Jawaban singkat
Poin penting
- Cacing gelang Toxocara dari kucing dan anjing dapat menyebabkan toksokariasis pada manusia, terutama anak-anak yang bermain di tanah.
- Anak kucing dan anak anjing bisa tertular cacing dari induknya, sehingga pengendalian cacing dimulai sejak usia beberapa minggu.
- Telur cacing gelang dapat bertahan dan tetap menular di tanah selama bertahun-tahun.
- Jadwal dan jenis obat cacing sebaiknya ditentukan dokter hewan sesuai umur, gaya hidup, dan risiko hewan.
- Membuang kotoran hewan segera, mencuci tangan, dan memakai alas kaki mengurangi risiko penularan ke manusia.
Kapan harus ke dokter hewan?
- Segera ke dokter hewan jika anak kucing atau anak anjing sangat lemas, perutnya membesar dan tampak nyeri, muntah terus, atau diare berdarah.
- Hewan tampak lemas dan pucat, yang dapat menandakan anemia akibat cacing tambang.
- Perut buncit, badan kurus, bulu kusam, atau tidak tumbuh dengan baik.
- Cacing yang mirip spageti terlihat di muntahan atau kotoran.
- Potongan kecil seperti butiran beras di sekitar anus atau kotoran, atau hewan sering menyeret pantatnya.
- Batuk atau gangguan napas pada anak kucing dan anak anjing.
Hubungi dokter hewan atau klinik hewan terdekat. Situs ini tidak dapat menilai kondisi hewan Anda. Cara memilih dokter hewan
Dalam panduan ini (10)
Cacing apa saja yang sering menyerang kucing dan anjing?
Cacing usus yang paling umum pada kucing dan anjing adalah cacing gelang (Toxocara), cacing tambang (Ancylostoma), dan cacing pita (Dipylidium caninum). Toxocara canis menyerang anjing, sedangkan Toxocara cati menyerang kucing, dan keduanya dapat menular ke manusia. Cacing tambang dapat menyebabkan diare berdarah dan anemia. Salah satu jenisnya, Ancylostoma braziliense, ditemukan di daerah tropis basah, termasuk Indonesia. Cacing pita Dipylidium caninum menular saat anjing atau kucing menelan kutu yang membawa larvanya. Karena itu, pengendalian kutu juga bagian penting dari pencegahan cacingan. Semua cacing ini dapat ditemukan di seluruh dunia, termasuk di daerah beriklim panas dan lembap.
Cacing gelang juga sering ditemukan pada kucing peliharaan di Indonesia. Penelitian IPB University di Kota Bogor menemukan infeksi Toxocara cati pada 85 dari 243 kucing peliharaan yang diperiksa, atau sekitar 35%. Pemberian obat cacing, jenis pakan, penyediaan pasir untuk buang kotoran, dan jenis kelamin termasuk faktor yang berhubungan dengan infeksi. Para peneliti menyimpulkan bahwa angka ini tetap tinggi meski perawatan kucing umumnya cukup baik. Artinya, kucing yang terawat pun tetap perlu pemeriksaan dan pencegahan cacing secara rutin bersama dokter hewan.
Dasar informasi: TroCCAP — Canine guidelines: Roundworms ↗ · TroCCAP — Feline guidelines: Ascarids ↗ · TroCCAP — Canine guidelines: Hookworms ↗ · CDC — About Dog or Cat Tapeworm Infection (Dipylidium) ↗ · TroCCAP — Canine guidelines: Flea tapeworm (Dipylidium caninum) ↗ · Jurnal Kedokteran Hewan (Murniati, Sudarnika & Ridwan, IPB) — Prevalensi dan Faktor Risiko Infeksi Toxocara cati pada Kucing Peliharaan di Kota Bogor ↗
Apa tanda kucing atau anjing cacingan?
Hewan dewasa yang cacingan sering tidak menunjukkan gejala, tetapi anak kucing dan anak anjing bisa tampak kurus, perut buncit, bulu kusam, muntah, atau diare. Cacing gelang dewasa kadang terlihat di muntahan atau kotoran, berwarna krem dan mirip spageti. Infeksi berat pada hewan muda dapat menyumbat usus dan berakibat fatal. Cacing tambang dapat menyebabkan diare berdarah, anemia, bahkan kematian pada anak anjing. Cacing pita sering tanpa gejala, tetapi potongannya yang mirip butiran beras dapat terlihat di sekitar anus, dan hewan mungkin menyeret pantatnya di lantai. Tidak ditemukannya telur di kotoran belum tentu berarti hewan bebas cacing.
Dasar informasi: Companion Animal Parasite Council (CAPC) — Ascarid ↗ · TroCCAP — Feline guidelines: Ascarids ↗ · TroCCAP — Canine guidelines: Roundworms ↗ · TroCCAP — Canine guidelines: Hookworms ↗ · TroCCAP — Canine guidelines: Flea tapeworm (Dipylidium caninum) ↗ · CDC — About Dog or Cat Tapeworm Infection (Dipylidium) ↗
Apakah cacing kucing dan anjing bisa menular ke manusia?
Ya, cacing gelang Toxocara dan cacing tambang dari kucing dan anjing dapat menginfeksi manusia, dan anak-anak paling berisiko. Toksokariasis terjadi bila telur cacing gelang dari kotoran hewan tertelan lewat tanah atau tangan yang kotor. Larvanya dapat berpindah ke hati, paru-paru, otak, atau mata, dan menyebabkan demam, batuk, sakit perut, gangguan penglihatan, bahkan kebutaan. Larva cacing tambang dapat menembus kulit saat orang berjalan tanpa alas kaki di tanah atau pasir yang tercemar, lalu menimbulkan garis merah yang sangat gatal. Di Asia, anjing juga menjadi sumber cacing tambang Ancylostoma ceylanicum yang dapat menginfeksi usus manusia. Jika muncul gejala, periksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Dasar informasi: CDC — About Toxocariasis ↗ · TroCCAP — Canine guidelines: Roundworms ↗ · CDC — About Zoonotic Hookworm ↗ · TroCCAP — Canine guidelines: Hookworms ↗ · International Cat Care — Toxocara cati in cats and people ↗
Kenapa anak kucing dan anak anjing mudah cacingan?
Anak kucing dan anak anjing dapat tertular cacing dari induknya, bahkan sebelum lahir atau melalui susu. Pada anjing, larva Toxocara canis dapat berpindah dari induk ke janin di dalam kandungan. Larva ini juga bisa tersimpan diam di jaringan tubuh induk dan aktif kembali saat bunting, sehingga induk yang tampak bebas cacing tetap bisa menularkannya. Pada kucing, Toxocara cati dapat menular lewat susu induk. Anak anjing juga dapat terinfeksi cacing tambang lewat susu. Gejala berat bisa muncul sangat awal, bahkan pada anak anjing usia 10 hari atau anak kucing usia 3 minggu. Karena itu, induk yang bunting atau menyusui juga perlu diperiksa dan ditangani sesuai arahan dokter hewan.
Dasar informasi: Companion Animal Parasite Council (CAPC) — Ascarid ↗ · TroCCAP — Canine guidelines: Roundworms ↗ · TroCCAP — Canine guidelines: Hookworms ↗ · TroCCAP — Feline guidelines: Ascarids ↗ · International Cat Care — Toxocara cati in cats and people ↗
Berapa kali kucing dan anjing harus diberi obat cacing?
Jadwal obat cacing sebaiknya ditentukan dokter hewan, karena kebutuhan tiap hewan berbeda menurut umur, kebuntingan, gaya hidup, dan jenis cacing di daerahnya. Pedoman parasit untuk daerah tropis, TroCCAP, menganjurkan anak anjing mulai ditangani sejak usia 2 minggu dan anak kucing sejak sekitar 3 minggu, lalu diulang setiap 2 minggu. Setelah itu, TroCCAP menganjurkan pengendalian cacing rutin pada hewan dewasa, umumnya setiap bulan. Setiap obat bekerja pada jenis cacing tertentu, dan takarannya harus tepat, jadi jangan menebak sendiri. Dokter hewan juga dapat memeriksa sampel kotoran secara berkala, misalnya saat vaksinasi, untuk menilai apakah program pencegahan berhasil.
Dasar informasi: TroCCAP — Canine guidelines: Roundworms ↗ · TroCCAP — Feline guidelines: Ascarids ↗ · TroCCAP — Canine guidelines: Hookworms ↗ · Companion Animal Parasite Council (CAPC) — Ascarid ↗
Bagaimana mencegah cacingan menular di rumah?
Cara terpenting adalah segera membuang kotoran hewan, menjaga kebersihan tangan, dan mengendalikan kutu. Telur cacing gelang perlu 2–4 minggu di lingkungan untuk menjadi menular, tetapi setelah itu dapat bertahan bertahun-tahun di tanah. Karena itu, ambil kotoran hewan setiap kali, lalu kubur atau buang ke tempat sampah dalam kantong. Bersihkan bak pasir kucing secara teratur dan tutup bak pasir tempat bermain anak agar tidak dipakai kucing. Cuci tangan setelah memegang hewan, berkebun, atau bermain di luar. Ajari anak agar tidak memakan tanah, dan pakai alas kaki di tanah atau pasir yang mungkin tercemar kotoran hewan.
Dasar informasi: Companion Animal Parasite Council (CAPC) — Ascarid ↗ · CDC — About Toxocariasis ↗ · International Cat Care — Toxocara cati in cats and people ↗ · CDC — About Zoonotic Hookworm ↗ · CDC — About Dog or Cat Tapeworm Infection (Dipylidium) ↗
Sumber & referensi
- TroCCAP — Canine guidelines: Roundworms ↗
- TroCCAP — Feline guidelines: Ascarids ↗
- TroCCAP — Canine guidelines: Hookworms ↗
- CDC — About Dog or Cat Tapeworm Infection (Dipylidium) ↗
- TroCCAP — Canine guidelines: Flea tapeworm (Dipylidium caninum) ↗
- Jurnal Kedokteran Hewan (Murniati, Sudarnika & Ridwan, IPB) — Prevalensi dan Faktor Risiko Infeksi Toxocara cati pada Kucing Peliharaan di Kota Bogor ↗
- Companion Animal Parasite Council (CAPC) — Ascarid ↗
- CDC — About Toxocariasis ↗
- CDC — About Zoonotic Hookworm ↗
- International Cat Care — Toxocara cati in cats and people ↗
Rujukan dapat berubah. Periksa tanggal dan konteks pada sumber asli.
Kutip halaman ini
PanduanHewan. (2026, 25 September). Cacingan pada kucing dan anjing: jenis dan pencegahan. PanduanHewan.org. https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/cacingan-kucing-anjing/