Untuk semua hewan. Untuk masa depan bersama.Sebuah inisiatif nirlaba

PANDUANHEWAN · INDONESIA

Perbedaan gajah Sumatera dan gajah Kalimantan

Apa bedanya gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) dan gajah Kalimantan (Elephas maximus borneensis)? Perbandingan klasifikasi, ciri, sebaran, makanan, ukuran, status IUCN, dan perlindungan hukum dari sumber tercantum.

Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) dan gajah Kalimantan (Elephas maximus borneensis) sama-sama termasuk spesies Elephas maximus, tetapi berbeda subspesies: gajah Sumatera termasuk subspesies Elephas maximus sumatranus, sedangkan gajah Kalimantan subspesies Elephas maximus borneensis. Wilayah di Indonesia — gajah Sumatera: Bentang alam berhutan di Sumatera; gajah Kalimantan: Kalimantan Utara (Nunukan, dekat perbatasan Sabah).

Bentang alam berhutan di Sumatera
Elephas maximus sumatranus

Herbivora besar yang memindahkan biji dan membentuk hutan. Konservasinya memerlukan ruang jelajah yang terhubung serta solusi bersama masyarakat di sekitar habitat.

Kalimantan Utara (Nunukan, dekat perbatasan Sabah)
Elephas maximus borneensis

Populasi gajah Asia di Kalimantan bagian utara dan Sabah. Perlindungannya bergantung pada bentang hutan lintas batas, jalur pergerakan, dan pengurangan konflik dengan manusia.

Tabel perbedaan Gajah Sumatera dan Gajah Kalimantan

Perbandingan dua hewan
AspekGajah SumateraGajah Kalimantan
Nama ilmiahElephas maximus sumatranusElephas maximus borneensis
Nama InggrisSumatran elephantBornean elephant
KelasMammaliaMammalia
OrdoProboscideaProboscidea
FamiliElephantidaeElephantidae
Wilayah di IndonesiaBentang alam berhutan di SumateraKalimantan Utara (Nunukan, dekat perbatasan Sabah)
Endemik IndonesiaYaTidak
MakananBeragam tumbuhan—
Jenis pemakanherbivora (pemakan tumbuhan)herbivora (pemakan tumbuhan)
Cara berkembang biakmelahirkan (vivipar)melahirkan (vivipar)
Status IUCNKritis (Critically Endangered)Genting (Endangered) — subspesies, penilaian 2024
Perlindungan hukumDilindungi (Permen LHK P.106/2018)Dilindungi (Permen LHK P.106/2018)

Setiap sel berasal dari data bersumber di halaman masing-masing hewan; sel kosong berarti data itu belum tersedia, bukan berarti sama atau tidak ada.

Sumber

  1. WWF — Sumatran elephant ↗
  2. Smithsonian’s National Zoo — Asian elephant ↗
  3. WWF-Indonesia — Coexistence through agroforestry ↗
  4. Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi ↗
  5. Mongabay — Only 1,325-1,648 wild elephants left in Indonesia, government says (Aug 2026) ↗
  6. Animal Diversity Web ↗
  7. Animal Diversity Web ↗
  8. IUCN SSC Asian Elephant Specialist Group ↗
  9. GBIF Backbone Taxonomy (GBIF) ↗
  10. WWF Indonesia — Elephant ↗
  11. WWF Indonesia — Bornean pygmy elephant range ↗
  12. WWF Indonesia — Bornean elephant factsheet ↗
  13. GBIF name match — Elephas maximus borneensis ↗
  14. Indonesia Travel — 10 endemic animals ↗
  15. IUCN — Bornean elephant Endangered (press release, 27 June 2024) ↗
  16. Handbook of the Mammals of the World, Vol. 2 Hoofed Mammals (Wilson & Mittermeier eds., Lynx Edicions 2011), Elephantidae: Elephas maximus account (Plazi treatment) ↗

Ingin melihat semua hewan?

Cari berdasarkan nama, habitat, atau pulau di direktori hewan.

Buka direktori hewan