# Ular welang

> Ular welang (Bungarus fasciatus) adalah krait berbisa neurotoksik dengan belang hitam-kuning melingkar penuh, di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali.

Sumber: https://panduanhewan.org/id/spesies/ular-welang/ · Diperbarui 25 September 2026 · Bahasa Indonesia · English: https://panduanhewan.org/en/species/banded-krait/
_Mirror Markdown ini dibuat saat build dari data yang sama dengan halaman HTML. Kutip URL halaman HTML beserta tanggal pembaruannya._

**Status tinjauan:** Disusun dan diperiksa terhadap sumber tercantum; belum ditinjau pakar.

## Jawaban singkat

Ular welang (*Bungarus fasciatus*) adalah reptil dari famili Elapidae. Dalam Daftar Merah IUCN, statusnya Risiko rendah (Least Concern).

| Fakta | Nilai |
|---|---|
| Nama ilmiah | *Bungarus fasciatus* |
| Nama Inggris | Banded krait |
| Kelompok | Reptil |
| Famili | Elapidae |
| Wilayah di Indonesia | Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali |
| Habitat terkait | [Hutan Hujan Tropis](https://panduanhewan.org/id/habitat/hutan-hujan-tropis/), [Lahan Basah Air Tawar](https://panduanhewan.org/id/habitat/lahan-basah-air-tawar/), [Habitat Perkotaan](https://panduanhewan.org/id/habitat/perkotaan/) |
| Makanan | Ular lain, kadal, dan mamalia kecil |
| Sebaran di Indonesia | Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali |
| Ciri utama | Belang melingkar hingga perut; tubuh bersegi tiga |
| Panjang tubuh | Hingga 225 cm |
| Nama lain | Banded krait (bahasa Inggris) |
| Bahaya bagi manusia | Bisa neurotoksik; kasus gigitan sangat jarang tercatat |
| Status IUCN | Risiko rendah (Least Concern) · [IUCN Red List (via GBIF)](https://www.gbif.org/species/5226830) · diperiksa 25 September 2026 |

## Apa itu ular welang?

Ular welang (Bungarus fasciatus) adalah krait berbisa dari suku Elapidae dengan belang hitam dan kuning, atau hitam dan putih, yang melingkari seluruh tubuh. Menurut Perhimpunan Herpetologi Indonesia, kepalanya bermotif seperti huruf V dan penampang tubuhnya bersegi tiga. Pedoman WHO mencatat ujung ekornya tumpul. Welang dapat mencapai panjang 2,25 meter. Kajian genetik 2023 menemukan setidaknya tiga garis keturunan dalam B. fasciatus; populasi Jawa dan pulau-pulau Sunda Besar membentuk garis keturunan Sunda yang status taksonominya masih perlu dikaji. Welang paling sering tertukar dengan ular weling (Bungarus candidus), yang perutnya putih polos.

Dasar informasi: [Perhimpunan Herpetologi Indonesia — Ular Welang (Bungarus fasciatus) (salinan arsip Wayback Machine, April 2026)](https://web.archive.org/web/20260411151324/http://perhimpunanherpetologi.com/ular-welang-bungarus-fasciatus-schneider-1801-banded-krait/) · [WHO Regional Office for South-East Asia — Guidelines for the management of snakebites, 2nd edition (2016)](https://cdn.who.int/media/docs/default-source/searo/india/health-topic-pdf/who-guidance-on-management-of-snakebites.pdf) · [Scientific Reports — Biakzuala et al. (2023), Molecular phylogeny reveals distinct evolutionary lineages of the banded krait](https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9899266/)

## Di mana ular welang hidup?

Di Indonesia, ular welang tercatat di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali. Perhimpunan Herpetologi Indonesia menyebut habitatnya beragam, mulai dari hutan, permukiman, hingga habitat terganggu, pada ketinggian 20–2.300 m dpl, dengan preferensi daerah terbuka yang dekat sumber air. Catatan dari lereng selatan Gunung Merapi, Yogyakarta, dilaporkan pada 2013. Studi telemetri di kawasan persawahan Thailand menemukan welang memilih berlindung pada siang hari di tepi saluran air dan pematang sawah, serta menghindari lahan monokultur yang rutin diolah. Di luar Indonesia, sebarannya membentang dari India dan Nepal hingga Tiongkok selatan dan Semenanjung Malaya.

Dasar informasi: [The Reptile Database — Bungarus fasciatus](https://reptile-database.reptarium.cz/species?genus=Bungarus&species=fasciatus) · [Perhimpunan Herpetologi Indonesia — Ular Welang (Bungarus fasciatus) (salinan arsip Wayback Machine, April 2026)](https://web.archive.org/web/20260411151324/http://perhimpunanherpetologi.com/ular-welang-bungarus-fasciatus-schneider-1801-banded-krait/) · [The Herpetological Bulletin — Knierim et al. (2019), Spatial ecology study reveals nest attendance and habitat preference of banded kraits](https://www.thebhs.org/publications/the-herpetological-bulletin/issue-number-150-winter-2019/2008-03-spatial-ecology-study-reveals-nest-attendance-and-habitat-preference-of-banded-kraits-i-bungarus-fasciatus-i)

## Ular welang makan apa?

Ular welang memangsa ular lain, kadal, dan mamalia kecil, menurut Perhimpunan Herpetologi Indonesia yang merujuk buku panduan Cox dan rekan (1998). Welang aktif pada malam hari dan berburu di permukaan tanah. Pedoman WHO menjelaskan bahwa krait, kelompok genus Bungarus, kadang masuk ke rumah pada malam hari untuk mencari mangsa berupa ular lain, kadal, katak, dan tikus. Kebiasaan ini membuat pertemuan dengan manusia bisa terjadi di dalam atau di sekitar rumah. Nama genus Bungarus berasal dari kata Telugu bangaru yang berarti emas, merujuk pada belang kuning ular welang.

Dasar informasi: [Perhimpunan Herpetologi Indonesia — Ular Welang (Bungarus fasciatus) (salinan arsip Wayback Machine, April 2026)](https://web.archive.org/web/20260411151324/http://perhimpunanherpetologi.com/ular-welang-bungarus-fasciatus-schneider-1801-banded-krait/) · [WHO Regional Office for South-East Asia — Guidelines for the management of snakebites, 2nd edition (2016)](https://cdn.who.int/media/docs/default-source/searo/india/health-topic-pdf/who-guidance-on-management-of-snakebites.pdf) · [The Reptile Database — Bungarus fasciatus](https://reptile-database.reptarium.cz/species?genus=Bungarus&species=fasciatus)

## Bagaimana ular welang berkembang biak?

Ular welang bertelur, sekitar 4–14 butir menurut Perhimpunan Herpetologi Indonesia, dan induk betina tinggal bersama telurnya hingga menetas. Perilaku menjaga sarang ini dikonfirmasi studi telemetri Knierim dan rekan (2019) di Thailand. Dua betina yang dilacak dengan pemancar radio mengurangi pergerakan saat menjaga sarang di satu kompleks liang yang sama, dan 15 anakan teramati keluar dari sarang itu. Dalam studi yang sama, tiga welang dewasa memiliki wilayah jelajah rata-rata sekitar 21 hektare dan berpindah rata-rata sekitar 47 meter antartempat berlindung. Para peneliti menyarankan kajian lanjutan tentang reproduksi welang.

Dasar informasi: [Perhimpunan Herpetologi Indonesia — Ular Welang (Bungarus fasciatus) (salinan arsip Wayback Machine, April 2026)](https://web.archive.org/web/20260411151324/http://perhimpunanherpetologi.com/ular-welang-bungarus-fasciatus-schneider-1801-banded-krait/) · [The Herpetological Bulletin — Knierim et al. (2019), Spatial ecology study reveals nest attendance and habitat preference of banded kraits](https://www.thebhs.org/publications/the-herpetological-bulletin/issue-number-150-winter-2019/2008-03-spatial-ecology-study-reveals-nest-attendance-and-habitat-preference-of-banded-kraits-i-bungarus-fasciatus-i)

## Apakah ular welang berbahaya?

Ular welang berbisa tinggi dan berpotensi mematikan, tetapi kasus gigitannya pada manusia sangat jarang tercatat. Bisanya bersifat neurotoksik, yaitu menyerang saraf. WHO memasukkan welang ke kategori 2 (kepentingan medis sekunder) di Indonesia dan mencatat belum ada kasus gigitan welang yang diketahui di negara ini. Pedoman WHO yang sama menyebut welang jarang, bahkan mungkin tidak pernah, menggigit manusia. Sebaliknya, kematian akibat gigitan kerabatnya, ular weling, pernah dilaporkan di Jawa. Karena bisanya kuat, welang tetap tidak boleh dipegang. Jika tergigit, segera cari pertolongan medis di fasilitas kesehatan.

Dasar informasi: [WHO Regional Office for South-East Asia — Guidelines for the management of snakebites, 2nd edition (2016)](https://cdn.who.int/media/docs/default-source/searo/india/health-topic-pdf/who-guidance-on-management-of-snakebites.pdf) · [Perhimpunan Herpetologi Indonesia — Ular Welang (Bungarus fasciatus) (salinan arsip Wayback Machine, April 2026)](https://web.archive.org/web/20260411151324/http://perhimpunanherpetologi.com/ular-welang-bungarus-fasciatus-schneider-1801-banded-krait/)

## Apa yang harus dilakukan jika bertemu ular welang?

Jika bertemu ular welang, jaga jarak, jangan menangkap, memegang, atau membunuhnya, dan minta bantuan petugas terlatih seperti Damkar. Biarkan ular pergi sendiri; ular lebih suka menghindari manusia jika diberi kesempatan. Di Jabodetabek, dinas pemadam kebakaran termasuk lembaga yang menangani laporan ular di permukiman, walau welang hanya tercatat dua kali dalam data 2015–2019. Karena krait aktif pada malam hari, WHO menyarankan kewaspadaan ekstra pada malam hari, setelah hujan, dan saat banjir, serta memakai penerangan ketika berjalan di luar. Welang berstatus Risiko Rendah (Least Concern) dalam Daftar Merah IUCN.

Dasar informasi: [Media Konservasi — Khoerunisa, Kusrini & Mardiastuti (2021), Diversity of snake rescued from residential areas in Greater Jakarta Metropolitan Area](https://journal.ipb.ac.id/index.php/konservasi/article/view/34956) · [WHO Regional Office for South-East Asia — Guidelines for the management of snakebites, 2nd edition (2016)](https://cdn.who.int/media/docs/default-source/searo/india/health-topic-pdf/who-guidance-on-management-of-snakebites.pdf) · [Scientific Reports — Biakzuala et al. (2023), Molecular phylogeny reveals distinct evolutionary lineages of the banded krait](https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9899266/)

## Pertanyaan umum tentang ular welang

### Apa nama latin ular welang?

Nama latin atau nama ilmiah ular welang adalah *Bungarus fasciatus*, dari famili Elapidae. Dalam bahasa Inggris, hewan ini disebut Banded krait.

### Di mana ular welang dapat ditemukan di Indonesia?

Di Indonesia, panduan ini mencatat ular welang di wilayah berikut: Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali.

Habitat terkait yang didukung sumber: [Hutan Hujan Tropis](https://panduanhewan.org/id/habitat/hutan-hujan-tropis/), [Lahan Basah Air Tawar](https://panduanhewan.org/id/habitat/lahan-basah-air-tawar/), [Habitat Perkotaan](https://panduanhewan.org/id/habitat/perkotaan/).

### Ular welang makan apa?

Pola makan ular welang: ular lain, kadal, dan mamalia kecil.

### Apa status konservasi ular welang?

Dalam Daftar Merah IUCN, ular welang masuk kategori Risiko rendah (Least Concern): spesies ini belum memenuhi kriteria kategori terancam pada penilaian global. Sumber: [IUCN Red List (via GBIF)](https://www.gbif.org/species/5226830), diperiksa 25 September 2026.

Status global ini berbeda dari status perlindungan hukum di Indonesia. Untuk memastikan apakah ular welang termasuk satwa dilindungi, periksa daftar jenis [satwa dilindungi](https://panduanhewan.org/id/glosarium/#satwa-dilindungi) yang berlaku atau hubungi [BKSDA](https://panduanhewan.org/id/bksda/) (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) setempat.

## Sumber & referensi

1. [The Reptile Database — Bungarus fasciatus](https://reptile-database.reptarium.cz/species?genus=Bungarus&species=fasciatus)
2. [Perhimpunan Herpetologi Indonesia — Ular Welang (Bungarus fasciatus) (salinan arsip Wayback Machine, April 2026)](https://web.archive.org/web/20260411151324/http://perhimpunanherpetologi.com/ular-welang-bungarus-fasciatus-schneider-1801-banded-krait/)
3. [The Herpetological Bulletin — Knierim et al. (2019), Spatial ecology study reveals nest attendance and habitat preference of banded kraits](https://www.thebhs.org/publications/the-herpetological-bulletin/issue-number-150-winter-2019/2008-03-spatial-ecology-study-reveals-nest-attendance-and-habitat-preference-of-banded-kraits-i-bungarus-fasciatus-i)
4. [Scientific Reports — Biakzuala et al. (2023), Molecular phylogeny reveals distinct evolutionary lineages of the banded krait](https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9899266/)
5. [WHO Regional Office for South-East Asia — Guidelines for the management of snakebites, 2nd edition (2016)](https://cdn.who.int/media/docs/default-source/searo/india/health-topic-pdf/who-guidance-on-management-of-snakebites.pdf)
6. [Media Konservasi — Khoerunisa, Kusrini & Mardiastuti (2021), Diversity of snake rescued from residential areas in Greater Jakarta Metropolitan Area](https://journal.ipb.ac.id/index.php/konservasi/article/view/34956)

## Lanjutkan penjelajahan

- [Ular weling](https://panduanhewan.org/id/spesies/ular-weling/)
- [Biawak Papua](https://panduanhewan.org/id/spesies/biawak-papua/)
- [Buaya senyulong](https://panduanhewan.org/id/spesies/buaya-senyulong/)
- [Hemidactylus frenatus](https://panduanhewan.org/id/spesies/hemidactylus-frenatus/)
- [Hutan Hujan Tropis](https://panduanhewan.org/id/habitat/hutan-hujan-tropis/)
- [Lahan Basah Air Tawar](https://panduanhewan.org/id/habitat/lahan-basah-air-tawar/)
- [King kobra](https://panduanhewan.org/id/spesies/king-kobra/)
- [Ular kobra Jawa](https://panduanhewan.org/id/spesies/ular-kobra-jawa/)

---

Kutip: PanduanHewan. (2026). Ular welang. PanduanHewan.org. https://panduanhewan.org/id/spesies/ular-welang/
