Paket guru: Cara hewan melindungi diri: kamuflase, mimikri, dan autotomi
Simpan berkas ini untuk dibuka tanpa internet. Untuk PDF/cetakan, gunakan Ctrl+P / ⌘P.
Panduan guru
Pengayaan
Bahan pelengkap buatan PanduanHewan; bukan modul resmi atau materi yang telah ditinjau guru ahli.
Tujuan
- Peserta didik dapat menjelaskan delapan cara hewan melindungi diri beserta contoh hewan Indonesia.
- Peserta didik dapat membedakan kamuflase dan mimikri dengan tepat.
- Peserta didik dapat menjelaskan autotomi dan membedakan hewan beracun dengan hewan berbisa.
- Peserta didik dapat menjelaskan alasan mengamati hewan dari jarak aman tanpa menyentuhnya.
Bahan
- Kartu gambar hewan (cetak atau gambar tangan)
- Kertas warna, gunting, dan lem
- Poster bergambar daun
- LKPD cara hewan melindungi diri
Rencana waktu yang dapat disesuaikan
11 menit pengantar · 38 menit kegiatan · 14 menit diskusi · 7 menit refleksi (70 menit).
- Kartu sortir: kelompok memasangkan 12 kartu gambar hewan Indonesia dengan cara melindungi dirinya, lalu menjelaskan alasannya.
- Permainan cari aku: guru menempelkan potongan kertas berbentuk serangga berwarna hijau dan cokelat pada poster daun; siswa menghitung yang terlihat dalam 30 detik untuk memahami kamuflase.
- Diagram Venn: kelompok membandingkan kamuflase dan mimikri memakai contoh kuda laut dan kupu-kupu pastur, lalu membahas mengapa perubahan warna bunglon tidak termasuk mimikri.
- Pengamatan cicak dari jauh di rumah atau sekolah: catat tempat, warna, dan bentuk ekor tanpa mengejar, menangkap, atau menyentuh cicak.
Rubrik formatif usulan
Guru dapat menyesuaikan. Nilai tiap kriteria 0 (belum terlihat), 1 (sebagian), atau 2 (jelas); total 0–6 bukan standar kelulusan resmi.
- Ketepatan konsep sesuai bacaan.
- Alasan didukung contoh atau bukti.
- Mampu memperbaiki jawaban dan menyebut hal yang belum pasti.
LKPD cara hewan melindungi diri (dengan kunci jawaban)
Nama / kelas / tanggal (diisi di kertas):
Bacaan
Hewan melindungi diri dari pemangsa dengan kamuflase, mimikri, autotomi, pelindung tubuh seperti sisik dan duri, racun atau bisa, warna peringatan, bau atau tinta, dan pura-pura mati. Contohnya, cicak memutus ekornya (autotomi) dan trenggiling menggulung tubuhnya.
- Kamuflase berarti membaur dengan lingkungan, sedangkan mimikri berarti tampak mirip makhluk lain.
- Berubah warna agar membaur dengan latar belakang termasuk kamuflase, bukan mimikri; bunglon Indonesia juga bukan kameleon sejati.
- Autotomi adalah melepas sendiri bagian tubuh, seperti ekor cicak atau capit kepiting; ekor yang tumbuh lagi tidak sama persis.
- Hewan beracun berbahaya bila disentuh atau dimakan, sedangkan hewan berbisa menyuntikkan racun lewat gigitan atau sengatan.
- Trenggiling menggulung tubuhnya, landak menggetarkan duri, cumi-cumi menyemburkan tinta, dan beberapa ular pura-pura mati.
- Amati hewan dari jauh; jangan menangkap, menyentuh, atau menarik ekor hewan.
Kegiatan 1
Tulis cara setiap hewan melindungi diri. Pilih dari: kamuflase, mimikri, autotomi, menggulung tubuh, duri, racun, bisa, warna peringatan, bau, tinta, pura-pura mati.
| Nama hewan | Cara melindungi diri |
|---|---|
| Cicak rumah | |
| Trenggiling Sunda | |
| Landak Jawa | |
| Kuda laut | |
| Betina kupu-kupu pastur | |
| Bangkong kolong | |
| Kobra Jawa | |
| Gurita cincin biru | |
| Musang luwak | |
| Cumi-cumi sirip besar | |
| Ular Coelognathus radiatus | |
| Kukang Jawa |
Kegiatan 2
- Apa perbedaan kamuflase dan mimikri? Beri satu contoh hewan Indonesia untuk masing-masing.
- Mengapa ekor cicak yang lepas terus menggeliat?
- Apa perbedaan hewan beracun dan hewan berbisa? Sebutkan satu contoh masing-masing.
- Seorang teman berkata, "Bunglon itu kameleon dan selalu berubah warna untuk menyamar." Bagaimana kamu meluruskannya?
- Mengapa kita tidak boleh menarik ekor cicak atau memegang kodok dan ular?
Refleksi
Cara melindungi diri mana yang paling menarik bagimu? Mengapa?
Istilah apa yang dulu kamu kira benar, tetapi ternyata perlu diluruskan?
Bagaimana kamu bisa mengamati hewan di sekitar rumah dengan aman?
Kunci jawaban — untuk guru
Pisahkan bagian ini dari salinan siswa. Nomor halaman bergantung pengaturan cetak.
Kegiatan 1
- Cicak rumah: Autotomi (memutus ekor)
- Trenggiling Sunda: Menggulung tubuh; juga menyemprotkan cairan berbau
- Landak Jawa: Duri (digetarkan sebagai peringatan)
- Kuda laut: Kamuflase
- Betina kupu-kupu pastur: Mimikri
- Bangkong kolong: Racun
- Kobra Jawa: Bisa (dapat disemburkan)
- Gurita cincin biru: Warna peringatan dan bisa
- Musang luwak: Bau (semprotan kelenjar)
- Cumi-cumi sirip besar: Tinta
- Ular Coelognathus radiatus: Pura-pura mati (tanatosis)
- Kukang Jawa: Bisa
Kegiatan 2
- Apa perbedaan kamuflase dan mimikri? Beri satu contoh hewan Indonesia untuk masing-masing. — Kamuflase berarti membaur dengan lingkungan, misalnya kuda laut. Mimikri berarti tampak mirip makhluk lain, misalnya betina kupu-kupu pastur yang mirip kupu-kupu yang tidak enak dimakan.
- Mengapa ekor cicak yang lepas terus menggeliat? — Gerakan ekor mengalihkan perhatian pemangsa sehingga cicak sempat kabur.
- Apa perbedaan hewan beracun dan hewan berbisa? Sebutkan satu contoh masing-masing. — Hewan beracun berbahaya bila disentuh atau dimakan, misalnya bangkong kolong. Hewan berbisa menyuntikkan racun lewat gigitan atau sengatan, misalnya kobra Jawa atau kukang Jawa.
- Seorang teman berkata, "Bunglon itu kameleon dan selalu berubah warna untuk menyamar." Bagaimana kamu meluruskannya? — Bunglon Indonesia termasuk suku Agamidae, bukan kameleon sejati. Perubahan warna juga dapat berkaitan dengan sinyal, bukan hanya untuk menyamar; misalnya bunglon taman jantan berwarna kemerahan saat berbiak.
- Mengapa kita tidak boleh menarik ekor cicak atau memegang kodok dan ular? — Menarik ekor dapat membuat cicak kehilangan ekornya tanpa alasan. Kodok seperti bangkong kolong beracun dan banyak ular berbisa, sehingga kita bisa terluka.
Sumber dan pembaruan
2026-10-02
- Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025
- Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas VII (Edisi Revisi), Bab VI Ekologi dan Pelestarian Lingkungan, hlm. 171
- Animal Diversity Web: Manis javanica (trenggiling Sunda)
- BioEd Online (Baylor College of Medicine): Mimicry and Camouflage
- Animal Diversity Web: Hippocampus kuda (spotted seahorse)
- Scientific Reports (2017): Temporal dynamics of the mimetic allele frequency at the doublesex locus, which controls polymorphic Batesian mimicry in Papilio memnon butterflies
- The Reptile Database: Bronchocela jubata
- Animal Diversity Web: Chamaeleonidae (chameleons)
- Stuart-Fox & Moussalli (2008), PLoS Biology: Selection for social signalling drives the evolution of chameleon colour change
- The Reptile Database: Calotes versicolor
- Animal Diversity Web: Hemidactylus frenatus (cicak rumah)
- Emberts et al. (2017), Behavioral Ecology: Cut your losses: self-amputation of injured limbs increases survival (PMC)
- Cartilage and Muscle Cell Fate and Origins during Lizard Tail Regeneration (Frontiers in Bioengineering and Biotechnology, PMC)
- Animal Diversity Web: Hystricidae (landak Dunia Lama)
- Lee et al. (2013), Hemolytic activity of venom from crown-of-thorns starfish Acanthaster planci spines (PMC)
- Australian Museum: Venomous vs. Poisonous
- Natural History Museum (London): Bite or be bitten: What is the difference between poison and venom?
- Dufresnes et al. (2025), Nature Communications: Speciation and historical invasions of the Asian black-spined toad (PMC)
- The Reptile Database: Naja sputatrix (kobra Jawa)
- Barrett et al. (2021), Toxins: Risky Business: The Function of Play in a Venomous Mammal - The Javan Slow Loris (PMC)
- Animal Diversity Web: Hapalochlaena lunulata (gurita cincin biru)
- Animal Diversity Web: Paradoxurus hermaphroditus (musang luwak)
- Animal Diversity Web: Mydaus javanensis (teledu)
- Animal Diversity Web: Sepioteuthis lessoniana (cumi-cumi sirip besar)
- Animal Diversity Web: Octopus cyanea (gurita besar biru)
- Humphreys & Ruxton (2018), Behavioral Ecology and Sociobiology: A review of thanatosis (death feigning) as an anti-predator behaviour (PMC)
- Giri et al. (2020), Reptiles & Amphibians 27(2): Death-feigning behavior by Copper-headed Trinket Snakes, Coelognathus radiatus
- The Reptile Database: Coelognathus radiatus
PanduanHewan.org · Boleh diperbanyak untuk pembelajaran nonkomersial dengan atribusi.
https://panduanhewan.org/id/belajar/cara-hewan-melindungi-diri/