.

Apakah buaya irian terancam punah?

Tidak, menurut penilaian global IUCN. Dalam Daftar Merah IUCN, buaya irian masuk kategori Risiko rendah (Least Concern): spesies ini tidak memenuhi kriteria kategori terancam maupun Hampir Terancam pada penilaian global. Sumber: IUCN Red List (via GBIF), diperiksa 1 Oktober 2026.

Status global ini berbeda dari perlindungan hukum nasional. Apakah buaya irian dilindungi?

Apakah buaya irian dilindungi?

Ya. Buaya irian (Crocodylus novaeguineae) termasuk jenis satwa dilindungi di Indonesia menurut Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (lampiran, nomor 705).

Pasal 21 ayat (2) UU No. 5 Tahun 1990 sebagaimana diubah UU No. 32 Tahun 2024 melarang setiap orang memburu, menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, atau memperdagangkan satwa dilindungi, baik hidup maupun mati, termasuk bagian tubuh, telur, dan sarangnya.

Jika menemukan satwa ini diperdagangkan, dipelihara, atau terluka, hubungi BKSDA setempat.

Bolehkah memelihara buaya irian?

Tidak. Karena buaya irian termasuk satwa dilindungi, menangkap, memiliki, memelihara, mengangkut, atau memperdagangkannya tanpa izin dilarang oleh undang-undang. Perdagangan tanpa izin melalui media elektronik juga dilarang.

Jika Anda melihat satwa ini dijual atau dipelihara, laporkan ke BKSDA setempat.

Sumber & referensi

  1. The Reptile Database — Crocodylus novaeguineae SCHMIDT, 1928 ↗
  2. IUCN Crocodile Specialist Group — Cox (2010), New Guinea Freshwater Crocodile Crocodylus novaeguineae, in Crocodiles: Status Survey and Conservation Action Plan, 3rd ed., pp. 90–93 ↗
  3. Crocodilians: Natural History & Conservation (Britton) — New Guinea Crocodile (Crocodylus novaeguineae) ↗
  4. Animal Diversity Web — Crocodylus novaeguineae, New Guinea crocodile ↗
  5. Copeia 107(3) — Murray, Russo, Zorrilla & McMahan (2019), Crocodylus halli new species, taxonomic treatment via Plazi/Zenodo ↗
  6. Mongabay Indonesia (2021) — Dilindungi dan Dihormati, Buaya Endemik Papua Ini Masih Diburu ↗
  7. Jubi (2026) — Mengenal jenis buaya di Tanah Papua ↗
  8. JDIH Kementerian Kehutanan — Lampiran Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi ↗
  9. GBIF Backbone Taxonomy (GBIF) ↗
  10. IUCN Red List of Threatened Species, versi 2026-1, melalui GBIF (CC BY 4.0) ↗

Rujukan dapat berubah. Periksa tanggal dan konteks pada sumber asli.

Kutip halaman ini

PanduanHewan. (2026, 1 Oktober). Buaya irian (Crocodylus novaeguineae). PanduanHewan.org. https://panduanhewan.org/id/spesies/buaya-irian/