Jawaban singkat
Poin penting
- FIP disebabkan feline coronavirus yang bermutasi di dalam tubuh kucing; virus ini bukan virus Covid-19 dan tidak menular ke manusia.
- Feline coronavirus sangat umum dan menyebar terutama lewat tinja, tetapi hanya sebagian kecil kucing yang terinfeksi kemudian menderita FIP.
- Sekitar 80% kasus FIP terjadi pada kucing di bawah dua tahun, terutama yang berasal dari lingkungan dengan banyak kucing.
- Tidak ada satu tes pun yang bisa memastikan FIP; dokter hewan menggabungkan pemeriksaan fisik, tes darah, pencitraan, dan sampel cairan.
- FIP dulu hampir selalu fatal, tetapi pengobatan antivirus di bawah pengawasan dokter hewan kini dapat menyembuhkan sebagian besar kucing.
Kapan harus ke dokter hewan?
- Segera ke dokter hewan jika kucing sulit atau cepat bernapas, perutnya membesar, kejang, berjalan sempoyongan, atau gusinya menguning.
- Demam yang naik-turun, lemas, dan nafsu makan turun, terutama pada kucing muda.
- Berat badan turun, atau diare dan muntah yang berulang.
- Perubahan pada mata: keruh, merah, ada darah, atau kucing menyipitkan mata dan menghindari cahaya.
- Kucing tampak tidak seperti biasanya, dengan hari baik dan buruk yang silih berganti.
Hubungi dokter hewan atau klinik hewan terdekat. Situs ini tidak dapat menilai kondisi hewan Anda. Cara memilih dokter hewan
Dalam panduan ini (10)
Apa itu FIP pada kucing?
FIP (feline infectious peritonitis) adalah penyakit serius yang muncul ketika feline coronavirus bermutasi di dalam tubuh kucing dan sistem kekebalannya bereaksi dengan cara tertentu. Cornell Feline Health Center menjelaskan sebagian besar feline coronavirus hidup di saluran cerna dan biasanya tidak menimbulkan penyakit berarti, atau hanya diare ringan. Pada sebagian kucing, virus berubah sehingga dapat menginfeksi sel darah putih dan menyebar ke seluruh tubuh, memicu peradangan hebat di sekitar pembuluh darah. PDSA dan International Cat Care (ICC) menegaskan feline coronavirus berbeda dari virus Covid-19 dan tidak dapat menular ke manusia. Tulisan Universitas Airlangga juga menjelaskan FIP sebagai mutasi feline enteric coronavirus (FECV) menjadi virus FIP (FIPV).
Dasar informasi: Cornell Feline Health Center — Feline Infectious Peritonitis ↗ · PDSA — Feline infectious peritonitis (FIP) in cats ↗ · International Cat Care — Feline infectious peritonitis (FIP) ↗ · Universitas Airlangga — Tinjauan tentang Feline Infectious Peritonitis (FIP) ↗
Apakah FIP menular ke kucing lain?
Feline coronavirus mudah menular antarkucing, terutama lewat tinja di kotak pasir bersama, tetapi FIP sendiri diyakini tidak menular langsung. Cornell menjelaskan FIP berkembang pada masing-masing kucing setelah virus yang tertelan bermutasi; bentuk virus FIP diyakini tidak keluar lewat tinja, walaupun penelitian masih berlangsung. PDSA menyebut virus juga dapat menyebar lewat mangkuk makan dan saat kucing saling menjilat. Cornell memperkirakan 5–10% kucing yang terpapar kemudian menderita FIP, kadang berminggu-minggu hingga bertahun-tahun setelah paparan. ICC mencatat sekitar 80% kasus terjadi pada kucing di bawah dua tahun. Kucing ras, kucing yang baru mengalami stres seperti adopsi atau pindah rumah, dan kucing dari tempat padat seperti shelter atau cattery juga lebih berisiko.
Dasar informasi: Cornell Feline Health Center — Feline Infectious Peritonitis ↗ · PDSA — Feline infectious peritonitis (FIP) in cats ↗ · International Cat Care — Feline infectious peritonitis (FIP) ↗
Apa gejala FIP basah dan FIP kering?
Gejala awal FIP tidak khas, seperti demam naik-turun, lemas, nafsu makan turun, dan berat badan menurun; kemudian muncul bentuk basah, kering, atau campuran. PDSA menjelaskan gejala bisa muncul tiba-tiba atau hilang-timbul, dengan hari baik dan buruk. Pada FIP basah (efusif), cairan menumpuk di perut atau dada sehingga perut membesar dan kucing bisa sulit bernapas. Cornell mencatat bentuk basah biasanya berkembang relatif cepat. ICC menjelaskan banyak kucing mengalami kedua bentuk pada waktu berbeda, sehingga pemilik perlu memantau perubahan gejala.
Pada FIP kering (non-efusif), peradangan menyerang organ seperti ginjal, hati, mata, dan otak. Menurut PDSA dan Universitas Airlangga, tandanya antara lain gusi menguning, mata keruh atau berdarah, berjalan sempoyongan, tremor, kejang, perubahan perilaku, atau kebutaan. Laporan kasus di Madiun, Jawa Timur, yang dimuat ARSHI Veterinary Letters (IPB) menggambarkan kucing dengan FIP kering yang tidak mau makan, lemas, mengalami penyakit kuning, dan berat badannya turun drastis. Karena gejala ini juga dapat disebabkan banyak penyakit lain, hanya dokter hewan yang dapat menilai apakah FIP mungkin menjadi penyebabnya.
Dasar informasi: PDSA — Feline infectious peritonitis (FIP) in cats ↗ · Cornell Feline Health Center — Feline Infectious Peritonitis ↗ · International Cat Care — Feline infectious peritonitis (FIP) ↗ · Universitas Airlangga — Tinjauan tentang Feline Infectious Peritonitis (FIP) ↗ · ARSHI Veterinary Letters (Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB) — Peneguhan diagnosa feline infectious peritonitis pada kucing ↗
Bagaimana cara mengetahui kucing terkena FIP?
Tidak ada satu tes pun yang dapat memastikan FIP sendirian; diagnosis perlu dibuat dokter hewan dari gabungan beberapa pemeriksaan. Cornell menjelaskan hasil tes antibodi coronavirus yang positif hanya berarti kucing pernah terpapar coronavirus, bukan pasti menderita FIP. ICC juga menegaskan tes coronavirus positif tidak sama dengan penyakit FIP. Dokter hewan biasanya menggabungkan riwayat, pemeriksaan fisik, tes darah, pemeriksaan mata, rontgen atau USG, serta pemeriksaan cairan dari perut atau dada. Tes seperti PCR dapat mendeteksi materi genetik virus, tetapi Cornell mencatat tidak ada tes yang 100% akurat. Dalam laporan kasus ARSHI Veterinary Letters, dokter hewan di Madiun meneguhkan diagnosis dengan kombinasi tes darah, biokimia darah, dan PCR.
Dasar informasi: Cornell Feline Health Center — Feline Infectious Peritonitis ↗ · International Cat Care — Feline infectious peritonitis (FIP) ↗ · PDSA — Feline infectious peritonitis (FIP) in cats ↗ · ARSHI Veterinary Letters (Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB) — Peneguhan diagnosa feline infectious peritonitis pada kucing ↗ · Universitas Airlangga — Tinjauan tentang Feline Infectious Peritonitis (FIP) ↗
Apakah FIP kucing bisa disembuhkan?
Ya, banyak kucing kini bisa sembuh: FIP dulu hampir selalu fatal, tetapi penelitian beberapa tahun terakhir menunjukkan pengobatan antivirus menyembuhkan sebagian besar kucing. ICC menyebut studi menunjukkan antivirus efektif menyembuhkan lebih dari 85% kucing dengan FIP. Tanpa pengobatan, PDSA menyebut sebagian besar kucing mati dalam hitungan hari atau minggu setelah diagnosis. Pengobatan berlangsung beberapa minggu dan memerlukan pemeriksaan rutin, dan kekambuhan setelah pengobatan selesai dapat terjadi walaupun jarang. Tulisan Universitas Airlangga juga mencatat antivirus meningkatkan angka kelangsungan hidup, termasuk pada kucing dengan gejala saraf.
Ketersediaan resmi obat antivirus untuk FIP berbeda-beda antarnegara. ICC menjelaskan dokter hewan harus cukup yakin kucing menderita FIP sebelum memulai pengobatan, karena penggunaan antivirus pada kucing yang tidak menderita FIP dapat memicu resistansi virus. PDSA memperingatkan obat dari pasar gelap tidak diatur sehingga isi dan keamanannya tidak diketahui, dan menyarankan semua obat diperoleh melalui dokter hewan agar dosis dan pemantauannya tepat. Karena itu, jangan membeli atau memberikan obat FIP sendiri. Diskusikan pilihan pengobatan, biaya, dan pemantauan dengan dokter hewan Anda.
Dasar informasi: International Cat Care — Feline infectious peritonitis (FIP) ↗ · PDSA — Feline infectious peritonitis (FIP) in cats ↗ · Cornell Feline Health Center — Feline Infectious Peritonitis ↗ · Universitas Airlangga — Tinjauan tentang Feline Infectious Peritonitis (FIP) ↗
Bagaimana cara mencegah FIP pada kucing?
Belum ada cara pasti mencegah FIP, tetapi risikonya dapat dikurangi dengan kotak pasir yang bersih, kelompok kucing yang kecil, dan lingkungan yang minim stres. ICC dan PDSA menyarankan sedikitnya satu kotak pasir per kucing ditambah satu, dibersihkan setiap hari dan diletakkan jauh dari tempat makan dan minum. Hindari kepadatan: PDSA menyarankan idealnya tidak lebih dari empat kucing dalam satu rumah, dan Cornell menyarankan tidak lebih dari tiga kucing per ruangan. Vaksin FIP hanya tersedia di beberapa negara; Cornell menyebut efektivitasnya diragukan dan vaksin ini tidak direkomendasikan secara rutin. PDSA menyarankan kucing yang diduga atau dipastikan FIP dipisahkan dari kucing lain, dengan mangkuk dan kotak pasir sendiri.
Dasar informasi: International Cat Care — Feline infectious peritonitis (FIP) ↗ · PDSA — Feline infectious peritonitis (FIP) in cats ↗ · Cornell Feline Health Center — Feline Infectious Peritonitis ↗
Sumber & referensi
- Cornell Feline Health Center — Feline Infectious Peritonitis ↗
- PDSA — Feline infectious peritonitis (FIP) in cats ↗
- International Cat Care — Feline infectious peritonitis (FIP) ↗
- Universitas Airlangga — Tinjauan tentang Feline Infectious Peritonitis (FIP) ↗
- ARSHI Veterinary Letters (Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB) — Peneguhan diagnosa feline infectious peritonitis pada kucing ↗
Rujukan dapat berubah. Periksa tanggal dan konteks pada sumber asli.
Kutip halaman ini
PanduanHewan. (2026, 25 September). FIP kucing: penyebab, gejala, dan diagnosis. PanduanHewan.org. https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/fip-kucing/