Untuk semua hewan. Untuk masa depan bersama.Sebuah inisiatif nirlaba

PANDUANHEWAN · INDONESIA

Perbedaan king kobra dan ular kobra Jawa

Apa bedanya king kobra (Ophiophagus bungarus) dan ular kobra Jawa (Naja sputatrix)? Perbandingan klasifikasi, ciri, sebaran, makanan, ukuran, status IUCN, dan perlindungan hukum dari sumber tercantum.

King kobra (Ophiophagus bungarus) dan ular kobra Jawa (Naja sputatrix) sama-sama termasuk famili Elapidae, tetapi berbeda genus: king kobra termasuk genus Ophiophagus, sedangkan ular kobra Jawa genus Naja. Wilayah di Indonesia — king kobra: Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, dan pulau-pulau sekitarnya; ular kobra Jawa: Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Lombok hingga Alor).

Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, dan pulau-pulau sekitarnya
Ophiophagus bungarus

King kobra Sunda (Ophiophagus bungarus) adalah ular berbisa pemakan ular di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali, dipisahkan dari O. hannah pada 2024.

Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Lombok hingga Alor)
Naja sputatrix

Ular kobra Jawa (Naja sputatrix) adalah kobra penyembur berbisa dari Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara yang sering masuk ke permukiman.

Tabel perbedaan King kobra dan Ular kobra Jawa

Perbandingan dua hewan
AspekKing kobraUlar kobra Jawa
Nama ilmiahOphiophagus bungarusNaja sputatrix
Nama InggrisSunda king cobraJavan spitting cobra
KelasReptiliaReptilia
OrdoSquamataSquamata
FamiliElapidaeElapidae
Wilayah di IndonesiaSumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, dan pulau-pulau sekitarnyaJawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Lombok hingga Alor)
Endemik IndonesiaTidakYa
Ciri utamaDewasa cokelat umumnya polos; anakan bergaris pucat 57–87 buahLeher memipih seperti sendok; dapat menyemburkan bisa
Ukuran—Rata-rata 130 cm, hingga 180 cm
MakananTerutama ular lain, termasuk ular jali, sanca, dan kobraTikus, kadal, katak, burung, dan ular lain
Jenis pemakankarnivora (pemakan daging)karnivora (pemakan daging)
Cara berkembang biakbertelur (ovipar)bertelur (ovipar)
Status IUCN—Risiko rendah (Least Concern)

Setiap sel berasal dari data bersumber di halaman masing-masing hewan; sel kosong berarti data itu belum tersedia, bukan berarti sama atau tidak ada.

Cara membedakan

  • King kobra: Dewasa cokelat umumnya polos; anakan bergaris pucat 57–87 buah.
  • Ular kobra Jawa: Leher memipih seperti sendok; dapat menyemburkan bisa.

Membedakan hewan tidak menggantikan menjaga jarak. Jangan mendekati, menangkap, atau memegang satwa liar; bila tergigit, segera ke fasilitas kesehatan.

Sumber

  1. European Journal of Taxonomy — Das et al. (2024), Taxonomic revision of the king cobra Ophiophagus hannah species complex ↗
  2. The Reptile Database — Ophiophagus bungarus ↗
  3. Mongabay — Four of a kind: King cobra is a quad of species, not one, study finds (2024) ↗
  4. Mongabay Indonesia — Ular King Cobra Resmi Dikelompokkan Menjadi Empat Spesies yang Berbeda (2024) ↗
  5. Mongabay Indonesia — Urusan King Kobra dan Kobra, Amir Hamidy Pakarnya (2020) ↗
  6. Media Konservasi — Khoerunisa, Kusrini & Mardiastuti (2021), Diversity of snake rescued from residential areas in Greater Jakarta Metropolitan Area ↗
  7. WHO Regional Office for South-East Asia — Guidelines for the management of snakebites, 2nd edition (2016) ↗
  8. Ecology Asia ↗
  9. Lim, Leong & Lim (2011) The king cobra, Ophiophagus hannah (Cantor) in Singapore. Nature in Singapore 4: 143-156, Lee Kong Chian Natural History Museum, National University of Singapore ↗
  10. WHO Regional Office for South-East Asia (2016), Guidelines for the management of snakebites, 2nd ed ↗
  11. GBIF Backbone Taxonomy (GBIF) ↗
  12. The Reptile Database — Naja sputatrix ↗
  13. Mongabay Indonesia — Ular Kobra Masuk Rumah Warga, Fenomena Apa? (2019) ↗
  14. PubMed — Tan, Wong & Tan (2017), Venomics of Naja sputatrix, the Javan spitting cobra ↗
  15. Wildlife Preservation Canada ↗
  16. Auffenberg, W. (1980) The herpetofauna of Komodo, with notes on adjacent areas. Bulletin of the Florida State Museum, Biological Sciences 25(2): 39-156 ↗

Ingin melihat semua hewan?

Cari berdasarkan nama, habitat, atau pulau di direktori hewan.

Buka direktori hewan