Reptil laut yang menghubungkan padang lamun, perairan pesisir, dan pantai peneluran. Pemulihan global tidak menghapus ancaman yang dihadapi penyu di setiap lokasi.
PANDUANHEWAN · INDONESIA
Perbedaan penyu hijau dan penyu sisik
Apa bedanya penyu hijau (Chelonia mydas) dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata)? Perbandingan klasifikasi, ciri, sebaran, makanan, ukuran, status IUCN, dan perlindungan hukum dari sumber tercantum.
Penyu hijau (Chelonia mydas) dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata) sama-sama termasuk famili Cheloniidae, tetapi berbeda genus: penyu hijau termasuk genus Chelonia, sedangkan penyu sisik genus Eretmochelys. Wilayah di Indonesia — penyu hijau: Tersebar luas di perairan Indonesia, dari Aceh, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Barat hingga Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Papua; pantai peneluran antara lain Jamursba Medi (Papua), Sangalaki (Berau), Paloh (Sambas), Pangumbahan (Jawa Barat), Sukamade (Meru Betiri), dan Perancak (Bali); penyu sisik: Perairan karang di Indonesia, terutama di sekitar pulau-pulau kecil di Laut Jawa, Laut Flores, Selat Makassar, dan Selat Karimata.
Penyu berparuh runcing yang erat terkait terumbu karang. Perdagangan karapas, tangkapan sampingan, dan hilangnya habitat menghubungkan pilihan manusia dengan masa depannya.
Tabel perbedaan Penyu hijau dan Penyu sisik
| Aspek | Penyu hijau | Penyu sisik |
|---|---|---|
| Nama ilmiah | Chelonia mydas | Eretmochelys imbricata |
| Nama Inggris | Green turtle | Hawksbill turtle |
| Kelas | Reptilia | Reptilia |
| Ordo | Testudines | Testudines |
| Famili | Cheloniidae | Cheloniidae |
| Wilayah di Indonesia | Tersebar luas di perairan Indonesia, dari Aceh, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Barat hingga Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Papua; pantai peneluran antara lain Jamursba Medi (Papua), Sangalaki (Berau), Paloh (Sambas), Pangumbahan (Jawa Barat), Sukamade (Meru Betiri), dan Perancak (Bali) | Perairan karang di Indonesia, terutama di sekitar pulau-pulau kecil di Laut Jawa, Laut Flores, Selat Makassar, dan Selat Karimata |
| Endemik Indonesia | Tidak | Tidak |
| Ciri utama | — | Paruh runcing; sisik karapas bertumpuk |
| Ukuran | — | Panjang karapas: Hingga sekitar 1 m |
| Makanan | Terutama lamun dan alga | Spons laut |
| Jenis pemakan | herbivora (pemakan tumbuhan) | karnivora (pemakan daging) |
| Cara berkembang biak | bertelur (ovipar) | bertelur (ovipar) |
| Status IUCN | Risiko rendah (Least Concern) | Kritis (Critically Endangered) |
| Perlindungan hukum | Dilindungi (Permen LHK P.106/2018) | Dilindungi (Permen LHK P.106/2018) |
Setiap sel berasal dari data bersumber di halaman masing-masing hewan; sel kosong berarti data itu belum tersedia, bukan berarti sama atau tidak ada.
Cara membedakan
- Penyu sisik: Paruh runcing; sisik karapas bertumpuk.
Sumber
- WWF-Indonesia — Seagrass ecology ↗
- NOAA Fisheries — Green turtle biology and threats ↗
- IUCN-SSC Marine Turtle Specialist Group — Red List assessments ↗
- IUCN — Global marine turtle assessment, 2025 ↗
- Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi ↗
- Animal Diversity Web ↗
- Reptile Database ↗
- Green Sea Turtle (Chelonia mydas) - Texas Parks and Wildlife Department ↗
- Pavlin et al. 2015, Mass poisoning after consumption of a hawksbill turtle, Federated States of Micronesia, 2010 (Western Pac Surveill Response J) ↗
- GBIF Backbone Taxonomy (GBIF) ↗
- NOAA Fisheries — Hawksbill turtle ↗
- WWF — Hawksbill turtle ↗
- SEE Turtles — Too Rare To Wear ↗
- NOAA Fisheries — Viewing marine life ↗
- KKP — Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 66 Tahun 2025 (lampiran deskripsi) ↗
- SeaLifeBase ↗
Ingin melihat semua hewan?
Cari berdasarkan nama, habitat, atau pulau di direktori hewan.

