Paket guru: Hewan berdarah panas dan berdarah dingin: endoterm dan ektoterm
Simpan berkas ini untuk dibuka tanpa internet. Untuk PDF/cetakan, gunakan Ctrl+P / ⌘P.
Panduan guru
Pengayaan
Bahan pelengkap buatan PanduanHewan; bukan modul resmi atau materi yang telah ditinjau guru ahli.
Tujuan
- Peserta didik dapat membedakan hewan endoterm dan ektoterm berdasarkan sumber panas tubuhnya.
- Peserta didik dapat menjelaskan mengapa istilah berdarah dingin kurang tepat dengan memberi contoh.
- Peserta didik dapat menjelaskan cara ektoterm dan endoterm mengatur suhu tubuh, dengan contoh hewan Indonesia.
- Peserta didik dapat memakai istilah endoterm, ektoterm, homoiterm, dan poikiloterm dengan tepat.
Bahan
- Kartu gambar hewan
- Diagram perpindahan panas
- Kertas dan alat tulis
- LKPD
Rencana waktu yang dapat disesuaikan
11 menit pengantar · 38 menit kegiatan · 14 menit diskusi · 7 menit refleksi (70 menit).
- Diagram suhu (20 menit): baca gambar kadal di tempat terkena matahari dan di tempat teduh; beri panah yang menunjukkan perpindahan panas.
- Model dalam gambar (20 menit): bandingkan diagram tubuh mamalia dengan dan tanpa lapisan rambut; jelaskan fungsi lapisan itu berdasarkan bacaan.
- Pengamatan dari jauh (15 menit): amati cicak, kadal, atau burung di sekitar sekolah tanpa mendekat atau menyentuh, lalu catat apakah hewan itu berada di tempat terkena matahari atau di tempat teduh.
- Kartu istilah (15 menit): peserta didik mencocokkan kartu endoterm, ektoterm, homoiterm, dan poikiloterm dengan arti dan contoh hewannya.
Rubrik formatif usulan
Guru dapat menyesuaikan. Nilai tiap kriteria 0 (belum terlihat), 1 (sebagian), atau 2 (jelas); total 0–6 bukan standar kelulusan resmi.
- Ketepatan konsep sesuai bacaan.
- Alasan didukung contoh atau bukti.
- Mampu memperbaiki jawaban dan menyebut hal yang belum pasti.
LKPD hewan berdarah panas dan berdarah dingin (dengan kunci jawaban)
Nama / kelas / tanggal (diisi di kertas):
Bacaan
Hewan berdarah panas (endoterm) menghasilkan panas tubuh dari metabolismenya sendiri, contohnya mamalia dan burung. Hewan berdarah dingin (ektoterm) terutama memakai panas dari lingkungan, contohnya ikan, amfibi, reptil, dan kebanyakan invertebrata. Darah ektoterm tidak selalu dingin, dan ektoterm tetap bisa mengatur suhu tubuhnya dengan perilaku.
- Endoterm (berdarah panas) membuat panas tubuh sendiri dari metabolisme; mamalia dan burung termasuk di dalamnya.
- Ektoterm (berdarah dingin) terutama memakai panas dari lingkungan; ikan, amfibi, reptil, dan kebanyakan invertebrata termasuk di dalamnya.
- Istilah berdarah dingin kurang tepat, karena darah ular atau komodo yang berjemur bisa hangat.
- Ektoterm mengatur suhu tubuh dengan perilaku: berjemur, berteduh, berendam, atau masuk ke liang.
- Endoterm butuh lebih banyak makanan daripada ektoterm yang ukurannya serupa, karena membuat panas tubuh memerlukan energi.
- Ada pengecualian, seperti penyu belimbing yang lebih hangat daripada air laut dan landak semut yang suhu tubuhnya rendah.
Kegiatan 1
Tulis apakah hewan ini endoterm (berdarah panas) atau ektoterm (berdarah dingin), lalu tulis satu cara hewan itu mendapatkan atau menjaga panas tubuhnya.
| Nama hewan | Jawabanmu |
|---|---|
| Orangutan sumatra | |
| Serak jawa (burung hantu) | |
| Dugong | |
| Komodo | |
| Buaya muara | |
| Hiu paus | |
| Bangkong kolong | |
| Penyu belimbing | |
| Landak semut moncong panjang | |
| Lebah madu asia | |
| Manusia |
Kegiatan 2
- Apa perbedaan utama hewan endoterm dan ektoterm?
- Mengapa istilah "berdarah dingin" kurang tepat? Berikan satu contoh.
- Sebutkan dua cara buaya mengatur suhu tubuhnya.
- Mengapa hewan endoterm perlu banyak makan?
- Sebutkan satu hewan yang tidak sesuai dengan pembagian berdarah panas dan berdarah dingin, lalu jelaskan.
Refleksi
Apa yang kamu rasakan dan lakukan saat cuaca sangat panas atau sangat dingin? Cara itu mirip hewan endoterm atau ektoterm?
Fakta mana yang paling mengubah pendapatmu tentang hewan berdarah dingin?
Mengapa kita sebaiknya hanya mengamati cicak, kadal, atau ular dari jauh?
Kunci jawaban — untuk guru
Pisahkan bagian ini dari salinan siswa. Nomor halaman bergantung pengaturan cetak.
Kegiatan 1
- Orangutan sumatra: Endoterm; panas dari metabolisme, rambut membantu menahan panas
- Serak jawa (burung hantu): Endoterm; membuat panas sendiri, suhu tubuhnya relatif tetap
- Dugong: Endoterm; mamalia laut yang membuat panas sendiri
- Komodo: Ektoterm; berjemur, lalu masuk ke liang saat sangat panas
- Buaya muara: Ektoterm; berendam saat panas, berjemur di batu saat dingin
- Hiu paus: Ektoterm; panas tubuhnya terutama dari lingkungan
- Bangkong kolong: Ektoterm; mengatur suhu dengan perilaku, misalnya memilih tempat
- Penyu belimbing: Ektoterm (reptil), tetapi lapisan lemak dan pembuluh penukar panas membuatnya lebih hangat dari air
- Landak semut moncong panjang: Endoterm (mamalia), tetapi suhu tubuhnya rendah (28–35 °C) dan tidak setetap mamalia lain
- Lebah madu asia: Ektoterm (poikiloterm) secara individu, tetapi bisa menghasilkan panas, misalnya saat membuat bola panas melawan tawon
- Manusia: Endoterm; berkeringat saat panas, menggigil saat dingin
Kegiatan 2
- Apa perbedaan utama hewan endoterm dan ektoterm? — Sumber panas tubuhnya. Endoterm membuat panas dari metabolisme; ektoterm terutama memakai panas dari lingkungan.
- Mengapa istilah "berdarah dingin" kurang tepat? Berikan satu contoh. — Karena suhu tubuh ektoterm dapat menjadi hangat. Contohnya ular yang berjemur; komodo juga mengatur suhu dengan berpindah antara tempat terbuka dan liang.
- Sebutkan dua cara buaya mengatur suhu tubuhnya. — Berendam di air saat kepanasan, dan berjemur di atas batu saat kedinginan. Buaya juga sering membuka mulut (gaping), yang memperlambat naiknya suhu kepala.
- Mengapa hewan endoterm perlu banyak makan? — Karena membuat dan mengatur panas tubuh sendiri memerlukan banyak energi, dan energi itu berasal dari makanan.
- Sebutkan satu hewan yang tidak sesuai dengan pembagian berdarah panas dan berdarah dingin, lalu jelaskan. — Contoh: penyu belimbing (reptil yang tubuhnya lebih hangat dari air laut), ikan opah (ikan yang seluruh tubuhnya hangat), atau landak semut (mamalia bersuhu tubuh 28–35 °C).
Sumber dan pembaruan
2026-10-02
- Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025
- Animal Diversity Web (University of Michigan): glossary entry "endothermic", Pongo abelii account
- Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas IX (Edisi Revisi 2025), Bab 1
- Animal Diversity Web (University of Michigan): glossary entry "ectothermic", Crocodylus porosus account
- Animal Diversity Web: Felis catus (Other Physical Features)
- Animal Diversity Web: Hemidactylus frenatus (Other Physical Features)
- University of North Georgia, Tumbling Creek project: Reptiles & Amphibians
- Rice University, OpenStax — Biology 2e, 33.3 Homeostasis
- Lewicka et al. (2024), Biological Significance of the Komodo Dragon's Tail, Animals (PMC)
- Ariefiandy et al. (2013), Can camera traps monitor Komodo dragons a large ectothermic predator? PLoS ONE (PMC)
- KBBI VI Daring (Badan Bahasa, Kemendikdasmen): endoterm
- KBBI VI Daring (Badan Bahasa, Kemendikdasmen): homoiterm
- KBBI VI Daring (Badan Bahasa, Kemendikdasmen): homoiotermal
- KBBI VI Daring (Badan Bahasa, Kemendikdasmen): ektoterm
- KBBI VI Daring (Badan Bahasa, Kemendikdasmen): poikiloterm
- Animal Diversity Web: Mammalia
- Animal Diversity Web: Varanus komodoensis
- Animal Diversity Web: Pteropus vampyrus
- Animal Diversity Web: Helarctos malayanus (Other Physical Features)
- Animal Diversity Web: Columba livia (Other Physical Features)
- UC Museum of Paleontology (Berkeley): The Hall of Mammals
- Animal Diversity Web: Birgus latro (Other Physical Features)
- Animal Diversity Web: Orcaella brevirostris (Other Physical Features)
- Animal Diversity Web: Tyto alba (Other Physical Features)
- Animal Diversity Web: Dugong dugon (Other Physical Features)
- Animal Diversity Web: Rhincodon typus (Other Physical Features)
- Animal Diversity Web: Duttaphrynus melanostictus (Other Physical Features)
- Animal Diversity Web: Acanthaster planci (Other Physical Features)
- Spotila, Terpin & Dodson (1977), Mouth gaping as an effective thermoregulatory device in alligators, Nature 265
- AmphibiaWeb (UC Berkeley): Amphibian introduction
- Animal Diversity Web: Aves
- Animal Diversity Web: Dermochelys coriacea
- NOAA Fisheries: Warm blood makes opah an agile predator
- Animal Diversity Web: Zaglossus bruijni
- Ono et al. (1995), Unusual thermal defence by a honeybee against mass attack by hornets, Nature 377
PanduanHewan.org · Boleh diperbanyak untuk pembelajaran nonkomersial dengan atribusi.
https://panduanhewan.org/id/belajar/hewan-berdarah-panas-dan-berdarah-dingin/