PANDUANHEWAN · INDONESIA
LKPD cara hewan melindungi diri (dengan kunci jawaban)
LKPD cara hewan melindungi diri: tabel 12 hewan Indonesia, soal mimikri, kamuflase, dan autotomi, refleksi, serta kunci jawaban.
LKPD ini siap dicetak: gunakan tombol cetak di peramban (Ctrl+P atau ⌘P). Kunci jawaban untuk guru ada di bagian akhir dan dimulai di lembar baru saat dicetak. Materi lengkapnya ada di halaman materi. Cara hewan melindungi diri: kamuflase, mimikri, dan autotomi
Pengayaan
Unduh paket lengkap untuk guru (HTML offline) ↓
Tujuan pembelajaran
- Peserta didik dapat menjelaskan delapan cara hewan melindungi diri beserta contoh hewan Indonesia.
- Peserta didik dapat membedakan kamuflase dan mimikri dengan tepat.
- Peserta didik dapat menjelaskan autotomi dan membedakan hewan beracun dengan hewan berbisa.
- Peserta didik dapat menjelaskan alasan mengamati hewan dari jarak aman tanpa menyentuhnya.
Bacaan singkat
Hewan melindungi diri dari pemangsa dengan kamuflase, mimikri, autotomi, pelindung tubuh seperti sisik dan duri, racun atau bisa, warna peringatan, bau atau tinta, dan pura-pura mati. Contohnya, cicak memutus ekornya (autotomi) dan trenggiling menggulung tubuhnya.
- Kamuflase berarti membaur dengan lingkungan, sedangkan mimikri berarti tampak mirip makhluk lain.
- Berubah warna agar membaur dengan latar belakang termasuk kamuflase, bukan mimikri; bunglon Indonesia juga bukan kameleon sejati.
- Autotomi adalah melepas sendiri bagian tubuh, seperti ekor cicak atau capit kepiting; ekor yang tumbuh lagi tidak sama persis.
- Hewan beracun berbahaya bila disentuh atau dimakan, sedangkan hewan berbisa menyuntikkan racun lewat gigitan atau sengatan.
- Trenggiling menggulung tubuhnya, landak menggetarkan duri, cumi-cumi menyemburkan tinta, dan beberapa ular pura-pura mati.
- Amati hewan dari jauh; jangan menangkap, menyentuh, atau menarik ekor hewan.
Kegiatan 1
Tulis cara setiap hewan melindungi diri. Pilih dari: kamuflase, mimikri, autotomi, menggulung tubuh, duri, racun, bisa, warna peringatan, bau, tinta, pura-pura mati.
| No | Nama hewan | Cara melindungi diri |
|---|---|---|
| 1 | Cicak rumah | |
| 2 | Trenggiling Sunda | |
| 3 | Landak Jawa | |
| 4 | Kuda laut | |
| 5 | Betina kupu-kupu pastur | |
| 6 | Bangkong kolong | |
| 7 | Kobra Jawa | |
| 8 | Gurita cincin biru | |
| 9 | Musang luwak | |
| 10 | Cumi-cumi sirip besar | |
| 11 | Ular Coelognathus radiatus | |
| 12 | Kukang Jawa |
Kegiatan 2
- Apa perbedaan kamuflase dan mimikri? Beri satu contoh hewan Indonesia untuk masing-masing.
- Mengapa ekor cicak yang lepas terus menggeliat?
- Apa perbedaan hewan beracun dan hewan berbisa? Sebutkan satu contoh masing-masing.
- Seorang teman berkata, "Bunglon itu kameleon dan selalu berubah warna untuk menyamar." Bagaimana kamu meluruskannya?
- Mengapa kita tidak boleh menarik ekor cicak atau memegang kodok dan ular?
Refleksi
Cara melindungi diri mana yang paling menarik bagimu? Mengapa?
Istilah apa yang dulu kamu kira benar, tetapi ternyata perlu diluruskan?
Bagaimana kamu bisa mengamati hewan di sekitar rumah dengan aman?
Kunci jawaban (untuk guru)
Kegiatan 1
- Cicak rumah: Autotomi (memutus ekor)
- Trenggiling Sunda: Menggulung tubuh; juga menyemprotkan cairan berbau
- Landak Jawa: Duri (digetarkan sebagai peringatan)
- Kuda laut: Kamuflase
- Betina kupu-kupu pastur: Mimikri
- Bangkong kolong: Racun
- Kobra Jawa: Bisa (dapat disemburkan)
- Gurita cincin biru: Warna peringatan dan bisa
- Musang luwak: Bau (semprotan kelenjar)
- Cumi-cumi sirip besar: Tinta
- Ular Coelognathus radiatus: Pura-pura mati (tanatosis)
- Kukang Jawa: Bisa
Kegiatan 2
- Apa perbedaan kamuflase dan mimikri? Beri satu contoh hewan Indonesia untuk masing-masing. Kamuflase berarti membaur dengan lingkungan, misalnya kuda laut. Mimikri berarti tampak mirip makhluk lain, misalnya betina kupu-kupu pastur yang mirip kupu-kupu yang tidak enak dimakan.
- Mengapa ekor cicak yang lepas terus menggeliat? Gerakan ekor mengalihkan perhatian pemangsa sehingga cicak sempat kabur.
- Apa perbedaan hewan beracun dan hewan berbisa? Sebutkan satu contoh masing-masing. Hewan beracun berbahaya bila disentuh atau dimakan, misalnya bangkong kolong. Hewan berbisa menyuntikkan racun lewat gigitan atau sengatan, misalnya kobra Jawa atau kukang Jawa.
- Seorang teman berkata, "Bunglon itu kameleon dan selalu berubah warna untuk menyamar." Bagaimana kamu meluruskannya? Bunglon Indonesia termasuk suku Agamidae, bukan kameleon sejati. Perubahan warna juga dapat berkaitan dengan sinyal, bukan hanya untuk menyamar; misalnya bunglon taman jantan berwarna kemerahan saat berbiak.
- Mengapa kita tidak boleh menarik ekor cicak atau memegang kodok dan ular? Menarik ekor dapat membuat cicak kehilangan ekornya tanpa alasan. Kodok seperti bangkong kolong beracun dan banyak ular berbisa, sehingga kita bisa terluka.
Sumber: Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 ↗ · Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas VII (Edisi Revisi), Bab VI Ekologi dan Pelestarian Lingkungan, hlm. 171 ↗ · Animal Diversity Web: Manis javanica (trenggiling Sunda) ↗ · BioEd Online (Baylor College of Medicine): Mimicry and Camouflage ↗ · Animal Diversity Web: Hippocampus kuda (spotted seahorse) ↗ · Scientific Reports (2017): Temporal dynamics of the mimetic allele frequency at the doublesex locus, which controls polymorphic Batesian mimicry in Papilio memnon butterflies ↗ · The Reptile Database: Bronchocela jubata ↗ · Animal Diversity Web: Chamaeleonidae (chameleons) ↗ · Stuart-Fox & Moussalli (2008), PLoS Biology: Selection for social signalling drives the evolution of chameleon colour change ↗ · The Reptile Database: Calotes versicolor ↗ · Animal Diversity Web: Hemidactylus frenatus (cicak rumah) ↗ · Emberts et al. (2017), Behavioral Ecology: Cut your losses: self-amputation of injured limbs increases survival (PMC) ↗
Boleh dicetak dan diperbanyak untuk pembelajaran nonkomersial dengan menyebut PanduanHewan.org sebagai sumber.