# Beo nias

> Beo nias atau tiong nias (Gracula robusta) adalah beo terbesar, endemik Nias, fauna identitas Sumatera Utara, dan kini Kritis akibat perburuan.

Sumber: https://panduanhewan.org/id/spesies/beo-nias/ · Diperbarui 1 Oktober 2026 · Bahasa Indonesia · English: https://panduanhewan.org/en/species/nias-hill-myna/
_Mirror Markdown ini dibuat saat build dari data yang sama dengan halaman HTML. Kutip URL halaman HTML beserta tanggal pembaruannya._

**Status tinjauan:** Disusun dan diperiksa terhadap sumber tercantum; belum ditinjau pakar.

## Jawaban singkat

Beo nias (*Gracula robusta*) adalah burung dari famili Sturnidae. Wilayahnya di Indonesia: Pulau Nias dan pulau-pulau kecil di sekitarnya, termasuk Kepulauan Banyak (Sumatera Utara dan Aceh). Hewan ini endemik Indonesia: hanya hidup secara alami di Pulau Nias dan pulau-pulau kecil di sekitarnya, lepas pantai barat Sumatera. Pola makannya: buah (terutama ara), nektar, dan serangga, seperti beo lain. Status Daftar Merah IUCN: Kritis (Critically Endangered). Beo nias termasuk satwa dilindungi di Indonesia (Permen LHK P.106/2018).

| Fakta | Nilai |
|---|---|
| Nama ilmiah | *Gracula robusta* |
| Nama Inggris | Nias hill myna |
| Kelompok | Burung |
| Famili | Sturnidae |
| Wilayah di Indonesia | Pulau Nias dan pulau-pulau kecil di sekitarnya, termasuk Kepulauan Banyak (Sumatera Utara dan Aceh) |
| Habitat terkait | [Hutan Hujan Tropis](https://panduanhewan.org/id/habitat/hutan-hujan-tropis/) |
| Makanan | Buah (terutama ara), nektar, dan serangga, seperti beo lain |
| Sebaran di Indonesia | Endemik Nias dan pulau kecil di sekitarnya |
| Ciri utama | Beo terbesar, bercak putih sayap lebar, suara sangat lantang |
| Fauna identitas | Provinsi Sumatera Utara |
| Nama lain | Tiong nias (nama baku Burung Indonesia); tiong emas (Nias); Gracula religiosa robusta |
| Status IUCN | Kritis (Critically Endangered) · [IUCN Red List (via GBIF)](https://www.gbif.org/species/6092101) · diperiksa 1 Oktober 2026 |
| Perlindungan hukum di Indonesia | Dilindungi · [Permen LHK P.106/2018](https://jdih.kehutanan.go.id/new2/uploads/files/P_106_2018_JENIS_TSL_menlhk_07252019152513.pdf) · lampiran no. 663 |
| Cara berkembang biak | Bertelur (ovipar) · [Vigie-Nature École (MNHN)](https://www.vigienature-ecole.fr/en/node/352) |
| Waktu aktif | Diurnal (aktif pada siang hari) · [Oiseaux.net (AVONET/Birds of the World traits)](https://www.oiseaux.net/birds/nias.hill.myna.html) |
| Endemik Indonesia | Ya — Pulau Nias dan pulau-pulau kecil di sekitarnya, lepas pantai barat Sumatera · [BirdLife DataZone](https://datazone.birdlife.org/species/factsheet/nias-hill-myna-gracula-robusta) |

## Apa itu tiong nias atau beo nias?

Tiong nias, yang lebih dikenal sebagai beo nias (Gracula robusta), adalah beo endemik Nias dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Menurut BirdLife International, ia beo terbesar, lebih kekar dan jauh lebih berat daripada beo lain, dengan bercak putih sayap yang lebih lebar. Ditjen KSDAE mencatat bahwa Gubernur Sumatera Utara menetapkannya sebagai fauna identitas provinsi itu.

Taksonominya masih diperdebatkan. Panduan ini mengikuti BirdLife International, yang memisahkannya dari beo biasa (G. religiosa) sebagai spesies tersendiri. Lampiran Permen LHK P.106/2018 juga mencantumkan Gracula robusta (tiong nias) secara terpisah. Sebaliknya, daftar eBird/Clements masih menggolongkannya sebagai subspesies, Gracula religiosa robusta.

Dasar informasi: [BirdLife DataZone — Nias Hill Myna Gracula robusta species factsheet](https://datazone.birdlife.org/species/factsheet/nias-hill-myna-gracula-robusta) · [Ditjen KSDAE, Kementerian Kehutanan (2022) — Maskot Provinsi Sumut Dititip ke PPS Sibolangit](https://ksdae.kehutanan.go.id/publikasi/berita/maskot-provinsi-sumut-dititip-ke-pps-sibolangit-eNKSnU7M/) · [eBird (Cornell Lab of Ornithology) — Common Hill Myna (Nias), Gracula religiosa robusta](https://ebird.org/species/niamyn1)

## Di mana beo nias hidup?

Beo nias hanya hidup di pulau-pulau lepas pantai barat Sumatera, yaitu Nias dan pulau-pulau kecil di sekitarnya di Provinsi Sumatera Utara. BirdLife International menyebut habitatnya hutan hijau sepanjang tahun yang lembap, yang dulu tersebar di seluruh pulau tempat ia hidup.

Menurut Kompas, pada 1990-an burung ini masih banyak dijumpai di Kepulauan Nias. Survei sarang untuk skripsi Universitas Gadjah Mada (2005) masih menemukannya di Kecamatan Lahusa dan Gomo, Nias, di sekitar pohon hutan seperti matoa (Pometia pinnata), Dipterocarpus, dan Koompassia. Kini, menurut BirdLife, populasi liarnya sangat kecil dan hanya tersisa di dua pulau.

Dasar informasi: [BirdLife DataZone — Nias Hill Myna Gracula robusta species factsheet](https://datazone.birdlife.org/species/factsheet/nias-hill-myna-gracula-robusta) · [Kompas.id — Terancam Punah, Beo Nias Butuh Penangkaran (2018)](https://www.kompas.id/artikel/terancam-punah-beo-nias-butuh-penangkaran) · [Universitas Gadjah Mada (Telaumbanua, 2005) — Studi Populasi dan Distribusi Spesies Burung Beo (Gracula religiosa robusta) di Kecamatan Lahusa dan Kecamatan Gomo (Nias)](https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/209716)

## Beo nias makan apa?

Beo nias diperkirakan memakan buah, terutama buah ara, ditambah nektar dan serangga, seperti beo pada umumnya. Sumber yang kami temukan tidak memuat penelitian pakan khusus untuk populasi Nias, jadi gambaran ini berasal dari kerabat dekatnya.

Menurut Animal Diversity Web, beo (Gracula religiosa) adalah pemakan buah yang hidup di pohon. Ara paling sering dimakan, disusul buah beri dan biji dari berbagai pohon dan semak. Beo juga memakan nektar, serangga, dan kadal. Serangga sebagian besar dipungut dari pohon, tetapi beo pernah terlihat menangkap laron di udara. Dengan memakan buah, beo membantu menyebarkan biji pohon hutan.

Dasar informasi: [Animal Diversity Web (University of Michigan) — Gracula religiosa, hill myna](https://animaldiversity.org/accounts/Gracula_religiosa/)

## Bagaimana beo nias bersarang dan berkembang biak?

Beo nias bersarang di lubang pohon, dan sarang inilah yang dipakai peneliti untuk menghitung populasinya. Survei UGM tahun 2005 menghitung sarang aktif, baik sarang alami maupun sarang buatan, dan mendapatkan 12 ekor di Kecamatan Lahusa serta 10 ekor di Kecamatan Gomo.

Pada beo secara umum, Animal Diversity Web mencatat pasangan yang setia mengisi lubang pohon dengan ranting, daun, dan bulu, lalu betina bertelur sekitar dua butir berwarna biru berbintik cokelat. Kedua induk merawat anaknya. Kajian di Lahusa yang dicatat Perpustakaan Kementerian Kehutanan menemukan bahwa pemburu menembak induk dan mengambil anakan dari sarang secara berlebihan.

Dasar informasi: [Universitas Gadjah Mada (Telaumbanua, 2005) — Studi Populasi dan Distribusi Spesies Burung Beo (Gracula religiosa robusta) di Kecamatan Lahusa dan Kecamatan Gomo (Nias)](https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/209716) · [Animal Diversity Web (University of Michigan) — Gracula religiosa, hill myna](https://animaldiversity.org/accounts/Gracula_religiosa/) · [Perpustakaan Kementerian Kehutanan — Kajian Konservasi Beo Nias (Gracula religiosa robusta) di Pulau Nias, Sumatera Utara (Konifera)](https://muspera.kehutanan.go.id/perpusadikusumo/index.php?p=show_detail&id=2258&keywords=)

## Mengapa beo nias terancam punah?

Beo nias terancam punah terutama karena ditangkap untuk perdagangan burung peliharaan. BirdLife International menilainya Kritis (Critically Endangered) dan menyebutnya lebih diburu daripada beo lain karena tubuhnya besar dan suaranya lantang. Pada sekitar 2010, ia dilaporkan punah dalam waktu singkat di satu pulau setelah ratusan penangkap datang.

Kajian di Lahusa memperkirakan populasi di Teluk Dalam pada 1996 hanya 10–20 ekor, berdasarkan sarang yang ditemukan. Kajian itu mencatat anakan dijual Rp1–2 juta dan burung dewasa yang pandai bicara Rp4–5 juta. BirdLife juga memperingatkan risiko persilangan dengan beo biasa, yang dapat mencemari genetika sisa populasi liar.

Dasar informasi: [BirdLife DataZone — Nias Hill Myna Gracula robusta species factsheet](https://datazone.birdlife.org/species/factsheet/nias-hill-myna-gracula-robusta) · [Perpustakaan Kementerian Kehutanan — Kajian Konservasi Beo Nias (Gracula religiosa robusta) di Pulau Nias, Sumatera Utara (Konifera)](https://muspera.kehutanan.go.id/perpusadikusumo/index.php?p=show_detail&id=2258&keywords=)

## Bagaimana melindungi beo nias?

Langkah terpenting adalah tidak menangkap, membeli, atau memelihara beo nias. Gracula robusta tercantum sebagai satwa dilindungi dalam lampiran Permen LHK P.106/2018 (nomor 663, tiong nias). Pada 2022, Polrestabes Medan menyerahkan seekor beo nias kepada BBKSDA Sumatera Utara untuk direhabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa Sibolangit sebelum dilepasliarkan.

Jika melihat beo nias dijual, laporkan ke BBKSDA Sumatera Utara atau polisi. Menurut Kompas, hingga 2018 belum ada penangkaran resmi beo nias. BirdLife menyarankan perdagangan Gracula robusta dihentikan sepenuhnya, burung di penangkaran diuji genetikanya, dan masyarakat Nias ikut merasakan manfaat pelestarian beo sebagai kebanggaan daerah.

Dasar informasi: [Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan — Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (lampiran)](https://jdih.kehutanan.go.id/new2/uploads/files/P_106_2018_JENIS_TSL_menlhk_07252019152513.pdf) · [Ditjen KSDAE, Kementerian Kehutanan (2022) — Maskot Provinsi Sumut Dititip ke PPS Sibolangit](https://ksdae.kehutanan.go.id/publikasi/berita/maskot-provinsi-sumut-dititip-ke-pps-sibolangit-eNKSnU7M/) · [Kompas.id — Terancam Punah, Beo Nias Butuh Penangkaran (2018)](https://www.kompas.id/artikel/terancam-punah-beo-nias-butuh-penangkaran)

## Klasifikasi ilmiah Beo nias

| Peringkat | Nama |
|---|---|
| Kingdom | Animalia |
| Filum | Chordata |
| Kelas | Aves |
| Ordo | Passeriformes |
| Famili | Sturnidae |
| Genus | *Gracula* |
| Spesies | *Gracula robusta* |

Sumber: [GBIF Backbone Taxonomy](https://www.gbif.org/dataset/d7dddbf4-2cf0-4f39-9b2a-bb099caae36c)

## Pertanyaan umum tentang beo nias

### Apa nama latin dan nama Inggris beo nias?

Nama latin atau nama ilmiah beo nias adalah *Gracula robusta*, dari famili Sturnidae. Dalam bahasa Inggris, hewan ini disebut Nias hill myna.

### Beo nias termasuk hewan apa?

Beo nias termasuk hewan burung dari famili Sturnidae. Beo nias juga termasuk hewan endemik Indonesia.

### Beo nias berasal dari mana dan di mana habitatnya?

Di Indonesia, panduan ini mencatat beo nias di wilayah berikut: Pulau Nias dan pulau-pulau kecil di sekitarnya, termasuk Kepulauan Banyak (Sumatera Utara dan Aceh).

Beo nias adalah hewan endemik Indonesia yang hanya hidup secara alami di Pulau Nias dan pulau-pulau kecil di sekitarnya, lepas pantai barat Sumatera. Sumber: [BirdLife DataZone](https://datazone.birdlife.org/species/factsheet/nias-hill-myna-gracula-robusta).

Habitat terkait yang didukung sumber: [Hutan Hujan Tropis](https://panduanhewan.org/id/habitat/hutan-hujan-tropis/).

### Beo nias makan apa?

Pola makan beo nias: buah (terutama ara), nektar, dan serangga, seperti beo lain.

### Beo nias berkembang biak dengan cara apa?

Beo nias berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar). Sumber: [Vigie-Nature École (MNHN)](https://www.vigienature-ecole.fr/en/node/352).

### Apakah beo nias termasuk hewan nokturnal?

Tidak. Beo nias termasuk hewan diurnal (aktif pada siang hari). Sumber: [Oiseaux.net (AVONET/Birds of the World traits)](https://www.oiseaux.net/birds/nias.hill.myna.html).

Lihat juga [daftar hewan nokturnal dan diurnal di Indonesia](https://panduanhewan.org/id/spesies/hewan-nokturnal-diurnal/).

### Apa ciri-ciri beo nias?

Ciri-ciri beo nias menurut sumber panduan ini: Ciri utama: beo terbesar, bercak putih sayap lebar, suara sangat lantang.

### Bagaimana klasifikasi beo nias?

Klasifikasi ilmiah beo nias: kingdom Animalia, filum Chordata, kelas Aves, ordo Passeriformes, famili Sturnidae, genus *Gracula*, spesies *Gracula robusta*.

Sumber: [GBIF Backbone Taxonomy](https://www.gbif.org/dataset/d7dddbf4-2cf0-4f39-9b2a-bb099caae36c), disesuaikan dengan peringkat yang umum dipakai dalam pelajaran biologi.

### Apakah beo nias terancam punah?

Ya. Dalam Daftar Merah IUCN, beo nias masuk kategori Kritis (Critically Endangered): spesies ini dinilai menghadapi risiko kepunahan yang ekstrem tinggi di alam liar. Sumber: [IUCN Red List (via GBIF)](https://www.gbif.org/species/6092101), diperiksa 1 Oktober 2026.

Status global ini berbeda dari perlindungan hukum nasional. [Apakah beo nias dilindungi?](#dilindungi)

### Apakah beo nias dilindungi?

Ya. Beo nias (*Gracula robusta*) termasuk jenis satwa dilindungi di Indonesia menurut [Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi](https://jdih.kehutanan.go.id/new2/uploads/files/P_106_2018_JENIS_TSL_menlhk_07252019152513.pdf) (lampiran, nomor 663).

Pasal 21 ayat (2) UU No. 5 Tahun 1990 sebagaimana diubah UU No. 32 Tahun 2024 melarang setiap orang memburu, menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, atau memperdagangkan satwa dilindungi, baik hidup maupun mati, termasuk bagian tubuh, telur, dan sarangnya.

Jika menemukan satwa ini diperdagangkan, dipelihara, atau terluka, hubungi [BKSDA setempat](https://panduanhewan.org/id/bksda/).

### Bolehkah memelihara beo nias?

Tidak. Karena beo nias termasuk satwa dilindungi, menangkap, memiliki, memelihara, mengangkut, atau memperdagangkannya tanpa izin dilarang oleh undang-undang. Perdagangan tanpa izin melalui media elektronik juga dilarang.

Jika Anda melihat satwa ini dijual atau dipelihara, laporkan ke [BKSDA setempat](https://panduanhewan.org/id/bksda/).

## Sumber & referensi

1. [BirdLife DataZone — Nias Hill Myna Gracula robusta species factsheet](https://datazone.birdlife.org/species/factsheet/nias-hill-myna-gracula-robusta)
2. [Ditjen KSDAE, Kementerian Kehutanan (2022) — Maskot Provinsi Sumut Dititip ke PPS Sibolangit](https://ksdae.kehutanan.go.id/publikasi/berita/maskot-provinsi-sumut-dititip-ke-pps-sibolangit-eNKSnU7M/)
3. [Kompas.id — Terancam Punah, Beo Nias Butuh Penangkaran (2018)](https://www.kompas.id/artikel/terancam-punah-beo-nias-butuh-penangkaran)
4. [Universitas Gadjah Mada (Telaumbanua, 2005) — Studi Populasi dan Distribusi Spesies Burung Beo (Gracula religiosa robusta) di Kecamatan Lahusa dan Kecamatan Gomo (Nias)](https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/209716)
5. [Perpustakaan Kementerian Kehutanan — Kajian Konservasi Beo Nias (Gracula religiosa robusta) di Pulau Nias, Sumatera Utara (Konifera)](https://muspera.kehutanan.go.id/perpusadikusumo/index.php?p=show_detail&id=2258&keywords=)
6. [Animal Diversity Web (University of Michigan) — Gracula religiosa, hill myna](https://animaldiversity.org/accounts/Gracula_religiosa/)
7. [eBird (Cornell Lab of Ornithology) — Common Hill Myna (Nias), Gracula religiosa robusta](https://ebird.org/species/niamyn1)
8. [Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan — Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (lampiran)](https://jdih.kehutanan.go.id/new2/uploads/files/P_106_2018_JENIS_TSL_menlhk_07252019152513.pdf)
9. [Vigie-Nature École (MNHN)](https://www.vigienature-ecole.fr/en/node/352)
10. [Oiseaux.net (AVONET/Birds of the World traits)](https://www.oiseaux.net/birds/nias.hill.myna.html)
11. [GBIF Backbone Taxonomy (GBIF)](https://www.gbif.org/dataset/d7dddbf4-2cf0-4f39-9b2a-bb099caae36c)

## Lanjutkan penjelajahan

- [Beo](https://panduanhewan.org/id/spesies/beo/)
- [Nuri kepala hitam](https://panduanhewan.org/id/spesies/nuri-kepala-hitam/)
- [Serindit melayu](https://panduanhewan.org/id/spesies/serindit-melayu/)
- [Elang ular bido](https://panduanhewan.org/id/spesies/elang-ular-bido/)
- [Hutan Hujan Tropis](https://panduanhewan.org/id/habitat/hutan-hujan-tropis/)

---

Kutip: PanduanHewan. (2026). Beo nias. PanduanHewan.org. https://panduanhewan.org/id/spesies/beo-nias/
