Untuk semua hewan. Untuk masa depan bersama.Sebuah inisiatif nirlaba

KUCING & ANJING

Kutu, caplak, dan tungau pada kucing dan anjing

Kutu, caplak, dan tungau adalah parasit luar yang membuat kucing dan anjing gatal, menularkan penyakit, dan sebagian menular ke manusia. Cegah sepanjang tahun.

Tentang panduan iniDisusun dari pedoman organisasi kedokteran hewan dan kesehatan yang tercantum; belum ditinjau dokter hewan.
Informasi umum untuk pemilik hewan, bukan pengganti pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh dokter hewan. Jika hewan Anda tampak sangat sakit, kesakitan, sulit bernapas, atau mungkin keracunan, segera hubungi dokter hewan.

Jawaban singkat

Poin penting

  • Di daerah tropis, pedoman parasit menganjurkan kucing dan anjing dilindungi dari kutu dan caplak sepanjang tahun.
  • Hampir seluruh siklus hidup kutu terjadi di lingkungan, jadi hewan dan rumah sama-sama perlu ditangani.
  • Skabies dan tungau telinga sangat menular antarhewan, sehingga semua hewan yang kontak perlu diperiksa dokter hewan.
  • Beberapa obat kutu untuk anjing sangat beracun bagi kucing; jangan pernah memakainya pada kucing.
  • Kutu, caplak, dan tungau tertentu dapat menularkan infeksi atau menimbulkan ruam gatal pada manusia.

Kapan harus ke dokter hewan?

  • Segera ke dokter hewan jika kucing gemetar, berkedut, kejang, atau sulit bernapas setelah diberi obat kutu atau bersentuhan dengan anjing yang baru diobati.
  • Anak kucing atau anak anjing dengan banyak kutu yang tampak lemas dan pucat.
  • Gatal hebat, keropeng, luka garukan, atau kebotakan, terutama di tepi telinga, wajah, siku, atau kaki.
  • Sering menggeleng kepala, menggaruk telinga, atau ada kotoran telinga gelap dan berbau.
  • Kepala miring atau hilang keseimbangan pada hewan yang bermasalah telinga.
  • Anjing lemas, demam, atau tidak mau makan setelah terkena caplak.
  • Caplak yang sangat banyak sehingga tidak mungkin dicabut satu per satu.

Hubungi dokter hewan atau klinik hewan terdekat. Situs ini tidak dapat menilai kondisi hewan Anda. Cara memilih dokter hewan

Dalam panduan ini (11)

Apa beda kutu, caplak, dan tungau pada kucing dan anjing?

Kutu (pinjal) adalah serangga kecil tanpa sayap yang melompat dan mengisap darah, caplak adalah parasit yang lebih besar dan menempel di kulit, sedangkan tungau berukuran mikroskopis. Kutu yang paling sering ditemukan pada kucing dan anjing di seluruh dunia adalah kutu kucing, Ctenocephalides felis, yang juga menyerang anjing. Di daerah tropis, caplak yang paling umum pada anjing adalah caplak anjing cokelat, Rhipicephalus sanguineus. Caplak dapat menempel dan mengisap darah selama beberapa hari. Tungau hidup di kulit atau liang telinga, misalnya tungau skabies dan tungau telinga, dan biasanya hanya dapat dipastikan dokter hewan dengan mikroskop atau alat periksa telinga.

Dasar informasi: TroCCAP — Guidelines for the control of ectoparasites of dogs and cats in the tropics (2022) ↗ · Companion Animal Parasite Council (CAPC) — Fleas ↗

Mengapa kutu dan caplak perlu dicegah sepanjang tahun?

Di daerah tropis, pedoman parasit TroCCAP menganjurkan kucing dan anjing dilindungi dari kutu dan caplak sepanjang tahun, bukan hanya pada musim tertentu. Hampir 95% siklus hidup kutu terjadi di lingkungan, yaitu telur, larva, dan kepompong di alas tidur, karpet, dan perabot. Kepompong kutu sangat tahan dan bisa menunggu lama sebelum menetas. Caplak anjing cokelat dapat berkembang biak lebih dari satu generasi per tahun di daerah tropis. Caplak ini juga bisa bersembunyi di celah dinding rumah dan kandang, dan infestasi di rumah bisa butuh berbulan-bulan untuk dikendalikan. Anjing yang jarang keluar pun bisa terpapar, misalnya saat grooming di toko hewan.

Dasar informasi: TroCCAP — Guidelines for the control of ectoparasites of dogs and cats in the tropics (2022) ↗ · Companion Animal Parasite Council (CAPC) — Ticks ↗

Apa bahaya kutu dan caplak bagi kucing dan anjing?

Kutu dan caplak menyebabkan gatal dan luka kulit, mengisap darah, dan dapat menularkan penyakit. Sebagian hewan alergi terhadap air liur kutu, sehingga gatal berat, muncul bintil kecil, dan bulunya rontok. Pada anak kucing dan anak anjing, kutu yang sangat banyak dapat menyebabkan anemia yang bisa berakibat fatal. Kutu juga membawa cacing pita Dipylidium caninum, yang menular saat hewan menelan kutu. Caplak anjing cokelat dapat menularkan penyakit darah seperti Ehrlichia, Babesia, dan Anaplasma platys, dan sebagian kuman dapat menular dalam beberapa jam setelah caplak menempel. Periksa tubuh anjing secara rutin, terutama telinga, ketiak, lipat paha, sekitar mata, dan sela jari.

Dasar informasi: TroCCAP — Guidelines for the control of ectoparasites of dogs and cats in the tropics (2022) ↗ · Companion Animal Parasite Council (CAPC) — Fleas ↗ · Companion Animal Parasite Council (CAPC) — Ticks ↗ · Merck Veterinary Manual (Cat Owners) — Fleas of Cats ↗ · CDC — About Dog or Cat Tapeworm Infection (Dipylidium) ↗

Apa itu skabies (kudis) pada kucing dan anjing?

Skabies adalah penyakit kulit akibat tungau yang menggali lapisan kulit, sangat menular, dan menyebabkan gatal hebat. Pada anjing, skabies disebabkan Sarcoptes scabiei dan biasanya dimulai di tepi telinga dan siku, lalu muncul keropeng dan luka akibat garukan. Pada kucing, skabies sering disebabkan Notoedres cati, yang dimulai di tepi telinga lalu menyebar ke wajah, kaki, dan tubuh. Kucing muda dapat menjadi sangat lemah, demam, dan kurus. Tungau Sarcoptes tidak lama bertahan di lingkungan, sehingga penularan terutama lewat kontak langsung antarhewan. Semua hewan yang kontak dengan hewan sakit perlu diperiksa dan ditangani sesuai arahan dokter hewan.

Skabies pada kucing sering dijumpai di Indonesia. Studi Universitas Gadjah Mada di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Pemalang, Jawa Tengah, menemukan skabies pada sekitar 33% pasien kucing selama Mei–Juli 2022. Para peneliti mencatat bahwa iklim tropis yang lembap mendukung perkembangan tungau penyebab skabies. Mereka juga mengutip temuan bahwa kucing yang terkena rata-rata berusia kurang dari satu tahun. Dokter hewan memastikan diagnosis dengan mengerok sedikit kulit lalu memeriksanya di bawah mikroskop. Puskeswan dan klinik hewan dapat menjadi tempat pemeriksaan pertama.

Dasar informasi: TroCCAP — Guidelines for the control of ectoparasites of dogs and cats in the tropics (2022) ↗ · Merck Veterinary Manual (Dog Owners) — Mite Infestation (Mange, Acariasis, Scabies) in Dogs ↗ · Merck Veterinary Manual (Cat Owners) — Mite Infestation (Mange, Acariasis, Scabies) of Cats ↗ · Jurnal Sain Veteriner (UGM) — Cat Scabies Prevalence at Animal Health Center Pemalang ↗

Apa tanda tungau telinga pada kucing dan anjing?

Tanda tungau telinga adalah telinga gatal, sering menggeleng kepala, menggaruk telinga, dan kotoran telinga berwarna gelap seperti lilin. Kadang telinga juga berbau tidak sedap. Tungau telinga, Otodectes cynotis, lebih sering menyerang kucing daripada anjing, dan lebih umum pada kucing liar dan kucing di bawah satu tahun. Infeksi bisa tanpa gejala, sehingga hewan yang tampak sehat tetap dapat menularkan tungau. Pada kasus berat, garukan dapat melukai telinga dan hewan bisa kehilangan keseimbangan. Karena itu, semua kucing dan anjing yang tinggal bersama perlu ditangani, dan telinga anak kucing serta anak anjing sebaiknya diperiksa saat vaksinasi.

Dasar informasi: TroCCAP — Guidelines for the control of ectoparasites of dogs and cats in the tropics (2022) ↗ · Companion Animal Parasite Council (CAPC) — Otodectic Mite ↗ · Merck Veterinary Manual (Cat Owners) — Mite Infestation (Mange, Acariasis, Scabies) of Cats ↗

Apakah kutu, caplak, dan tungau bisa menular ke manusia?

Ya, sebagian dapat menular atau menyebabkan penyakit pada manusia, meskipun tungau dari hewan biasanya hanya menimbulkan gatal sementara. Tungau skabies anjing dapat menyebabkan ruam gatal pada orang yang sering kontak, misalnya di lengan, dada, atau paha. Tungau Notoedres dari kucing kadang juga menimbulkan ruam gatal di lengan. Kutu kucing dapat membawa bakteri Bartonella henselae penyebab penyakit cakaran kucing, Rickettsia felis, dan cacing pita yang bisa tertelan anak-anak. Caplak yang terbawa hewan ke rumah juga dapat berpindah ke manusia. Jika Anda atau anggota keluarga mengalami ruam gatal atau keluhan lain setelah kontak dengan hewan, periksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Dasar informasi: TroCCAP — Guidelines for the control of ectoparasites of dogs and cats in the tropics (2022) ↗ · Merck Veterinary Manual (Dog Owners) — Mite Infestation (Mange, Acariasis, Scabies) in Dogs ↗ · Companion Animal Parasite Council (CAPC) — Fleas ↗ · Companion Animal Parasite Council (CAPC) — Ticks ↗ · CDC — About Dog or Cat Tapeworm Infection (Dipylidium) ↗

Mengapa obat kutu harus sesuai anjuran dokter hewan?

Produk antiparasit berbeda untuk kucing dan anjing, dan beberapa produk anjing sangat beracun bagi kucing. Permetrin, yang ada di sebagian obat kutu tetes untuk anjing, dapat menyebabkan gemetar, kejang, sakit berat, bahkan kematian pada kucing. Sedikit saja sudah berbahaya, dan kucing juga bisa keracunan saat bersentuhan dengan anjing yang baru diobati. Pedoman parasit menganjurkan hanya memakai produk yang terdaftar untuk spesies tersebut, dengan cara dan takaran yang ditentukan dokter hewan. Dokter hewan dapat memilih produk dan jadwal yang aman untuk hewan Anda. Agar berhasil, obati semua hewan di rumah, lalu bersihkan alas tidur, karpet, dan perabot secara rutin dengan penyedot debu.

Dasar informasi: International Cat Care — Permethrin poisoning ↗ · TroCCAP — Guidelines for the control of ectoparasites of dogs and cats in the tropics (2022) ↗ · Companion Animal Parasite Council (CAPC) — Ticks ↗ · Companion Animal Parasite Council (CAPC) — Fleas ↗

Sumber & referensi

  1. TroCCAP — Guidelines for the control of ectoparasites of dogs and cats in the tropics (2022) ↗
  2. Companion Animal Parasite Council (CAPC) — Fleas ↗
  3. Companion Animal Parasite Council (CAPC) — Ticks ↗
  4. Merck Veterinary Manual (Cat Owners) — Fleas of Cats ↗
  5. CDC — About Dog or Cat Tapeworm Infection (Dipylidium) ↗
  6. Merck Veterinary Manual (Dog Owners) — Mite Infestation (Mange, Acariasis, Scabies) in Dogs ↗
  7. Merck Veterinary Manual (Cat Owners) — Mite Infestation (Mange, Acariasis, Scabies) of Cats ↗
  8. Jurnal Sain Veteriner (UGM) — Cat Scabies Prevalence at Animal Health Center Pemalang ↗
  9. Companion Animal Parasite Council (CAPC) — Otodectic Mite ↗
  10. International Cat Care — Permethrin poisoning ↗

Rujukan dapat berubah. Periksa tanggal dan konteks pada sumber asli.

Kutip halaman ini

PanduanHewan. (2026, 25 September). Kutu, caplak, dan tungau pada kucing dan anjing. PanduanHewan.org. https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/kutu-caplak-tungau/