# Kukang sunda

> Kukang sunda (Nycticebus coucang) adalah primata malam yang lambat dan berbisa di Sumatera, terancam perdagangan hewan peliharaan, dan dilindungi.

Sumber: https://panduanhewan.org/id/spesies/kukang-sunda/ · Diperbarui 25 September 2026 · Bahasa Indonesia · English: https://panduanhewan.org/en/species/sunda-slow-loris/
_Mirror Markdown ini dibuat saat build dari data yang sama dengan halaman HTML. Kutip URL halaman HTML beserta tanggal pembaruannya._

**Status tinjauan:** Disusun dan diperiksa terhadap sumber tercantum; belum ditinjau pakar.

## Jawaban singkat

Kukang sunda (*Nycticebus coucang*) adalah mamalia dari famili Lorisidae. Dalam Daftar Merah IUCN, statusnya Genting (Endangered).

| Fakta | Nilai |
|---|---|
| Nama ilmiah | *Nycticebus coucang* |
| Nama Inggris | Sunda slow loris |
| Kelompok | Mamalia |
| Famili | Lorisidae |
| Wilayah di Indonesia | Sumatera, Kepulauan Riau, dan Kepulauan Natuna |
| Habitat terkait | [Hutan Hujan Tropis](https://panduanhewan.org/id/habitat/hutan-hujan-tropis/) |
| Makanan | Getah pohon, nektar, buah; kadang serangga, siput, dan telur |
| Sebaran di Indonesia | Sumatera, Batam, Galang, dan Kepulauan Natuna |
| Ciri utama | Mata besar, garis putih di antara mata, gerak lambat |
| Bahaya bagi manusia | Gigitan berbisa; dapat memicu syok anafilaksis |
| Nama lain | Kukang sumatera, kukang, malu-malu, greater slow loris |
| Status perlindungan di Indonesia | Dilindungi (Permen LHK P.106/2018) |
| Status IUCN | Genting (Endangered) · [IUCN Red List (via GBIF)](https://www.gbif.org/species/2436629) · diperiksa 25 September 2026 |

## Apa itu kukang sunda?

Kukang sunda (Nycticebus coucang), yang di Indonesia sering disebut kukang sumatera, adalah primata kecil berbisa yang aktif malam dan bergerak lambat. Menurut Animal Diversity Web, panjangnya 27–38 cm dan beratnya sekitar 600–685 g. Bulunya cokelat muda dengan garis gelap di punggung, dan ada garis putih di antara kedua matanya yang besar. Ekornya hanya berupa tonjolan kecil yang tersembunyi di balik bulu. Dulu N. coucang juga mencakup kukang jawa, kukang kalimantan, dan kukang bangka, yang kini diakui sebagai spesies terpisah. Mammal Diversity Database juga memisahkan kukang Sumatera bagian utara sebagai Nycticebus hilleri, dan mencatat status IUCN kukang sunda sebagai Genting (Endangered).

Dasar informasi: [Animal Diversity Web — Nycticebus coucang (Sunda slow loris)](https://animaldiversity.org/accounts/Nycticebus_coucang/) · [Mammal Diversity Database (ASM) — Nycticebus coucang, Malaysian (Sunda) Slow Loris](https://www.mammaldiversity.org/taxon/1001064/) · [Mammal Diversity Database (ASM) — Nycticebus hilleri, Hiller's Slow Loris](https://www.mammaldiversity.org/taxon/1001065/)

## Di mana kukang sunda hidup?

Di Indonesia, kukang sunda hidup di Sumatera serta beberapa pulau di sekitarnya, seperti Batam dan Galang di Kepulauan Riau dan Bunguran di Natuna. Di luar Indonesia, sebarannya mencakup Semenanjung Malaysia, Thailand selatan, dan Singapura. Menurut Animal Diversity Web, kukang ini terutama menghuni hutan tropis dataran rendah primer dan sekunder hingga ketinggian 1.300 m, termasuk hutan rawa gambut dan hutan bekas tebangan. Kukang bergantung pada tajuk pohon yang bersambung untuk berpindah. Di Lampung, BKSDA melepasliarkan kukang sumatera yang telah direhabilitasi di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dan hutan Batutegi.

Dasar informasi: [Animal Diversity Web — Nycticebus coucang (Sunda slow loris)](https://animaldiversity.org/accounts/Nycticebus_coucang/) · [Mammal Diversity Database (ASM) — Nycticebus coucang, Malaysian (Sunda) Slow Loris](https://www.mammaldiversity.org/taxon/1001064/) · [Mongabay Indonesia — Mewaspadai Perdagangan Ilegal Kukang di Media Sosial (2020)](https://www.mongabay.co.id/2020/08/30/mewaspadai-perdagangan-ilegal-kukang-di-media-sosial/)

## Kukang sunda makan apa?

Kukang sunda makan getah dan cairan pohon, nektar, dan buah, serta sesekali serangga, siput, dan telur burung. Menurut Animal Diversity Web, kira-kira sepertiga makanannya berupa getah, sepertiga lagi nektar dan bagian tumbuhan penghasil nektar, dan sekitar seperempat buah. Kukang memakai sisir gigi di rahang bawah untuk mengerok getah dari kulit pohon. ADW juga mencatat bahwa kukang yang giginya dicabut tidak bisa lagi dikembalikan ke alam. International Animal Rescue melaporkan bahwa kukang peliharaan sering diberi pakan yang tidak sesuai, sehingga menjadi gemuk dan menderita infeksi, diabetes, atau penyakit tulang.

Dasar informasi: [Animal Diversity Web — Nycticebus coucang (Sunda slow loris)](https://animaldiversity.org/accounts/Nycticebus_coucang/) · [International Animal Rescue — The Truth Behind the Slow Loris Pet Trade](https://www.internationalanimalrescue.org/truth-behind-slow-loris-pet-trade)

## Apakah kukang sunda berbisa?

Ya, kukang termasuk sedikit mamalia berbisa: cairan kelenjar di bagian dalam siku bercampur dengan air liur, lalu bisanya disalurkan lewat gigitan. Menurut tinjauan Nekaris dan rekan (2013), kukang yang merasa terancam mengangkat kedua lengan ke atas kepala, mendekatkan mulut ke kelenjar brakial, lalu menggigit atau mengoleskan campurannya ke kepala. Gigitan kukang jarang terjadi, tetapi International Animal Rescue menyebutnya sangat menyakitkan dan dapat memicu syok anafilaksis, bahkan kematian pada manusia. Jika tergigit, segera cari pertolongan medis di fasilitas kesehatan. Jangan menangkap, memegang, atau memelihara kukang.

Dasar informasi: [Journal of Venomous Animals and Toxins including Tropical Diseases — Nekaris et al. (2013), Mad, bad and dangerous to know: the biochemistry, ecology and evolution of slow loris venom](https://jvat.biomedcentral.com/articles/10.1186/1678-9199-19-21) · [International Animal Rescue — The Truth Behind the Slow Loris Pet Trade](https://www.internationalanimalrescue.org/truth-behind-slow-loris-pet-trade) · [Animal Diversity Web — Nycticebus coucang (Sunda slow loris)](https://animaldiversity.org/accounts/Nycticebus_coucang/)

## Mengapa kukang diperdagangkan dan apa masalah video kukang digelitik?

Kukang diburu untuk dijual sebagai hewan peliharaan karena tampak lucu, dan video kukang ‘digelitik’ di internet ikut mendorong permintaan itu. Studi Nekaris dan rekan (2013) di PLOS ONE menganalisis 12.411 komentar pada video viral seekor kukang kerdil peliharaan di Rusia yang digelitik; pada bulan-bulan awal, seperempat komentator ingin memelihara kukang. Menurut International Animal Rescue, kukang yang mengangkat lengan seperti itu sebenarnya ketakutan dan bersikap bertahan. Sebelum dijual, gigi kukang sering dipotong dengan tang atau gunting kuku tanpa bius. IAR Indonesia mencatat 353 grup Facebook yang menawarkan sekitar 4.089 kukang pada 2012–2019.

Dasar informasi: [PLOS ONE — Nekaris et al. (2013), Tickled to death: analysing public perceptions of ‘cute’ videos of threatened species (slow lorises) on Web 2.0 sites](https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0069215) · [International Animal Rescue — The Truth Behind the Slow Loris Pet Trade](https://www.internationalanimalrescue.org/truth-behind-slow-loris-pet-trade) · [Mongabay Indonesia — Mewaspadai Perdagangan Ilegal Kukang di Media Sosial (2020)](https://www.mongabay.co.id/2020/08/30/mewaspadai-perdagangan-ilegal-kukang-di-media-sosial/)

## Apa yang harus dilakukan jika menemukan kukang?

Jika menemukan kukang di sekitar rumah, jangan memegang, menangkap, atau memeliharanya; jaga jarak dan laporkan ke BKSDA atau petugas taman nasional terdekat. Nycticebus coucang tercantum sebagai satwa dilindungi dalam Permen LHK P.106/2018, dan semua kukang masuk Apendiks I CITES sejak 2007. Di Lampung, warga dan petugas PLN, yang sering menemukan kukang di gardu listrik, menyerahkannya kepada BKSDA untuk direhabilitasi dan dilepasliarkan. Jangan membeli kukang. Menurut Nekaris dan rekan, kukang hanya melahirkan satu anak setiap satu sampai dua tahun dan jarang berhasil ditangkarkan, sehingga kukang yang dijual kemungkinan besar diambil dari alam.

Dasar informasi: [JDIH Kemenko Infrastruktur — Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (PDF)](https://jdih.kemenkoinfra.go.id/cfind/source/files/permen-lhk/permenlhk-nomor-p.106-tahun-2018.pdf) · [Mongabay Indonesia — Mewaspadai Perdagangan Ilegal Kukang di Media Sosial (2020)](https://www.mongabay.co.id/2020/08/30/mewaspadai-perdagangan-ilegal-kukang-di-media-sosial/) · [PLOS ONE — Nekaris et al. (2013), Tickled to death: analysing public perceptions of ‘cute’ videos of threatened species (slow lorises) on Web 2.0 sites](https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0069215)

## Pertanyaan umum tentang kukang sunda

### Apa nama latin kukang sunda?

Nama latin atau nama ilmiah kukang sunda adalah *Nycticebus coucang*, dari famili Lorisidae. Dalam bahasa Inggris, hewan ini disebut Sunda slow loris.

### Di mana kukang sunda dapat ditemukan di Indonesia?

Di Indonesia, panduan ini mencatat kukang sunda di wilayah berikut: Sumatera, Kepulauan Riau, dan Kepulauan Natuna.

Habitat terkait yang didukung sumber: [Hutan Hujan Tropis](https://panduanhewan.org/id/habitat/hutan-hujan-tropis/).

### Kukang sunda makan apa?

Pola makan kukang sunda: getah pohon, nektar, buah; kadang serangga, siput, dan telur.

### Apa status konservasi kukang sunda?

Dalam Daftar Merah IUCN, kukang sunda masuk kategori Genting (Endangered): spesies ini dinilai menghadapi risiko kepunahan yang sangat tinggi di alam liar. Sumber: [IUCN Red List (via GBIF)](https://www.gbif.org/species/2436629), diperiksa 25 September 2026.

Status global ini berbeda dari status perlindungan hukum di Indonesia. Untuk memastikan apakah kukang sunda termasuk satwa dilindungi, periksa daftar jenis [satwa dilindungi](https://panduanhewan.org/id/glosarium/#satwa-dilindungi) yang berlaku atau hubungi [BKSDA](https://panduanhewan.org/id/bksda/) (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) setempat.

## Sumber & referensi

1. [Animal Diversity Web — Nycticebus coucang (Sunda slow loris)](https://animaldiversity.org/accounts/Nycticebus_coucang/)
2. [Mammal Diversity Database (ASM) — Nycticebus coucang, Malaysian (Sunda) Slow Loris](https://www.mammaldiversity.org/taxon/1001064/)
3. [Mammal Diversity Database (ASM) — Nycticebus hilleri, Hiller's Slow Loris](https://www.mammaldiversity.org/taxon/1001065/)
4. [Journal of Venomous Animals and Toxins including Tropical Diseases — Nekaris et al. (2013), Mad, bad and dangerous to know: the biochemistry, ecology and evolution of slow loris venom](https://jvat.biomedcentral.com/articles/10.1186/1678-9199-19-21)
5. [PLOS ONE — Nekaris et al. (2013), Tickled to death: analysing public perceptions of ‘cute’ videos of threatened species (slow lorises) on Web 2.0 sites](https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0069215)
6. [International Animal Rescue — The Truth Behind the Slow Loris Pet Trade](https://www.internationalanimalrescue.org/truth-behind-slow-loris-pet-trade)
7. [Mongabay Indonesia — Mewaspadai Perdagangan Ilegal Kukang di Media Sosial (2020)](https://www.mongabay.co.id/2020/08/30/mewaspadai-perdagangan-ilegal-kukang-di-media-sosial/)
8. [JDIH Kemenko Infrastruktur — Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (PDF)](https://jdih.kemenkoinfra.go.id/cfind/source/files/permen-lhk/permenlhk-nomor-p.106-tahun-2018.pdf)

## Bacaan lanjutan

[Slow loris: facts, threats and conservation](https://worldanimalrescuenetwork.org/wildlife-guides/slow-loris/) — World Animal Rescue Network (dalam bahasa Inggris). Ikhtisar yang lebih luas dan mencakup hewan ini.

## Lanjutkan penjelajahan

- [Kukang Jawa](https://panduanhewan.org/id/spesies/kukang-jawa/)
- [Owa ungko](https://panduanhewan.org/id/spesies/owa-ungko/)
- [Banteng](https://panduanhewan.org/id/spesies/banteng/)
- [Babi berjenggot](https://panduanhewan.org/id/spesies/babi-berjenggot/)
- [Hutan Hujan Tropis](https://panduanhewan.org/id/habitat/hutan-hujan-tropis/)
- [Kukang Kalimantan](https://panduanhewan.org/id/spesies/kukang-kalimantan/)

---

Kutip: PanduanHewan. (2026). Kukang sunda. PanduanHewan.org. https://panduanhewan.org/id/spesies/kukang-sunda/
