Bali dan Nusa Tenggara Barat · Diterbitkan · Redaksi PanduanHewan
Ringkasan
Yang perlu diketahui
Rabies Bali 2026 masih tinggi: Dinas Kesehatan Provinsi Bali mencatat 52.645 kasus gigitan hewan penular rabies dan tujuh kematian dari Januari hingga 11 September 2026, dengan Badung sebagai kabupaten dengan gigitan terbanyak. Hingga akhir September, cakupan vaksinasi anjing di Tabanan baru 56%, anjing positif rabies dilaporkan di Jembrana dan Bangli, dan di Kabupaten Bima, NTB, satu warga meninggal dari 312 kasus gigitan.
- Gigitan hewan penular rabies di Bali (1 Januari–11 September 2026)
- 52.645 kasus, rata-rata sekitar 219 per hari sumber ↗
- Kematian akibat rabies di Bali
- 7 hingga 11 September 2026 (16 sepanjang 2025) sumber ↗
- Kabupaten dengan gigitan terbanyak
- Badung: 9.961 kasus sumber ↗
- Cakupan vaksinasi anjing di Tabanan
- 56,02% (30.654 dari sekitar 54.726 ekor) sumber ↗
- Anjing positif rabies di Bangli sejak Januari 2026
- 38 dari 197 sampel, di 16 desa sumber ↗
- Kabupaten Bima, NTB (Januari–awal September 2026)
- 312 kasus gigitan, 1 kematian sumber ↗
- Indonesia, 2024
- 185.359 gigitan, 122 kematian; 26 dari 38 provinsi endemis sumber ↗
Berapa kasus rabies di Bali pada 2026?
Hingga 11 September 2026, Dinas Kesehatan Provinsi Bali mencatat 52.645 kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR), rata-rata sekitar 219 per hari, naik dari 45.365 kasus pada 7 Agustus. Badung tertinggi dengan 9.961 kasus, disusul Karangasem (6.566) dan Denpasar (6.480). Tujuh orang meninggal: tiga di Buleleng, dan masing-masing satu di Jembrana, Tabanan, Gianyar, dan Karangasem. Sepanjang 2025, Bali mencatat 16 kematian.
Sebanyak 39.193 gigitan tercatat sebagai "diVAR". Bali Post menyebutnya gigitan yang terindikasi positif rabies, tetapi dalam laporan resmi Bali angka ini menghitung korban yang menerima Vaksin Anti Rabies (VAR); laporan BPBD Bali per 20 Juli 2025, misalnya, mencatat 34.845 GHPR dengan 23.705 orang menerima VAR. GHPR mencatat orang yang digigit, dicakar, atau terkena air liur hewan yang berpotensi menularkan rabies, bukan kasus rabies terkonfirmasi.
Badung, yang mencatat 33 kasus rabies pada hewan tahun ini dan cakupan vaksinasi 78,5%, belum melaporkan kematian. Kematian justru terpusat di Buleleng, tempat tiga anak meninggal setelah digigit anjing rabies tanpa mendapat VAR. Dinkes Bali menyebut kematian Januari–Agustus 2026 terjadi karena korban tidak melapor ke fasilitas kesehatan.
Sumber: Hingga 11 September 2026, Bali Catat 39.193 Kasus Gigitan Terindikasi Rabies ↗ · Gigitan Rabies di Bali Capai 45.365 Kasus, Kabupaten Ini Laporkan Kematian Tertinggi ↗ · Perkembangan Kasus Rabies di Bali, Periode 1 Januari hingga 20 Juli 2025 ↗ · 3.517 kasus gigitan hewan penular rabies di NTB, empat meninggal ↗ · Capaian Vaksinasi HPR 78,5 Persen, 33 Kasus Rabies Tercatat di Badung ↗ · Kasus Gigitan Tembus 216 per Hari, Dinkes Bali Pastikan Stok Vaksin Rabies Aman Hingga Akhir Tahun ↗ · Dinkes Bali sebut butuh laporan kasus rabies buntut tujuh orang tewas Januari-Agustus ↗
Berapa persen anjing di Bali yang sudah divaksin rabies?
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali memperkirakan populasi anjing di Bali sekitar 570.000 ekor, dengan cakupan vaksinasi rabies sekitar 60% per 20 September 2026; targetnya 87% pada akhir tahun. WHO menyebut vaksinasi massal anjing, termasuk anak anjing, sebagai cara paling hemat biaya untuk mencegah rabies pada manusia.
Di Tabanan, cakupan baru 56,02% (30.654 dari sekitar 54.726 hewan) per 29 September, dengan target minimal 80%. Gigitan anjing positif rabies tercatat di 12 desa di Kecamatan Pupuan, Kediri, Tabanan, dan Selemadeg Barat dari 21 Januari hingga 7 September, dan sekitar 80% anjing penggigitnya tidak berpemilik. Cakupan per kecamatan berkisar dari 95,24% di Kecamatan Tabanan hingga 12,54% di Kerambitan.
Di Bangli, 38 dari 197 sampel anjing positif rabies sejak Januari, tersebar di 16 desa, tanpa korban jiwa manusia. Cakupan vaksinasinya baru 42% karena tenaga vaksinator juga menangani vaksinasi penyakit mulut dan kuku; targetnya di atas 70% pada akhir tahun.
Sumber: Vaksinasi Rabies di Bali Capai 60 Persen dari Populasi Anjing ↗ · Vaksinasi Rabies Baru 56 Persen, 12 Desa Tabanan Masuk Zona Merah ↗ · Sejak Januari, 38 Anjing di Bangli Positif Rabies ↗ · Rabies (fact sheet) ↗
Apa yang terjadi di Baler Bale Agung, Jembrana?
Seekor anak anjing berumur sekitar empat bulan menggigit tiga anggota keluarga pemiliknya di Lingkungan Anyar Sari, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara. Tim medik veteriner memvaksin hewan di sekitar lokasi pada 18 September, dan malam itu hasil uji sampel otak dari Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar menyatakan anak anjing tersebut positif rabies. Anjing itu belum divaksin karena rumah pemiliknya kosong saat petugas datang.
Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Jembrana menyebut tiga dari lima sampel terbaru positif, termasuk anjing di Desa Pohsanten (Mendoyo) dan Desa Candikusuma (Melaya). Vaksinasi darurat digelar pada 21 dan 22 September; di Banjar Moding Kaja saja ditemukan 28 hewan yang belum divaksin. Hingga September, Jembrana mencatat 75 kasus rabies pada hewan, dan dinas meminta pemilik melaporkan anak anjing berumur sekitar tiga bulan yang belum divaksin.
Sumber: Tiga HPR Divaksin Darurat usai Kasus Gigitan Anak Anjing di Jembrana ↗ · Anak Anjing Gigit Warga di Baler Bale Agung Positif Rabies ↗ · Rabies Capai 75 Kasus di Jembrana, 28 HPR Belum Divaksin ↗
Bagaimana kasus rabies di Bima dan NTB?
Dinas Kesehatan Kabupaten Bima menangani 312 kasus gigitan hewan penular rabies dari Januari hingga awal September 2026, terbanyak di Kecamatan Donggo, Soromandi, Sanggar, dan Tambora. Seorang warga Kecamatan Langgudu yang digigit anjing liar meninggal setelah dinyatakan positif rabies. Menurut Dinkes, jumlah gigitan 2026 cenderung turun dibanding 2025.
Di seluruh NTB, Dinas Kesehatan provinsi mencatat 3.517 kasus gigitan dan empat kematian sepanjang 2026: dua di Kabupaten Sumbawa, satu di Kabupaten Bima, dan satu di Kota Bima. Kabupaten Sumbawa masih berstatus kejadian luar biasa (KLB) rabies.
Sumber: Dinkes Bima menangani 312 kasus gigitan hewan rabies ↗ · Satu Orang Meninggal, 312 Kasus Gigitan Hewan Rabies ↗ · Dinkes NTB Catat 3.517 Kasus Rabies, Empat Orang Meninggal ↗ · Sumbawa Kesulitan Keluar dari Status KLB Rabies ↗
Seberapa luas rabies di Indonesia, dan apa aturannya?
Surat Edaran Kemenkes HK.02.02/C/508/2025 tanggal 14 Maret 2025 menyebut 26 dari 38 provinsi endemis rabies, dengan 185.359 kasus gigitan hewan penular rabies dan 122 kematian sepanjang 2024. WHO menegaskan rabies berakibat fatal pada 100% kasus begitu gejala klinis muncul.
Bali tertular rabies sejak 2008, dan menurut Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali lebih dari 200 orang di Bali telah meninggal, semuanya karena gigitan anjing. Perda Bali Nomor 15 Tahun 2009 mewajibkan pemilik memvaksin hewannya secara berkala dan memeliharanya di dalam rumah atau pekarangan, sedangkan Perda Bali Nomor 5 Tahun 2023 melarang memperjualbelikan daging anjing serta menelantarkan dan menyiksa hewan.
Sumber: Surat Edaran Kemenkes Nomor HK.02.02/C/508/2025 tentang Kewaspadaan terhadap Kasus Rabies ↗ · Tingkatkan Kewaspadaan! Kemenkes Imbau Penguatan Pencegahan Rabies di Masyarakat dan Fasilitas Kesehatan ↗ · Rabies (fact sheet) ↗ · Vaksinasi Rabies Massal 2025 pada Hewan Penular Rabies (HPR) ↗ · Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 15 Tahun 2009 tentang Penanggulangan Rabies (PDF) ↗
Apa yang harus dilakukan jika digigit anjing di Bali?
Kemenkes meminta korban gigitan segera mencuci luka dengan sabun dan air mengalir selama 15 menit, lalu datang ke puskesmas, rumah sakit, atau Rabies Center untuk mendapatkan Vaksin Anti Rabies sesegera mungkin. Tenaga kesehatan yang menilai perlu tidaknya vaksin, dan hewan yang menggigit dapat diobservasi 14 hari oleh dinas yang membidangi kesehatan hewan.
Jangan menunggu gejala. Tentang kematian pada 2025, Kepala Bidang P2P Dinkes Bali I Gusti Ayu Raka Susanti mengatakan, "Bisa dibilang 99 persen yang meninggal tidak pergi ke pelayanan kesehatan." Per 11 September 2026, Bali menyimpan 40.881 vial vaksin anti-rabies.
Sumber: Tingkatkan Kewaspadaan! Kemenkes Imbau Penguatan Pencegahan Rabies di Masyarakat dan Fasilitas Kesehatan ↗ · Surat Edaran Kemenkes Nomor HK.02.02/C/508/2025 tentang Kewaspadaan terhadap Kasus Rabies ↗ · Sepanjang 2025, Gigitan HPR Rengut 16 Jiwa di Bali ↗ · Hingga 11 September 2026, Bali Catat 39.193 Kasus Gigitan Terindikasi Rabies ↗
Apa selanjutnya
- Pemprov Bali menargetkan cakupan vaksinasi anjing 87% pada akhir 2026, dan pada 11 September Gubernur Wayan Koster mendorong perluasan vaksinasi dan sterilisasi menuju Bali Bebas Rabies 2030.
- Pemprov Bali menyatakan pengendalian rabies tidak lagi mengedepankan eliminasi anjing; anjing liar akan ditangkap, ditempatkan di shelter, dan disterilisasi.
- Dinas Kesehatan NTB menyelidiki setiap kematian akibat rabies, dari riwayat gigitan hingga pemberian VAR.
Cara membantu
- Vaksin anjing dan kucing Anda setiap tahun; di Bali, vaksinasi rabies hewan oleh dinas tidak dipungut biaya.
- Laporkan anak anjing berumur sekitar tiga bulan yang belum divaksin kepada tim medik veteriner atau tim siaga rabies desa.
- Jangan membuang anak anjing atau melepas anjing tanpa pengawasan.
- Bila digigit atau dicakar, cuci luka dengan sabun dan air mengalir selama 15 menit, lalu segera ke puskesmas, rumah sakit, atau Rabies Center.
Pertanyaan umum
Apakah Bali sudah bebas rabies?
Belum. Hingga 11 September 2026 tujuh orang meninggal akibat rabies, dan anjing positif rabies masih ditemukan di Badung, Bangli, Jembrana, dan Tabanan. Pemprov Bali menargetkan Bali Bebas Rabies pada 2030.
Sumber: Hingga 11 September 2026, Bali Catat 39.193 Kasus Gigitan Terindikasi Rabies ↗ · Capaian Vaksinasi HPR 78,5 Persen, 33 Kasus Rabies Tercatat di Badung ↗ · Sejak Januari, 38 Anjing di Bangli Positif Rabies ↗
Apakah semua anjing di Bali membawa rabies?
Tidak semua, tetapi status vaksin anjing yang menggigit sering tidak diketahui: baru sekitar 60% anjing Bali yang tervaksin per 20 September 2026. Karena itu, setiap gigitan perlu diperiksakan ke fasilitas kesehatan.
Sumber: Vaksinasi Rabies di Bali Capai 60 Persen dari Populasi Anjing ↗
Digigit anjing rabies apakah bisa sembuh?
Rabies dapat dicegah bila korban segera ditangani setelah digigit, tetapi WHO menyatakan rabies fatal pada 100% kasus begitu gejala klinis muncul. Jangan menunggu gejala: cuci luka 15 menit dengan sabun dan air mengalir, lalu segera ke puskesmas atau Rabies Center.
Sumber: Rabies (fact sheet) ↗ · Tingkatkan Kewaspadaan! Kemenkes Imbau Penguatan Pencegahan Rabies di Masyarakat dan Fasilitas Kesehatan ↗
Digigit anjing tapi tidak berdarah, perlu ke puskesmas?
Ya. Surat edaran Kemenkes memasukkan gigitan pada kulit, luka lecet, atau cakaran tanpa perdarahan ke kategori 2 yang segera diberi VAR, kecuali semua syarat penundaan terpenuhi, misalnya hewan berpemilik, sehat, rutin divaksin, dan bisa diobservasi 14 hari.
Sumber: Surat Edaran Kemenkes Nomor HK.02.02/C/508/2025 tentang Kewaspadaan terhadap Kasus Rabies ↗ · Surat Edaran Kemenkes Nomor HK.02.02/C/508/2025 tentang Kewaspadaan terhadap Kasus Rabies ↗
Hewan dalam berita ini
Anjing membutuhkan hubungan sosial, ruang untuk beristirahat, latihan yang sesuai, dan perawatan terencana. Kenali kebutuhan individu sebelum memilih untuk mengadopsi.
Sumber dan referensi
- Hingga 11 September 2026, Bali Catat 39.193 Kasus Gigitan Terindikasi Rabies ↗ — Bali Post, 2026-09-17
- Vaksinasi Rabies Baru 56 Persen, 12 Desa Tabanan Masuk Zona Merah ↗ — Bali Post, 2026-09-29
- Sejak Januari, 38 Anjing di Bangli Positif Rabies ↗ — Bali Post, 2026-09-25
- Dinkes Bima menangani 312 kasus gigitan hewan rabies ↗ — ANTARA News Mataram, 2026-09-09
- Tingkatkan Kewaspadaan! Kemenkes Imbau Penguatan Pencegahan Rabies di Masyarakat dan Fasilitas Kesehatan ↗ — Kementerian Kesehatan RI, 2025-03-20
- Gigitan Rabies di Bali Capai 45.365 Kasus, Kabupaten Ini Laporkan Kematian Tertinggi ↗ — Bali Post, 2026-08-11
- Perkembangan Kasus Rabies di Bali, Periode 1 Januari hingga 20 Juli 2025 ↗ — BPBD Provinsi Bali, 2025-07-23
- 3.517 kasus gigitan hewan penular rabies di NTB, empat meninggal ↗ — Kicknews.today, 2026-09-21
- Capaian Vaksinasi HPR 78,5 Persen, 33 Kasus Rabies Tercatat di Badung ↗ — Bali Post, 2026-09-13
- Kasus Gigitan Tembus 216 per Hari, Dinkes Bali Pastikan Stok Vaksin Rabies Aman Hingga Akhir Tahun ↗ — Tribun Bali, 2026-08-11
- Dinkes Bali sebut butuh laporan kasus rabies buntut tujuh orang tewas Januari-Agustus ↗ — ANTARA News Bali, 2026-08-12
- Vaksinasi Rabies di Bali Capai 60 Persen dari Populasi Anjing ↗ — Bali Post, 2026-09-21
- Rabies (fact sheet) ↗ — World Health Organization, 2026-09-17
- Tiga HPR Divaksin Darurat usai Kasus Gigitan Anak Anjing di Jembrana ↗ — RRI Singaraja, 2026-09-18
- Anak Anjing Gigit Warga di Baler Bale Agung Positif Rabies ↗ — Bali Post, 2026-09-20
- Rabies Capai 75 Kasus di Jembrana, 28 HPR Belum Divaksin ↗ — detikBali, 2026-09-22
- Satu Orang Meninggal, 312 Kasus Gigitan Hewan Rabies ↗ — Suara NTB, 2026-09-12
- Dinkes NTB Catat 3.517 Kasus Rabies, Empat Orang Meninggal ↗ — NTBSatu, 2026-09-20
- Sumbawa Kesulitan Keluar dari Status KLB Rabies ↗ — Suara NTB, 2026-07-25
- Surat Edaran Kemenkes Nomor HK.02.02/C/508/2025 tentang Kewaspadaan terhadap Kasus Rabies ↗ — Kementerian Kesehatan RI, 2025-03-14
- Vaksinasi Rabies Massal 2025 pada Hewan Penular Rabies (HPR) ↗ — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, 2025-04-29
- Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 15 Tahun 2009 tentang Penanggulangan Rabies (PDF) ↗ — Pemerintah Provinsi Bali, 2009-12-28
- Sepanjang 2025, Gigitan HPR Rengut 16 Jiwa di Bali ↗ — Bali Post, 2026-01-09
Berita ini ditulis oleh redaksi PanduanHewan dari laporan dan sumber resmi yang tercantum; kami tidak menyalin isi media lain. Fakta dapat berubah seiring perkembangan; tanggal pembaruan ada di bagian atas. Kirim koreksi
