# Parvo anjing: gejala, penularan, dan pencegahan

> Parvo adalah infeksi virus yang sangat menular dan sering mematikan pada anjing, terutama anak anjing. Vaksinasi lengkap adalah cara utama mencegahnya.

Sumber: https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/parvo-anjing/ · Diperbarui 25 September 2026 · Bahasa Indonesia · English: https://panduanhewan.org/en/pet-health/canine-parvovirus/
_Mirror Markdown ini dibuat saat build dari data yang sama dengan halaman HTML. Kutip URL halaman HTML beserta tanggal pembaruannya._

**Status tinjauan:** Disusun dari pedoman organisasi kedokteran hewan dan kesehatan yang tercantum; belum ditinjau dokter hewan.

**Perhatian:** Informasi umum untuk pemilik hewan, bukan pengganti pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh dokter hewan. Jika hewan Anda tampak sangat sakit, kesakitan, sulit bernapas, atau mungkin keracunan, segera hubungi dokter hewan.

## Poin penting

- Parvo merusak lapisan usus dan sumsum tulang, sehingga menyebabkan muntah, diare berdarah, dan daya tahan tubuh turun.
- Anak anjing usia 6 minggu sampai 6 bulan dan anjing yang vaksinnya belum lengkap paling berisiko.
- Virus menyebar lewat kotoran anjing dan dapat terbawa di tanah, sepatu, tangan, mangkuk, dan tali anjing.
- Parvo hampir selalu fatal tanpa perawatan, sehingga anjing yang bergejala harus segera dibawa ke dokter hewan.
- Parvo anjing tidak menular ke manusia, tetapi jenis CPV-2c dapat menular ke kucing yang belum divaksin panleukopenia.

## Kapan harus ke dokter hewan?

- Segera hubungi dokter hewan jika anak anjing atau anjing yang vaksinnya belum lengkap muntah, diare, atau sangat lemas; beri tahu klinik bahwa Anda menduga parvo.
- Diare encer yang berbau busuk atau berdarah.
- Muntah berulang atau tidak mau makan.
- Gusi pucat, perut tampak nyeri, atau suhu tubuh sangat tinggi atau sangat rendah.
- Anak anjing yang baru dibeli atau diadopsi menjadi lesu dalam beberapa hari pertama.
- Anjing yang sedang pulih dari parvo kembali muntah, tidak mau makan, atau tampak lemas.

## Apa itu parvo pada anjing?

Parvo adalah penyakit yang disebabkan canine parvovirus tipe 2 (CPV), virus yang sangat menular dan dapat menyebabkan sakit parah hingga kematian pada anjing. Virus ini merusak lapisan usus sehingga terjadi muntah dan diare berat. Virus juga menyerang sel pembentuk sel darah putih di sumsum tulang, sehingga daya tahan tubuh melemah. Pada anak anjing yang sangat muda, virus dapat menyerang otot jantung. Parvo muncul pada anjing di akhir 1970-an dan cepat menyebar ke seluruh dunia. Virus ini berkerabat dekat dengan virus panleukopenia kucing. Parvo anjing tidak menular ke manusia.

Parvo juga ditemukan di Indonesia. Studi Universitas Udayana mencatat parvo pada 3,26% anjing dalam data praktik dokter hewan swasta di Denpasar selama 2004–2007. Studi lain menyebutkan anak anjing Kintamani yang dijual di pasar hewan Denpasar sering mati karena parvo. Sejak sekitar tahun 2000 muncul jenis baru, CPV-2c, yang dapat menular dari anjing ke kucing. Kucing yang sudah divaksin panleukopenia terlindungi dari jenis ini. Jika Anda memelihara anjing dan kucing, pastikan keduanya mendapat vaksin inti sesuai jadwal dari dokter hewan.

Dasar informasi: [Cornell University College of Veterinary Medicine (Baker Institute) — Canine Parvovirus](https://www.vet.cornell.edu/departments-centers-and-institutes/baker-institute-animal-health/research-baker-institute/canine-parvovirus) · [PDSA — Parvovirus in dogs](https://www.pdsa.org.uk/pet-help-and-advice/pet-health-hub/conditions/parvovirus-in-dogs-and-puppies) · [Jurnal Veteriner (Universitas Udayana) — Prevalensi dan Faktor Risiko Penyakit Virus Parvo pada Anjing di Denpasar](https://ojs.unud.ac.id/index.php/jvet/article/view/3521) · [Jurnal Veteriner (Universitas Udayana) — Infeksi Alami Canine Parvovirus pada Anjing Kintamani di Desa Sukawana, Bangli, Bali](https://ojs.unud.ac.id/index.php/jvet/article/view/42023)

## Apa saja gejala parvo pada anjing?

Gejala parvo biasanya muncul 3–7 hari setelah infeksi, berupa lemas berat, tidak mau makan, muntah, dan diare encer yang berbau busuk dan sering berdarah. Suhu tubuh bisa sangat tinggi atau justru sangat rendah. Gusi dapat tampak pucat dan perut terasa nyeri. Muntah dan diare membuat anjing cepat kehilangan cairan. Pada kasus berat, bakteri dari usus yang rusak dapat masuk ke aliran darah dan menyebabkan syok. Diare berdarah dan muntah juga bisa disebabkan penyakit lain, jadi hanya dokter hewan yang dapat memastikannya, misalnya dengan tes cepat dari sampel kotoran.

Dasar informasi: [PDSA — Parvovirus in dogs](https://www.pdsa.org.uk/pet-help-and-advice/pet-health-hub/conditions/parvovirus-in-dogs-and-puppies) · [Cornell University College of Veterinary Medicine (Baker Institute) — Canine Parvovirus](https://www.vet.cornell.edu/departments-centers-and-institutes/baker-institute-animal-health/research-baker-institute/canine-parvovirus) · [Cornell University College of Veterinary Medicine — What every dog owner needs to know about parvovirus](https://www.vet.cornell.edu/about-us/news/20141013/what-every-dog-owner-needs-know-about-parvovirus)

## Bagaimana parvo menular?

Parvo menular lewat kotoran anjing yang terinfeksi, baik melalui kontak langsung maupun lewat benda dan tempat yang tercemar. Anjing mulai mengeluarkan virus beberapa hari setelah terinfeksi, sering sebelum gejala muncul, dan masih menularkan selama beberapa minggu setelah sembuh. Virus dapat terbawa pada tanah, sol sepatu, tali dan kalung anjing, mangkuk, pakaian, mainan, bahkan tangan manusia. Di dalam ruangan, virus bertahan setidaknya dua bulan. Di luar ruangan yang terlindung dari sinar matahari dan kekeringan, virus bisa bertahan berbulan-bulan, bahkan mungkin bertahun-tahun. Karena itu, anak anjing yang tidak pernah bertemu anjing lain pun tetap dapat tertular.

Dasar informasi: [Merck Veterinary Manual — Canine Parvovirus Infection (Parvoviral Enteritis in Dogs)](https://www.merckvetmanual.com/digestive-system/infectious-diseases-of-the-gastrointestinal-tract-in-small-animals/canine-parvovirus-infection-parvoviral-enteritis-in-dogs) · [PDSA — Parvovirus in dogs](https://www.pdsa.org.uk/pet-help-and-advice/pet-health-hub/conditions/parvovirus-in-dogs-and-puppies) · [Cornell University College of Veterinary Medicine — What every dog owner needs to know about parvovirus](https://www.vet.cornell.edu/about-us/news/20141013/what-every-dog-owner-needs-know-about-parvovirus)

## Anjing umur berapa yang paling berisiko terkena parvo?

Anak anjing usia 6 minggu sampai 6 bulan, serta anjing yang belum divaksin atau vaksinnya belum lengkap, paling berisiko terkena parvo. Antibodi dari induk melindungi anak anjing di awal kehidupan, tetapi kadarnya terus menurun dan berbeda-beda pada setiap anak anjing. Antibodi ini juga dapat menghambat vaksin yang diberikan terlalu awal. Di Denpasar, studi Universitas Udayana menemukan anjing dengan vaksinasi tidak lengkap sekitar 10 kali lebih berisiko terkena parvo. Anak anjing usia 0–3 bulan sekitar 3 kali lebih berisiko dibanding anjing yang lebih tua. Studi lain di Bali menyebutkan kematian akibat parvo pada anak anjing bisa mencapai 91%, terutama pada anjing yang belum divaksin.

Dasar informasi: [Merck Veterinary Manual — Canine Parvovirus Infection (Parvoviral Enteritis in Dogs)](https://www.merckvetmanual.com/digestive-system/infectious-diseases-of-the-gastrointestinal-tract-in-small-animals/canine-parvovirus-infection-parvoviral-enteritis-in-dogs) · [WSAVA — 2024 Guidelines for the Vaccination of Dogs and Cats](https://wsava.org/wp-content/uploads/2024/04/WSAVA-Vaccination-guidelines-2024.pdf) · [Jurnal Veteriner (Universitas Udayana) — Prevalensi dan Faktor Risiko Penyakit Virus Parvo pada Anjing di Denpasar](https://ojs.unud.ac.id/index.php/jvet/article/view/3521) · [Jurnal Veteriner (Universitas Udayana) — Infeksi Alami Canine Parvovirus pada Anjing Kintamani di Desa Sukawana, Bangli, Bali](https://ojs.unud.ac.id/index.php/jvet/article/view/42023)

## Kapan anak anjing harus divaksin parvo?

Anak anjing biasanya mendapat beberapa kali vaksin parvo, dimulai sekitar usia 6–8 minggu dan diulang setiap 2–4 minggu, dengan suntikan terakhir pada usia 16 minggu atau lebih. Pedoman WSAVA 2024 menetapkan vaksin parvo sebagai vaksin inti untuk semua anjing di seluruh dunia, bersama vaksin distemper dan adenovirus. WSAVA menyarankan vaksin tambahan pada usia 26 minggu atau lebih. Setelah itu, vaksin inti umumnya diulang tidak lebih sering dari setiap tiga tahun. Tidak ada vaksin yang memberi perlindungan 100%, tetapi vaksinasi tetap cara terbaik untuk mencegah parvo dan mengurangi keparahannya.

Sampai vaksinasinya selesai, jangan bawa anak anjing ke tempat yang kemungkinan banyak virusnya, seperti penampungan atau tempat penitipan anjing. Bila dibawa ke tempat umum, gendong anak anjing dan jangan turunkan ke tanah. Beli atau adopsi anak anjing dari sumber yang bertanggung jawab, dan pastikan anak anjing tampak sehat dan aktif. Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar menyebut parvovirus sebagai salah satu penyakit anjing yang dicegah dengan vaksinasi, menyarankan pemilik ke dokter hewan terdekat, dan menganjurkan vaksinasi saat anjing sehat.

Dasar informasi: [WSAVA — 2024 Guidelines for the Vaccination of Dogs and Cats](https://wsava.org/wp-content/uploads/2024/04/WSAVA-Vaccination-guidelines-2024.pdf) · [Merck Veterinary Manual — Canine Parvovirus Infection (Parvoviral Enteritis in Dogs)](https://www.merckvetmanual.com/digestive-system/infectious-diseases-of-the-gastrointestinal-tract-in-small-animals/canine-parvovirus-infection-parvoviral-enteritis-in-dogs) · [PDSA — Parvovirus in dogs](https://www.pdsa.org.uk/pet-help-and-advice/pet-health-hub/conditions/parvovirus-in-dogs-and-puppies) · [Cornell University College of Veterinary Medicine (Baker Institute) — Canine Parvovirus](https://www.vet.cornell.edu/departments-centers-and-institutes/baker-institute-animal-health/research-baker-institute/canine-parvovirus) · [Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar — Pentingnya Vaksinasi pada Hewan Peliharaan](https://disnakkan.blitarkab.go.id/2021/03/09/pentingnya-vaksinasi-pada-hewan-peliharaan/)

## Apa yang harus dilakukan jika anjing diduga terkena parvo?

Segera hubungi dokter hewan, katakan bahwa Anda menduga parvo, dan ikuti arahan klinik agar anjing tidak menulari hewan lain di ruang tunggu. Peluang hidup jauh lebih tinggi bila anjing cepat dibawa ke dokter hewan. Tidak ada obat yang membunuh virus ini. Anjing biasanya memerlukan perawatan intensif, seperti cairan infus dan obat untuk mengendalikan gejala, sering dengan rawat inap di ruang isolasi. Dengan perawatan pendukung yang tepat, sekitar 70–90% anjing dapat bertahan hidup. Tanpa perawatan, parvo hampir selalu berakibat fatal. Jangan mengobati sendiri di rumah atau menunggu gejalanya membaik.

Dasar informasi: [PDSA — Parvovirus in dogs](https://www.pdsa.org.uk/pet-help-and-advice/pet-health-hub/conditions/parvovirus-in-dogs-and-puppies) · [Merck Veterinary Manual — Canine Parvovirus Infection (Parvoviral Enteritis in Dogs)](https://www.merckvetmanual.com/digestive-system/infectious-diseases-of-the-gastrointestinal-tract-in-small-animals/canine-parvovirus-infection-parvoviral-enteritis-in-dogs) · [Cornell University College of Veterinary Medicine — What every dog owner needs to know about parvovirus](https://www.vet.cornell.edu/about-us/news/20141013/what-every-dog-owner-needs-know-about-parvovirus)

## Bagaimana membersihkan rumah setelah anjing terkena parvo?

Bersihkan dulu kotoran dan muntahan, lalu gunakan pemutih rumah tangga yang diencerkan atau disinfektan yang berlabel efektif terhadap parvovirus. Menurut Merck Veterinary Manual, pemutih yang diencerkan 1:30 dapat menonaktifkan virus. Disinfektan amonium kuaterner tidak dapat diandalkan untuk parvo. Meski begitu, virus hampir mustahil dihilangkan seluruhnya, terutama di halaman dan tanah. Anjing yang sudah sembuh masih menularkan virus selama 2–4 minggu, jadi jauhkan dari anjing lain dan tempat umum selama masa itu. Jika Anda ingin memelihara anak anjing baru, sebaiknya tunggu sampai vaksinasinya lengkap sebelum membawanya pulang, dan minta saran dokter hewan.

Dasar informasi: [Merck Veterinary Manual — Canine Parvovirus Infection (Parvoviral Enteritis in Dogs)](https://www.merckvetmanual.com/digestive-system/infectious-diseases-of-the-gastrointestinal-tract-in-small-animals/canine-parvovirus-infection-parvoviral-enteritis-in-dogs) · [PDSA — Parvovirus in dogs](https://www.pdsa.org.uk/pet-help-and-advice/pet-health-hub/conditions/parvovirus-in-dogs-and-puppies)

## Sumber & referensi

1. [Cornell University College of Veterinary Medicine (Baker Institute) — Canine Parvovirus](https://www.vet.cornell.edu/departments-centers-and-institutes/baker-institute-animal-health/research-baker-institute/canine-parvovirus)
2. [PDSA — Parvovirus in dogs](https://www.pdsa.org.uk/pet-help-and-advice/pet-health-hub/conditions/parvovirus-in-dogs-and-puppies)
3. [Jurnal Veteriner (Universitas Udayana) — Prevalensi dan Faktor Risiko Penyakit Virus Parvo pada Anjing di Denpasar](https://ojs.unud.ac.id/index.php/jvet/article/view/3521)
4. [Jurnal Veteriner (Universitas Udayana) — Infeksi Alami Canine Parvovirus pada Anjing Kintamani di Desa Sukawana, Bangli, Bali](https://ojs.unud.ac.id/index.php/jvet/article/view/42023)
5. [Cornell University College of Veterinary Medicine — What every dog owner needs to know about parvovirus](https://www.vet.cornell.edu/about-us/news/20141013/what-every-dog-owner-needs-know-about-parvovirus)
6. [Merck Veterinary Manual — Canine Parvovirus Infection (Parvoviral Enteritis in Dogs)](https://www.merckvetmanual.com/digestive-system/infectious-diseases-of-the-gastrointestinal-tract-in-small-animals/canine-parvovirus-infection-parvoviral-enteritis-in-dogs)
7. [WSAVA — 2024 Guidelines for the Vaccination of Dogs and Cats](https://wsava.org/wp-content/uploads/2024/04/WSAVA-Vaccination-guidelines-2024.pdf)
8. [Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar — Pentingnya Vaksinasi pada Hewan Peliharaan](https://disnakkan.blitarkab.go.id/2021/03/09/pentingnya-vaksinasi-pada-hewan-peliharaan/)

## Lanjutkan penjelajahan

- [Vaksin anjing: jenis, jadwal, dan booster](https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/vaksin-anjing/)
- [Rabies pada anjing dan kucing: gejala dan pencegahan](https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/rabies-anjing-kucing/)
- [Steril kucing dan anjing: manfaat, waktu, dan perawatan](https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/steril-kucing-anjing/)
- [Memilih dokter hewan dan klinik hewan di Indonesia](https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/memilih-dokter-hewan/)
- [Anjing domestik](https://panduanhewan.org/id/spesies/anjing/)

---

Kutip: PanduanHewan. (2026). Parvo anjing: gejala, penularan, dan pencegahan. PanduanHewan.org. https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/parvo-anjing/
