# Perbedaan penyu hijau dan penyu sisik

> Apa bedanya penyu hijau (Chelonia mydas) dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata)? Perbandingan klasifikasi, ciri, sebaran, makanan, ukuran, status IUCN, dan perlindungan hukum dari sumber tercantum.

Sumber: https://panduanhewan.org/id/spesies/perbedaan/penyu-hijau-dan-penyu-sisik/ · Diperbarui 1 Oktober 2026 · Bahasa Indonesia · English: https://panduanhewan.org/en/species/differences/green-turtle-vs-hawksbill-turtle/
_Mirror Markdown ini dibuat saat build dari data yang sama dengan halaman HTML. Kutip URL halaman HTML beserta tanggal pembaruannya._

Penyu hijau (Chelonia mydas) dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata) sama-sama termasuk famili Cheloniidae, tetapi berbeda genus: penyu hijau termasuk genus Chelonia, sedangkan penyu sisik genus Eretmochelys. Wilayah di Indonesia — penyu hijau: Tersebar luas di perairan Indonesia, dari Aceh, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Barat hingga Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Papua; pantai peneluran antara lain Jamursba Medi (Papua), Sangalaki (Berau), Paloh (Sambas), Pangumbahan (Jawa Barat), Sukamade (Meru Betiri), dan Perancak (Bali); penyu sisik: Perairan karang di Indonesia, terutama di sekitar pulau-pulau kecil di Laut Jawa, Laut Flores, Selat Makassar, dan Selat Karimata.

| Aspek | [Penyu hijau](https://panduanhewan.org/id/spesies/penyu-hijau/) | [Penyu sisik](https://panduanhewan.org/id/spesies/penyu-sisik/) |
|---|---|---|
| Nama ilmiah | Chelonia mydas | Eretmochelys imbricata |
| Nama Inggris | Green turtle | Hawksbill turtle |
| Kelas | Reptilia | Reptilia |
| Ordo | Testudines | Testudines |
| Famili | Cheloniidae | Cheloniidae |
| Wilayah di Indonesia | Tersebar luas di perairan Indonesia, dari Aceh, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Barat hingga Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Papua; pantai peneluran antara lain Jamursba Medi (Papua), Sangalaki (Berau), Paloh (Sambas), Pangumbahan (Jawa Barat), Sukamade (Meru Betiri), dan Perancak (Bali) | Perairan karang di Indonesia, terutama di sekitar pulau-pulau kecil di Laut Jawa, Laut Flores, Selat Makassar, dan Selat Karimata |
| Endemik Indonesia | Tidak | Tidak |
| Ciri utama | — | Paruh runcing; sisik karapas bertumpuk |
| Ukuran | — | Panjang karapas: Hingga sekitar 1 m |
| Makanan | Terutama lamun dan alga | Spons laut |
| Jenis pemakan | herbivora (pemakan tumbuhan) | karnivora (pemakan daging) |
| Cara berkembang biak | bertelur (ovipar) | bertelur (ovipar) |
| Status IUCN | Risiko rendah (Least Concern) | Kritis (Critically Endangered) |
| Perlindungan hukum | Dilindungi (Permen LHK P.106/2018) | Dilindungi (Permen LHK P.106/2018) |

Setiap sel berasal dari data bersumber di halaman masing-masing hewan.
