# Badak jawa terancam punah: sisa berapa, perburuan, badak sumatera

> Badak jawa terancam punah: sisa berapa pada 2026, angka resmi vs CITES, kasus perburuan Ujung Kulon, cula badak, badak sumatera, hukum, dan cara membantu.

Sumber: https://panduanhewan.org/id/isu-satwa/badak-jawa-terancam-punah/ · Diperbarui 1 Oktober 2026 · Bahasa Indonesia · English: https://panduanhewan.org/en/animal-causes/how-many-javan-rhinos-are-left/
_Mirror Markdown ini dibuat saat build dari data yang sama dengan halaman HTML. Kutip URL halaman HTML beserta tanggal pembaruannya._

## Jawaban singkat

Badak jawa terancam punah karena hanya tersisa satu populasi kecil, di Taman Nasional Ujung Kulon, yang terancam perburuan cula, perkawinan sedarah, invasi palem langkap, dan bencana alam. Jumlahnya diperkirakan antara minimal sekitar 50 individu (laporan untuk CITES, 2025) dan 87–100 individu (Kementerian Kehutanan, September 2025). Badak sumatera juga berstatus Kritis, dengan perkiraan 34–47 individu menurut laporan yang sama atau kurang dari 100 menurut kementerian, dan 10 ekor hidup di suaka pengembangbiakan Way Kambas pada awal 2025.

- **Badak jawa, perkiraan Kementerian Kehutanan:** 87–100 individu, hanya di TN Ujung Kulon (22 September 2025) ([Peringatan Hari Badak Sedunia 2025, Badak Lestari Bumi Berseri (Kementerian Kehutanan, siaran pers SP.209, 22 Sep 2025)](https://www.kehutanan.go.id/news/peringatan-hari-badak-sedunia-2025-badak-lestari-bumi-berseri))
- **Badak jawa, perkiraan minimum laporan CITES:** 50 individu (2025), turun dari 76 yang dilaporkan pada 2023 ([African and Asian Rhinoceroses – Status, Conservation and Trade: report by the IUCN SSC rhino specialist groups to CITES (CoP20 Doc. 84, Annex 3, 2025; archived copy)](https://web.archive.org/web/20251125104055/https://cites.org/sites/default/files/documents/E-CoP20-084-A3_0.pdf))
- **Badak jawa dibunuh pemburu 2019–2023:** Hingga 26 menurut penyelidikan polisi 2024 ([African and Asian Rhinoceroses – Status, Conservation and Trade: report by the IUCN SSC rhino specialist groups to CITES (CoP20 Doc. 84, Annex 3, 2025; archived copy)](https://web.archive.org/web/20251125104055/https://cites.org/sites/default/files/documents/E-CoP20-084-A3_0.pdf))
- **Kematian yang terbukti di pengadilan:** 10 badak jawa (rekonstruksi putusan, Juni 2026) ([Siaran pers SP.16/2026: Putusan persidangan, 10 badak jawa menjadi korban perburuan liar di Taman Nasional Ujung Kulon (Balai TN Ujung Kulon, 21 Jun 2026)](https://tnujungkulon.ksdae.kehutanan.go.id/berita/detail/344))
- **Badak sumatera, perkiraan populasi:** 34–47 individu (laporan untuk CITES, 2025) ([African and Asian Rhinoceroses – Status, Conservation and Trade: report by the IUCN SSC rhino specialist groups to CITES (CoP20 Doc. 84, Annex 3, 2025; archived copy)](https://web.archive.org/web/20251125104055/https://cites.org/sites/default/files/documents/E-CoP20-084-A3_0.pdf))
- **Badak di Suaka Rhino Sumatera, Way Kambas:** 10 ekor: 4 jantan, 6 betina (Januari 2025) ([Pusat penangkaran badak sumatera di Way Kambas Lampung Timur diperluas (ANTARA Lampung, 8 Jan 2025)](https://lampung.antaranews.com/berita/757366/pusat-penangkaran-badak-sumatera-di-way-kambas-lampung-timur-diperluas))
- **Status IUCN:** Kritis (Critically Endangered), kedua spesies ([Peringatan Hari Badak Sedunia 2025, Badak Lestari Bumi Berseri (Kementerian Kehutanan, siaran pers SP.209, 22 Sep 2025)](https://www.kehutanan.go.id/news/peringatan-hari-badak-sedunia-2025-badak-lestari-bumi-berseri))
- **CITES:** Apendiks I sejak 1 Juli 1975 ([CITES Species+: Rhinoceros sondaicus, CITES listing (API record)](https://speciesplus.net/api/v1/taxon_concepts/5553?locale=en))
- **Perlindungan di Indonesia:** Lampiran Permen LHK P.106/2018 nomor 111 (badak sumatera) dan 112 (badak jawa) ([Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (lampiran)](https://jdih.kehutanan.go.id/new2/uploads/files/P_106_2018_JENIS_TSL_menlhk_07252019152513.pdf))

## Kenapa badak jawa dan badak sumatera terancam punah?

Indonesia adalah rumah terakhir dua jenis badak Asia: badak jawa (Rhinoceros sondaicus), si badak bercula satu, dan badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), yang bercula dua. Keduanya berstatus Kritis (Critically Endangered) dalam Daftar Merah IUCN.

Badak jawa hanya tersisa di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten. Penilaian IUCN 2020 memasukkannya ke kategori Kritis karena jumlah individu yang berbiak sangat sedikit: dari sekitar 68 badak saat itu, hanya sekitar sepertiga yang diduga berkembang biak. Seluruh spesies hidup sebagai satu populasi di satu taman nasional.

Badak sumatera menghadapi masalah yang berbeda. Populasinya tercerai-berai dalam kantong-kantong kecil di Sumatra dan Kalimantan. IUCN mencatat penurunan lebih dari 80% dalam tiga generasi dan memperkirakan peluang punah 90% dalam 60 tahun bila tidak ada intervensi yang berhasil.

Ancamannya saling memperkuat. Kementerian Kehutanan menyebut tantangannya tidak hanya perburuan, tetapi juga ekosistem yang terfragmentasi dan perkawinan sedarah. Di Sumatra, IUCN menyebut efek populasi kecil, gangguan manusia, dan perburuan sebagai tiga ancaman utama. Di Ujung Kulon, letusan gunung berapi dan penyakit dari ternak menambah risiko.

Dasar informasi: [Siaran pers SP.16/2026: Putusan persidangan, 10 badak jawa menjadi korban perburuan liar di Taman Nasional Ujung Kulon (Balai TN Ujung Kulon, 21 Jun 2026)](https://tnujungkulon.ksdae.kehutanan.go.id/berita/detail/344) · [Pusat penangkaran badak sumatera di Way Kambas Lampung Timur diperluas (ANTARA Lampung, 8 Jan 2025)](https://lampung.antaranews.com/berita/757366/pusat-penangkaran-badak-sumatera-di-way-kambas-lampung-timur-diperluas) · [Peringatan Hari Badak Sedunia 2025, Badak Lestari Bumi Berseri (Kementerian Kehutanan, siaran pers SP.209, 22 Sep 2025)](https://www.kehutanan.go.id/news/peringatan-hari-badak-sedunia-2025-badak-lestari-bumi-berseri) · [Ellis & Talukdar (2020) Rhinoceros sondaicus, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T19495A18493900 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167753.pdf) · [Ellis & Talukdar (2020) Rhinoceros sondaicus, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T19495A18493900 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167753.pdf) · [Ellis & Talukdar (2020) Rhinoceros sondaicus, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T19495A18493900 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167753.pdf) · [Peringatan Hari Badak Sedunia 2025, Badak Lestari Bumi Berseri (Kementerian Kehutanan, siaran pers SP.209, 22 Sep 2025)](https://www.kehutanan.go.id/news/peringatan-hari-badak-sedunia-2025-badak-lestari-bumi-berseri) · [Ellis & Talukdar (2020) Dicerorhinus sumatrensis, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T6553A18493355 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167738.pdf) · [Ellis & Talukdar (2020) Dicerorhinus sumatrensis, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T6553A18493355 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167738.pdf) · [Kemenhut: Populasi badak jawa dan sumatera tersisa sekitar 100 ekor (ANTARA, 22 Sep 2025)](https://jatim.antaranews.com/berita/978180/kemenhut-populasi-badak-jawa-dan-sumatera-tersisa-sekitar-100-ekor) · [Ellis & Talukdar (2020) Dicerorhinus sumatrensis, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T6553A18493355 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167738.pdf) · [Ellis & Talukdar (2020) Rhinoceros sondaicus, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T19495A18493900 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167753.pdf) · [Ellis & Talukdar (2020) Rhinoceros sondaicus, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T19495A18493900 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167753.pdf)

## Badak jawa sisa berapa? Angka resmi dan perkiraan 2025–2026

Angkanya berbeda-beda. Pada Hari Badak Sedunia, 22 September 2025, Kementerian Kehutanan memperkirakan populasi badak jawa 87–100 individu. Dirjen KSDAE menambahkan bahwa pihaknya yakin jumlahnya kurang dari 100 ekor.

Laporan status badak yang disusun kelompok spesialis badak IUCN untuk konferensi para pihak CITES ke-20 (2025) memakai pendekatan lain. Pemerintah melaporkan 76 badak jawa pada 2023, tetapi kemudian terungkap sebanyak 26 badak dibunuh dua kelompok pemburu pada 2019–2023. Karena itu laporan tersebut memakai perkiraan minimum 50 individu, penurunan sekitar 33% dari populasi yang diketahui.

Angka sekitar 80 juga sering beredar. Pada April 2024, setelah seekor anak baru terekam kamera jebak, jumlah badak jawa di Ujung Kulon disebut 82 individu. Namun laporan untuk CITES mencatat para ilmuwan sudah meragukan angka 2023 karena 18 badak di dalamnya tidak terekam kamera jebak selama tiga tahun.

Ada juga kabar baik. Balai TN Ujung Kulon melaporkan tiga individu baru pada Maret–April 2025, dan tim pemantau merekam seekor induk dengan anak baru pada 29 Januari 2026. Karena tiap angka memakai metode dan tahun yang berbeda, PanduanHewan menampilkan rentangnya: dari minimal sekitar 50 hingga 87–100 individu.

Dasar informasi: [Peringatan Hari Badak Sedunia 2025, Badak Lestari Bumi Berseri (Kementerian Kehutanan, siaran pers SP.209, 22 Sep 2025)](https://www.kehutanan.go.id/news/peringatan-hari-badak-sedunia-2025-badak-lestari-bumi-berseri) · [Kemenhut: Populasi badak jawa dan sumatera tersisa sekitar 100 ekor (ANTARA, 22 Sep 2025)](https://jatim.antaranews.com/berita/978180/kemenhut-populasi-badak-jawa-dan-sumatera-tersisa-sekitar-100-ekor) · [African and Asian Rhinoceroses – Status, Conservation and Trade: report by the IUCN SSC rhino specialist groups to CITES (CoP20 Doc. 84, Annex 3, 2025; archived copy)](https://web.archive.org/web/20251125104055/https://cites.org/sites/default/files/documents/E-CoP20-084-A3_0.pdf) · [African and Asian Rhinoceroses – Status, Conservation and Trade: report by the IUCN SSC rhino specialist groups to CITES (CoP20 Doc. 84, Annex 3, 2025; archived copy)](https://web.archive.org/web/20251125104055/https://cites.org/sites/default/files/documents/E-CoP20-084-A3_0.pdf) · [African and Asian Rhinoceroses – Status, Conservation and Trade: report by the IUCN SSC rhino specialist groups to CITES (CoP20 Doc. 84, Annex 3, 2025; archived copy)](https://web.archive.org/web/20251125104055/https://cites.org/sites/default/files/documents/E-CoP20-084-A3_0.pdf) · [African and Asian Rhinoceroses – Status, Conservation and Trade: report by the IUCN SSC rhino specialist groups to CITES (CoP20 Doc. 84, Annex 3, 2025; archived copy)](https://web.archive.org/web/20251125104055/https://cites.org/sites/default/files/documents/E-CoP20-084-A3_0.pdf) · [Satu individu baru badak Jawa ditemukan di Taman Nasional Ujung Kulon (VOA Indonesia, 6 Apr 2024)](https://www.voaindonesia.com/a/satu-individu-baru-badak-jawa-ditemukan-di-taman-nasional-ujung-kulon/7559319.html) · [Individu baru anak badak jawa tertangkap kamera di Ujung Kulon (Kompas.com, 8 Apr 2024)](https://lestari.kompas.com/read/2024/04/08/090000086/individu-baru-anak-badak-jawa-tertangkap-kamera-di-ujung-kulon) · [African and Asian Rhinoceroses – Status, Conservation and Trade: report by the IUCN SSC rhino specialist groups to CITES (CoP20 Doc. 84, Annex 3, 2025; archived copy)](https://web.archive.org/web/20251125104055/https://cites.org/sites/default/files/documents/E-CoP20-084-A3_0.pdf) · [Siaran pers SP.054/2025: Temuan 3 individu baru badak jawa di Taman Nasional Ujung Kulon (Balai TN Ujung Kulon, 3 Mei 2025)](https://tnujungkulon.ksdae.kehutanan.go.id/berita/detail/301) · [Siaran pers SP.054/2025: Temuan 3 individu baru badak jawa di Taman Nasional Ujung Kulon (Balai TN Ujung Kulon, 3 Mei 2025)](https://tnujungkulon.ksdae.kehutanan.go.id/berita/detail/301) · [Anakan badak jawa terekam di TN Ujung Kulon, bukti habitat terjaga dan pengamanan efektif (Kementerian Kehutanan, siaran pers SP.25, 4 Feb 2026)](https://www.kehutanan.go.id/news/anakan-badak-jawa-terekam-di-tn-ujung-kulon-bukti-habitat-terjaga-dan-pengamanan-efektif) · [Anakan badak jawa terekam di TN Ujung Kulon, bukti habitat terjaga dan pengamanan efektif (Kementerian Kehutanan, siaran pers SP.25, 4 Feb 2026)](https://www.kehutanan.go.id/news/anakan-badak-jawa-terekam-di-tn-ujung-kulon-bukti-habitat-terjaga-dan-pengamanan-efektif)

## Kasus perburuan badak jawa di Ujung Kulon: 26 atau 10 badak?

Selama bertahun-tahun badak jawa dianggap aman dari perburuan. Penilaian IUCN 2020 masih menyebut tidak ada perburuan yang diketahui di Ujung Kulon selama 20 tahun terakhir. Kasus ini baru terungkap setelah polisi di Banten menerima laporan pada 29 Mei 2023 tentang kamera jebak yang hilang dan berkurangnya tanda-tanda badak di taman nasional.

Pada Juni 2024, Polda Banten menyebut 26 badak jawa mati diburu oleh dua kelompok pemburu dari sebuah desa di sekitar taman nasional. Angka itu berasal dari keterangan para tersangka dan kemudian dipakai laporan untuk CITES (2025). Salah satu pemburu bahkan menyimpan peta sebaran badak dari data kamera jebak 2020–2023.

Angka yang terbukti di pengadilan lebih kecil. Pada 21 Juni 2026, Balai TN Ujung Kulon merekonstruksi seluruh fakta hukum dalam putusan berkekuatan hukum tetap dan menyimpulkan 10 badak jawa menjadi korban: enam ditembak satu eksekutor (lima jantan, satu betina) dan setidaknya empat oleh kelompok lain. Selisih antara 26 dan 10 belum dijelaskan secara resmi; 26 berasal dari keterangan tersangka, sedangkan 10 adalah yang dibuktikan dalam putusan.

Para pemburu memakai senapan rakitan jenis locok, menyembelih badak, memotong culanya, lalu menjual cula ke Jakarta. Sebagian besar korban adalah jantan yang culanya terlihat jelas, sehingga jumlah pejantan pembiak berkurang dan rasio kelamin terganggu.

Hukumannya: dua eksekutor divonis 12 tahun penjara, empat anggota kelompok 11 tahun, seorang perantara penjual cula 4 tahun 6 bulan, dan seorang perantara pembeli 1 tahun setelah Mahkamah Agung membatalkan vonis bebasnya pada April 2025. Semua juga didenda Rp100 juta. Vonis 12 tahun pertama dijatuhkan Pengadilan Negeri Pandeglang pada 5 Juni 2024 dan disebut balai sebagai vonis tertinggi dalam sejarah perburuan satwa di Indonesia.

Hukuman di atas 5 tahun dimungkinkan karena para pemburu juga dijerat UU Darurat 12/1951 tentang senjata api. Untuk perburuannya sendiri, mereka dijerat UU 5/1990 yang lama, yang ancaman pidananya paling lama 5 tahun penjara. Sejak 2024, seluruh Semenanjung Ujung Kulon ditutup bagi aktivitas manusia selain perlindungan dan pemantauan badak, dan polisi serta TNI memperketat pengamanan.

Dasar informasi: [Ellis & Talukdar (2020) Rhinoceros sondaicus, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T19495A18493900 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167753.pdf) · [African and Asian Rhinoceroses – Status, Conservation and Trade: report by the IUCN SSC rhino specialist groups to CITES (CoP20 Doc. 84, Annex 3, 2025; archived copy)](https://web.archive.org/web/20251125104055/https://cites.org/sites/default/files/documents/E-CoP20-084-A3_0.pdf) · [26 badak jawa mati diburu, pengamanan Ujung Kulon lemah? (Mongabay Indonesia, 12 Jun 2024)](https://www.mongabay.co.id/2024/06/12/26-badak-jawa-mati-diburu-pengamanan-ujung-kulon-lemah/) · [African and Asian Rhinoceroses – Status, Conservation and Trade: report by the IUCN SSC rhino specialist groups to CITES (CoP20 Doc. 84, Annex 3, 2025; archived copy)](https://web.archive.org/web/20251125104055/https://cites.org/sites/default/files/documents/E-CoP20-084-A3_0.pdf) · [African and Asian Rhinoceroses – Status, Conservation and Trade: report by the IUCN SSC rhino specialist groups to CITES (CoP20 Doc. 84, Annex 3, 2025; archived copy)](https://web.archive.org/web/20251125104055/https://cites.org/sites/default/files/documents/E-CoP20-084-A3_0.pdf) · [26 badak jawa mati diburu, pengamanan Ujung Kulon lemah? (Mongabay Indonesia, 12 Jun 2024)](https://www.mongabay.co.id/2024/06/12/26-badak-jawa-mati-diburu-pengamanan-ujung-kulon-lemah/) · [Siaran pers SP.16/2026: Putusan persidangan, 10 badak jawa menjadi korban perburuan liar di Taman Nasional Ujung Kulon (Balai TN Ujung Kulon, 21 Jun 2026)](https://tnujungkulon.ksdae.kehutanan.go.id/berita/detail/344) · [Siaran pers SP.16/2026: Putusan persidangan, 10 badak jawa menjadi korban perburuan liar di Taman Nasional Ujung Kulon (Balai TN Ujung Kulon, 21 Jun 2026)](https://tnujungkulon.ksdae.kehutanan.go.id/berita/detail/344) · [Siaran pers SP.16/2026: Putusan persidangan, 10 badak jawa menjadi korban perburuan liar di Taman Nasional Ujung Kulon (Balai TN Ujung Kulon, 21 Jun 2026)](https://tnujungkulon.ksdae.kehutanan.go.id/berita/detail/344) · [Siaran pers SP.16/2026: Putusan persidangan, 10 badak jawa menjadi korban perburuan liar di Taman Nasional Ujung Kulon (Balai TN Ujung Kulon, 21 Jun 2026)](https://tnujungkulon.ksdae.kehutanan.go.id/berita/detail/344) · [Siaran pers SP.16/2026: Putusan persidangan, 10 badak jawa menjadi korban perburuan liar di Taman Nasional Ujung Kulon (Balai TN Ujung Kulon, 21 Jun 2026)](https://tnujungkulon.ksdae.kehutanan.go.id/berita/detail/344) · [26 badak jawa mati diburu, pengamanan Ujung Kulon lemah? (Mongabay Indonesia, 12 Jun 2024)](https://www.mongabay.co.id/2024/06/12/26-badak-jawa-mati-diburu-pengamanan-ujung-kulon-lemah/) · [African and Asian Rhinoceroses – Status, Conservation and Trade: report by the IUCN SSC rhino specialist groups to CITES (CoP20 Doc. 84, Annex 3, 2025; archived copy)](https://web.archive.org/web/20251125104055/https://cites.org/sites/default/files/documents/E-CoP20-084-A3_0.pdf) · [Siaran pers SP.16/2026: Putusan persidangan, 10 badak jawa menjadi korban perburuan liar di Taman Nasional Ujung Kulon (Balai TN Ujung Kulon, 21 Jun 2026)](https://tnujungkulon.ksdae.kehutanan.go.id/berita/detail/344) · [Siaran pers SP.16/2026: Putusan persidangan, 10 badak jawa menjadi korban perburuan liar di Taman Nasional Ujung Kulon (Balai TN Ujung Kulon, 21 Jun 2026)](https://tnujungkulon.ksdae.kehutanan.go.id/berita/detail/344) · [Siaran pers SP.16/2026: Putusan persidangan, 10 badak jawa menjadi korban perburuan liar di Taman Nasional Ujung Kulon (Balai TN Ujung Kulon, 21 Jun 2026)](https://tnujungkulon.ksdae.kehutanan.go.id/berita/detail/344) · [Siaran pers SP.16/2026: Putusan persidangan, 10 badak jawa menjadi korban perburuan liar di Taman Nasional Ujung Kulon (Balai TN Ujung Kulon, 21 Jun 2026)](https://tnujungkulon.ksdae.kehutanan.go.id/berita/detail/344) · [Siaran pers SP.16/2026: Putusan persidangan, 10 badak jawa menjadi korban perburuan liar di Taman Nasional Ujung Kulon (Balai TN Ujung Kulon, 21 Jun 2026)](https://tnujungkulon.ksdae.kehutanan.go.id/berita/detail/344) · [Siaran pers: 6 pemburu badak jawa divonis 11–12 tahun penjara (Balai Taman Nasional Ujung Kulon, 13 Feb 2025)](https://tnujungkulon.ksdae.kehutanan.go.id/berita/detail/296) · [Siaran pers: 6 pemburu badak jawa divonis 11–12 tahun penjara (Balai Taman Nasional Ujung Kulon, 13 Feb 2025)](https://tnujungkulon.ksdae.kehutanan.go.id/berita/detail/296) · [Siaran pers: 6 pemburu badak jawa divonis 11–12 tahun penjara (Balai Taman Nasional Ujung Kulon, 13 Feb 2025)](https://tnujungkulon.ksdae.kehutanan.go.id/berita/detail/296) · [Siaran pers: 6 pemburu badak jawa divonis 11–12 tahun penjara (Balai Taman Nasional Ujung Kulon, 13 Feb 2025)](https://tnujungkulon.ksdae.kehutanan.go.id/berita/detail/296) · [UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (teks asli, JDIH BPK)](https://peraturan.bpk.go.id/Download/35455/UU%20Nomor%205%20Tahun%201990.pdf) · [Siaran pers SP.054/2025: Temuan 3 individu baru badak jawa di Taman Nasional Ujung Kulon (Balai TN Ujung Kulon, 3 Mei 2025)](https://tnujungkulon.ksdae.kehutanan.go.id/berita/detail/301) · [Satu individu baru badak Jawa ditemukan di Taman Nasional Ujung Kulon (VOA Indonesia, 6 Apr 2024)](https://www.voaindonesia.com/a/satu-individu-baru-badak-jawa-ditemukan-di-taman-nasional-ujung-kulon/7559319.html) · [Satu individu baru badak Jawa ditemukan di Taman Nasional Ujung Kulon (VOA Indonesia, 6 Apr 2024)](https://www.voaindonesia.com/a/satu-individu-baru-badak-jawa-ditemukan-di-taman-nasional-ujung-kulon/7559319.html) · [African and Asian Rhinoceroses – Status, Conservation and Trade: report by the IUCN SSC rhino specialist groups to CITES (CoP20 Doc. 84, Annex 3, 2025; archived copy)](https://web.archive.org/web/20251125104055/https://cites.org/sites/default/files/documents/E-CoP20-084-A3_0.pdf)

## Cula badak untuk apa, dan terbuat dari apa?

Cula badak terbuat dari keratin, protein yang juga menyusun kuku dan rambut. Berbeda dengan tanduk domba yang berinti tulang, cula badak seluruhnya keratin.

Badak diburu karena culanya laku mahal di pasar gelap. Penilaian IUCN menyebut permintaan berlebihan akan cula dan produk badak lain untuk sistem pengobatan tradisional Tiongkok dan sejenisnya sebagai penyebab jangka panjang anjloknya populasi badak jawa. Cula juga dikonsumsi untuk alasan budaya dan status sosial.

Khasiat obatnya tidak terbukti. Sebuah kajian di jurnal Global Ecology and Conservation (2020) menyarankan agar upaya menekan permintaan menonjolkan tidak adanya khasiat pengobatan berbahan badak, dengan melibatkan para dokter.

Uangnya besar bagi jaringan kejahatan. Dalam kasus Ujung Kulon, barang bukti dari perantara penjual cula mencakup bukti setor tunai Rp525 juta pada 8 Agustus 2022. Di Palembang, dua penjual cula badak dan pipa rokok dari gading gajah yang berjualan tanpa izin divonis 4 tahun penjara dan denda Rp500 juta pada 5 Februari 2025.

Membeli, menyimpan, atau menjual cula badak, utuh maupun sudah diolah, adalah tindak pidana. Kementerian Kehutanan menegaskan bagian tubuh satwa dilindungi tetap tidak boleh diperdagangkan meskipun sudah menjadi ukiran, pajangan, atau barang koleksi.

Dasar informasi: [Rhinoceros horn mineral and metal concentrations vary by sample location, depth, and color (Scientific Reports, 2024)](https://doi.org/10.1038/s41598-024-64472-z) · [Creating artificial rhino horns from horse hair (Scientific Reports, 2019)](https://doi.org/10.1038/s41598-019-52527-5) · [Ellis & Talukdar (2020) Rhinoceros sondaicus, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T19495A18493900 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167753.pdf) · [Rhinoceros horn mineral and metal concentrations vary by sample location, depth, and color (Scientific Reports, 2024)](https://doi.org/10.1038/s41598-024-64472-z) · [Will legal international rhino horn trade save wild rhino populations? (Global Ecology and Conservation, 2020)](https://doi.org/10.1016/j.gecco.2020.e01145) · [Siaran pers SP.16/2026: Putusan persidangan, 10 badak jawa menjadi korban perburuan liar di Taman Nasional Ujung Kulon (Balai TN Ujung Kulon, 21 Jun 2026)](https://tnujungkulon.ksdae.kehutanan.go.id/berita/detail/344) · [2 terdakwa penjual cula badak dan gading gajah divonis 4 tahun penjara (detikSumbagsel, 6 Feb 2025)](https://www.detik.com/sumbagsel/hukum-dan-kriminal/d-7764938/2-terdakwa-penjual-cula-badak-dan-gading-gajah-divonis-4-tahun-penjara) · [2 terdakwa penjual cula badak dan gading gajah divonis 4 tahun penjara (detikSumbagsel, 6 Feb 2025)](https://www.detik.com/sumbagsel/hukum-dan-kriminal/d-7764938/2-terdakwa-penjual-cula-badak-dan-gading-gajah-divonis-4-tahun-penjara) · [2 terdakwa penjual cula badak dan gading gajah divonis 4 tahun penjara (detikSumbagsel, 6 Feb 2025)](https://www.detik.com/sumbagsel/hukum-dan-kriminal/d-7764938/2-terdakwa-penjual-cula-badak-dan-gading-gajah-divonis-4-tahun-penjara) · [UU No. 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas UU No. 5 Tahun 1990 (teks resmi, JDIH BPK)](https://peraturan.bpk.go.id/Download/354517/UU%20Nomor%2032%20Tahun%202024.pdf) · [Gakkum Kehutanan ungkap jaringan perdagangan gading gajah di Bali melalui patroli siber (Kementerian Kehutanan, 2 Jun 2026)](https://www.kehutanan.go.id/pers/gakkum-kehutanan-ungkap-jaringan-perdagangan-gading-gajah-di-bali-melalui-patroli-siber)

## Badak jawa terancam punah karena apa lagi? Langkap, tsunami, dan perkawinan sedarah

Habitat badak jawa sempit dan mutunya menurun. Palem langkap (Arenga obtusifolia) mendominasi kanopi hutan di banyak bagian Ujung Kulon dan menghambat tumbuhnya tanaman pakan badak. Data yang dikutip IUCN memperkirakan sekitar 60% (18.000 ha) semenanjung tertutup langkap.

Badak jawa juga bersaing pakan dengan banteng (Bos javanicus), yang di Ujung Kulon bisa berjumlah hingga 800 ekor, dan bisa tertular penyakit dari ternak warga. Daya dukung taman nasional, yang dulu dianggap cukup untuk lebih dari 100 badak, diperkirakan turun hingga sekitar 70 ekor.

Bencana alam adalah risiko besar bagi populasi yang hanya ada di satu tempat. Letusan Krakatau pada 1883 memusnahkan kawasan Ujung Kulon; badak kembali setelah hutan pulih, tetapi IUCN memperingatkan bahwa letusan besar serupa kini tidak akan menyisakan badak untuk mengisi kembali wilayah itu. Pada Desember 2018, runtuhnya Anak Krakatau memicu tsunami, meski badak tidak terdampak.

Ancaman jangka panjang yang paling sulit adalah genetika. Populasi yang kecil rentan terhadap perkawinan sedarah dan menumpuknya mutasi merugikan. Pada November 2025, Kementerian Kehutanan menyatakan, berdasarkan kajian ilmiah terbaru, populasi badak jawa menghadapi ancaman kepunahan dalam waktu kurang dari 50 tahun akibat rendahnya keragaman genetik, perkawinan sedarah, dan keterbatasan habitat.

Karena itu satu gelombang perburuan pun berdampak besar. Kajian kelayakan populasi dan habitat tahun 2015 menyimpulkan bahwa populasi Ujung Kulon sama sekali tidak bisa menoleransi perburuan.

Dasar informasi: [Ellis & Talukdar (2020) Rhinoceros sondaicus, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T19495A18493900 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167753.pdf) · [Ellis & Talukdar (2020) Rhinoceros sondaicus, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T19495A18493900 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167753.pdf) · [Ellis & Talukdar (2020) Rhinoceros sondaicus, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T19495A18493900 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167753.pdf) · [Ellis & Talukdar (2020) Rhinoceros sondaicus, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T19495A18493900 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167753.pdf) · [Ellis & Talukdar (2020) Rhinoceros sondaicus, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T19495A18493900 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167753.pdf) · [Ellis & Talukdar (2020) Rhinoceros sondaicus, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T19495A18493900 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167753.pdf) · [Ellis & Talukdar (2020) Rhinoceros sondaicus, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T19495A18493900 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167753.pdf) · [Ellis & Talukdar (2020) Rhinoceros sondaicus, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T19495A18493900 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167753.pdf) · [Ellis & Talukdar (2020) Rhinoceros sondaicus, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T19495A18493900 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167753.pdf) · [von Seth et al. (2021) Genomic insights into the conservation status of the world's last remaining Sumatran rhinoceros populations, Nature Communications 12: 2393](https://doi.org/10.1038/s41467-021-22386-8) · [Kementerian Kehutanan sampaikan penjelasan resmi terkait Musofa, badak jawa hasil translokasi, wafat akibat penyakit kronis bawaan (siaran pers SP.345, 28 Nov 2025)](https://www.kehutanan.go.id/pers/kementerian-kehutanan-sampaikan-penjelasan-resmi-terkait-musofa-badak-jawa-hasil-translokasi-wafat-akibat-penyakit-kronis-bawaan) · [Ellis & Talukdar (2020) Rhinoceros sondaicus, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T19495A18493900 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167753.pdf)

## Bagaimana upaya pelestarian badak jawa? Habitat kedua dan kematian Musofa

Gagasan membentuk populasi kedua sudah lama ada. Pemerintah menerbitkan strategi dan rencana aksi konservasi badak pada 2007. Survei calon lokasi di Jawa, yaitu Gunung Honje, Gunung Halimun, Masigit Kareumbi, dan Leuweung Sancang, menempatkan Gunung Honje sebagai habitat terbaik.

Pada Juni 2010 pemerintah meluncurkan Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA) di kawasan Gunung Honje, masih di dalam TN Ujung Kulon. Luasnya 5.100 ha, dipagari bertahap pada 2010 dan 2021–2022, dan di dalamnya ada kandang rawat (paddock) seluas 40 ha. Hingga 2019 ada enam badak terpantau di sana.

Pada Agustus 2025 Kementerian Kehutanan menargetkan populasi kedua terbentuk pada 2029 melalui Operasi Merah Putih, yaitu translokasi badak dari Semenanjung Ujung Kulon ke JRSCA. Balai taman nasional menegaskan JRSCA bukan habitat buatan, melainkan habitat asli badak yang dipagari. Dalam Permen LHK 17/2024, translokasi berarti memindahkan satwa di dalam atau ke luar habitat dengan cara yang aman bagi satwa dan manusia.

Badak pertama yang dipindahkan, Musofa, masuk perangkap lubang pada 3 November 2025, diangkut dengan kendaraan amfibi Marinir TNI Angkatan Laut, dan tiba di kandang rawat JRSCA pada 5 November tanpa luka. Pada 7 November 2025 Musofa mati. Nekropsi oleh tim patologi IPB University menemukan kerusakan kronis pada hati, paru-paru, dan otak serta infeksi parasit yang signifikan di saluran cerna.

Kementerian menyimpulkan Musofa mati karena penyakit kronis yang sudah diderita jauh sebelum translokasi, dan menyebut kejadian ini pelajaran untuk memperkuat deteksi dini penyakit satwa liar serta protokol keselamatan translokasi. Kasus ini menunjukkan dilema populasi kedua: setiap pemindahan berisiko, tetapi menyimpan seluruh spesies di satu semenanjung juga berisiko.

Dasar informasi: [Ellis & Talukdar (2020) Rhinoceros sondaicus, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T19495A18493900 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167753.pdf) · [Ellis & Talukdar (2020) Rhinoceros sondaicus, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T19495A18493900 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167753.pdf) · [Ellis & Talukdar (2020) Rhinoceros sondaicus, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T19495A18493900 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167753.pdf) · [Ellis & Talukdar (2020) Rhinoceros sondaicus, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T19495A18493900 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167753.pdf) · [Siaran pers SP.191/2025: JRSCA, habitat asli badak jawa – translokasi di dalam kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (8 Sep 2025)](https://tnujungkulon.ksdae.kehutanan.go.id/berita/detail/322) · [Siaran pers SP.191/2025: JRSCA, habitat asli badak jawa – translokasi di dalam kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (8 Sep 2025)](https://tnujungkulon.ksdae.kehutanan.go.id/berita/detail/322) · [Siaran pers SP.191/2025: JRSCA, habitat asli badak jawa – translokasi di dalam kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (8 Sep 2025)](https://tnujungkulon.ksdae.kehutanan.go.id/berita/detail/322) · [Siaran pers SP.191/2025: JRSCA, habitat asli badak jawa – translokasi di dalam kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (8 Sep 2025)](https://tnujungkulon.ksdae.kehutanan.go.id/berita/detail/322) · [Kemenhut siap translokasi badak jawa untuk membentuk populasi kedua (ANTARA, 22 Agu 2025)](https://www.antaranews.com/berita/5057157/kemenhut-siap-translokasi-badak-jawa-untuk-membentuk-populasi-kedua) · [Kemenhut siap translokasi badak jawa untuk membentuk populasi kedua (ANTARA, 22 Agu 2025)](https://www.antaranews.com/berita/5057157/kemenhut-siap-translokasi-badak-jawa-untuk-membentuk-populasi-kedua) · [Siaran pers SP.191/2025: JRSCA, habitat asli badak jawa – translokasi di dalam kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (8 Sep 2025)](https://tnujungkulon.ksdae.kehutanan.go.id/berita/detail/322) · [Permen LHK No. 17 Tahun 2024 tentang Penyelamatan Jenis Satwa (teks resmi, JDIH BPK)](https://peraturan.bpk.go.id/Download/369993/Permen%20LHK%20No%2017%20Tahun%202024.pdf) · [Kementerian Kehutanan sampaikan penjelasan resmi terkait Musofa, badak jawa hasil translokasi, wafat akibat penyakit kronis bawaan (siaran pers SP.345, 28 Nov 2025)](https://www.kehutanan.go.id/pers/kementerian-kehutanan-sampaikan-penjelasan-resmi-terkait-musofa-badak-jawa-hasil-translokasi-wafat-akibat-penyakit-kronis-bawaan) · [Kementerian Kehutanan sampaikan penjelasan resmi terkait Musofa, badak jawa hasil translokasi, wafat akibat penyakit kronis bawaan (siaran pers SP.345, 28 Nov 2025)](https://www.kehutanan.go.id/pers/kementerian-kehutanan-sampaikan-penjelasan-resmi-terkait-musofa-badak-jawa-hasil-translokasi-wafat-akibat-penyakit-kronis-bawaan) · [Kementerian Kehutanan sampaikan penjelasan resmi terkait Musofa, badak jawa hasil translokasi, wafat akibat penyakit kronis bawaan (siaran pers SP.345, 28 Nov 2025)](https://www.kehutanan.go.id/pers/kementerian-kehutanan-sampaikan-penjelasan-resmi-terkait-musofa-badak-jawa-hasil-translokasi-wafat-akibat-penyakit-kronis-bawaan) · [Kementerian Kehutanan sampaikan penjelasan resmi terkait Musofa, badak jawa hasil translokasi, wafat akibat penyakit kronis bawaan (siaran pers SP.345, 28 Nov 2025)](https://www.kehutanan.go.id/pers/kementerian-kehutanan-sampaikan-penjelasan-resmi-terkait-musofa-badak-jawa-hasil-translokasi-wafat-akibat-penyakit-kronis-bawaan) · [Kementerian Kehutanan sampaikan penjelasan resmi terkait Musofa, badak jawa hasil translokasi, wafat akibat penyakit kronis bawaan (siaran pers SP.345, 28 Nov 2025)](https://www.kehutanan.go.id/pers/kementerian-kehutanan-sampaikan-penjelasan-resmi-terkait-musofa-badak-jawa-hasil-translokasi-wafat-akibat-penyakit-kronis-bawaan) · [Kementerian Kehutanan sampaikan penjelasan resmi terkait Musofa, badak jawa hasil translokasi, wafat akibat penyakit kronis bawaan (siaran pers SP.345, 28 Nov 2025)](https://www.kehutanan.go.id/pers/kementerian-kehutanan-sampaikan-penjelasan-resmi-terkait-musofa-badak-jawa-hasil-translokasi-wafat-akibat-penyakit-kronis-bawaan) · [Kementerian Kehutanan sampaikan penjelasan resmi terkait Musofa, badak jawa hasil translokasi, wafat akibat penyakit kronis bawaan (siaran pers SP.345, 28 Nov 2025)](https://www.kehutanan.go.id/pers/kementerian-kehutanan-sampaikan-penjelasan-resmi-terkait-musofa-badak-jawa-hasil-translokasi-wafat-akibat-penyakit-kronis-bawaan)

## Badak sumatera sisa berapa? Sumatra dan Kalimantan

Jumlah badak sumatera lebih tidak pasti daripada badak jawa. Laporan untuk CITES (2025) menyebut belum ada upaya terpadu untuk menghitungnya, sehingga tetap memakai perkiraan 34–47 individu di Indonesia. Kementerian Kehutanan menyebut kurang dari 100. Pada 2007 angkanya masih 180–200.

Di Sumatra bagian selatan, tanda keberadaan badak liar makin langka. Pencarian di TN Bukit Barisan Selatan dan TN Way Kambas tidak menemukan jejak segar, dan kelompok spesialis badak Asia IUCN menyebut tidak ada catatan autentik dari Sumatra bagian selatan selama dua tahun terakhir. Harapan kini bertumpu pada Sumatra bagian utara, termasuk kawasan Leuser dan Aceh.

Ketika populasi terpecah menjadi kelompok berisi dua sampai lima ekor, badak sulit menemukan pasangan. Betina yang lama tidak bunting juga bisa mengalami gangguan reproduksi. Kajian genom tahun 2021 menemukan populasi Sumatra dan Kalimantan menyimpan banyak mutasi merugikan, sehingga populasi yang kecil berisiko mengalami depresi perkawinan sedarah.

Di Kalimantan, subspesies badak kalimantan (Dicerorhinus sumatrensis harrissoni) nyaris hilang. Populasi sangat kecil ditemukan di Kalimantan Timur pada 2012; seekor betina yang diselamatkan pada 2016 dengan luka jerat kemudian mati, dan seekor betina lain ditangkap pada November 2018. Per Juni 2026, hanya dua badak kalimantan yang teridentifikasi resmi, keduanya betina: Pahu, yang dirawat di sebuah suaka badak di Kalimantan Timur, dan Pari, yang masih hidup liar di Mahakam Ulu dan direncanakan dipindahkan ke suaka.

Malaysia sudah kehilangan badak sumateranya: IUCN mencatat populasi di Semenanjung Malaysia dan Sabah telah hilang. Indonesia kini satu-satunya negara yang pasti masih memiliki badak sumatera; keberadaannya di Myanmar belum pasti.

Dasar informasi: [African and Asian Rhinoceroses – Status, Conservation and Trade: report by the IUCN SSC rhino specialist groups to CITES (CoP20 Doc. 84, Annex 3, 2025; archived copy)](https://web.archive.org/web/20251125104055/https://cites.org/sites/default/files/documents/E-CoP20-084-A3_0.pdf) · [African and Asian Rhinoceroses – Status, Conservation and Trade: report by the IUCN SSC rhino specialist groups to CITES (CoP20 Doc. 84, Annex 3, 2025; archived copy)](https://web.archive.org/web/20251125104055/https://cites.org/sites/default/files/documents/E-CoP20-084-A3_0.pdf) · [Peringatan Hari Badak Sedunia 2025, Badak Lestari Bumi Berseri (Kementerian Kehutanan, siaran pers SP.209, 22 Sep 2025)](https://www.kehutanan.go.id/news/peringatan-hari-badak-sedunia-2025-badak-lestari-bumi-berseri) · [African and Asian Rhinoceroses – Status, Conservation and Trade: report by the IUCN SSC rhino specialist groups to CITES (CoP20 Doc. 84, Annex 3, 2025; archived copy)](https://web.archive.org/web/20251125104055/https://cites.org/sites/default/files/documents/E-CoP20-084-A3_0.pdf) · [African and Asian Rhinoceroses – Status, Conservation and Trade: report by the IUCN SSC rhino specialist groups to CITES (CoP20 Doc. 84, Annex 3, 2025; archived copy)](https://web.archive.org/web/20251125104055/https://cites.org/sites/default/files/documents/E-CoP20-084-A3_0.pdf) · [2024–2025 Report of the IUCN SSC Asian Rhino Specialist Group (IUCN Species Survival Commission, 2025)](https://iucn.org/sites/default/files/2025-09/2024-2025-iucn-ssc-asian-rhino-sg-report_publication.pdf) · [African and Asian Rhinoceroses – Status, Conservation and Trade: report by the IUCN SSC rhino specialist groups to CITES (CoP20 Doc. 84, Annex 3, 2025; archived copy)](https://web.archive.org/web/20251125104055/https://cites.org/sites/default/files/documents/E-CoP20-084-A3_0.pdf) · [Peringatan Hari Badak Sedunia 2025, Badak Lestari Bumi Berseri (Kementerian Kehutanan, siaran pers SP.209, 22 Sep 2025)](https://www.kehutanan.go.id/news/peringatan-hari-badak-sedunia-2025-badak-lestari-bumi-berseri) · [Hanya tersisa dua ekor betina, badak Pari Mahulu di Kaltim segera ditranslokasi demi cegah kepunahan (Kompas.com, 9 Jun 2026)](https://regional.kompas.com/read/2026/06/09/185433478/hanya-tersisa-dua-ekor-betina-badak-pari-mahulu-di-kaltim-segera?page=all) · [Ellis & Talukdar (2020) Dicerorhinus sumatrensis, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T6553A18493355 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167738.pdf) · [Ellis & Talukdar (2020) Dicerorhinus sumatrensis, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T6553A18493355 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167738.pdf) · [Ellis & Talukdar (2020) Dicerorhinus sumatrensis, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T6553A18493355 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167738.pdf) · [von Seth et al. (2021) Genomic insights into the conservation status of the world's last remaining Sumatran rhinoceros populations, Nature Communications 12: 2393](https://doi.org/10.1038/s41467-021-22386-8) · [Ellis & Talukdar (2020) Dicerorhinus sumatrensis, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T6553A18493355 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167738.pdf) · [Ellis & Talukdar (2020) Dicerorhinus sumatrensis, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T6553A18493355 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167738.pdf) · [Ellis & Talukdar (2020) Dicerorhinus sumatrensis, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T6553A18493355 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167738.pdf) · [Hanya tersisa dua ekor betina, badak Pari Mahulu di Kaltim segera ditranslokasi demi cegah kepunahan (Kompas.com, 9 Jun 2026)](https://regional.kompas.com/read/2026/06/09/185433478/hanya-tersisa-dua-ekor-betina-badak-pari-mahulu-di-kaltim-segera?page=all) · [Hanya tersisa dua ekor betina, badak Pari Mahulu di Kaltim segera ditranslokasi demi cegah kepunahan (Kompas.com, 9 Jun 2026)](https://regional.kompas.com/read/2026/06/09/185433478/hanya-tersisa-dua-ekor-betina-badak-pari-mahulu-di-kaltim-segera?page=all) · [Hanya tersisa dua ekor betina, badak Pari Mahulu di Kaltim segera ditranslokasi demi cegah kepunahan (Kompas.com, 9 Jun 2026)](https://regional.kompas.com/read/2026/06/09/185433478/hanya-tersisa-dua-ekor-betina-badak-pari-mahulu-di-kaltim-segera?page=all) · [Ellis & Talukdar (2020) Dicerorhinus sumatrensis, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T6553A18493355 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167738.pdf) · [Ellis & Talukdar (2020) Dicerorhinus sumatrensis, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T6553A18493355 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167738.pdf) · [Ellis & Talukdar (2020) Dicerorhinus sumatrensis, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T6553A18493355 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167738.pdf)

## Berapa jumlah badak sumatera di Way Kambas? Penangkaran dan kelahiran

Suaka Rhino Sumatera (SRS) adalah fasilitas pengembangbiakan semi-alami di zona khusus Taman Nasional Way Kambas, Lampung, yang dikelola Balai TN Way Kambas bersama mitra. Dibangun pada 1997 seluas 100 ha, area ini ditambah 100 ha lagi pada 2019. Tujuannya menghasilkan anak badak untuk mempertahankan spesies, yang ke depannya bisa dilepasliarkan ke habitat alaminya.

Hingga akhir 2023 suaka ini mencatat lima kelahiran: Andatu (2012), Delilah (lahir 11 Mei 2016), Sedah Mirah (2022), seekor betina dari induk Ratu (30 September 2023), dan Indra, jantan seberat 25 kg (25 November 2023). Induk Indra adalah Delilah, betina yang juga lahir di suaka, sehingga program ini sudah berjalan lintas generasi.

Pada Januari 2025 ada 10 badak di SRS, terdiri dari 4 jantan dan 6 betina. Kepala Balai TN Way Kambas menyebut area 200 ha tidak lagi memadai karena diperkirakan ada kelahiran baru pada 2026, dan perluasan untuk lima badak lagi sudah disetujui. Dokter hewan suaka memperkirakan tiga induk bisa bunting pada 2025.

Pemerintah juga mengembangkan teknologi reproduksi berbantu (assisted reproductive technology, ART) dan bank hayati (biobank) bersama IPB University, serta merencanakan suaka badak sumatera di Aceh Timur. Kajian genom 2021 menyebut depresi perkawinan sedarah di masa depan berpotensi dicegah dengan aliran gen antarpopulasi.

Balai TN Way Kambas mengajak masyarakat sekitar mendukung lewat kemitraan penanaman pohon pakan badak. Masyarakat umum tidak perlu, dan tidak semestinya, menyentuh atau memberi makan badak untuk membantu.

Dasar informasi: [Menteri LHK sampaikan kabar gembira kelahiran satu ekor badak sumatera di Taman Nasional Way Kambas (Balai Kliring Keanekaragaman Hayati, 30 Sep 2023)](https://balaikliringkehati.kemenlh.go.id/2023/09/30/menteri-lhk-sampaikan-kabar-gembira-kelahiran-satu-ekor-badak-sumatera-di-taman-nasional-way-kambas/) · [Menteri LHK sampaikan kabar gembira kelahiran satu ekor badak sumatera di Taman Nasional Way Kambas (Balai Kliring Keanekaragaman Hayati, 30 Sep 2023)](https://balaikliringkehati.kemenlh.go.id/2023/09/30/menteri-lhk-sampaikan-kabar-gembira-kelahiran-satu-ekor-badak-sumatera-di-taman-nasional-way-kambas/) · [Pusat penangkaran badak sumatera di Way Kambas Lampung Timur diperluas (ANTARA Lampung, 8 Jan 2025)](https://lampung.antaranews.com/berita/757366/pusat-penangkaran-badak-sumatera-di-way-kambas-lampung-timur-diperluas) · [Pusat penangkaran badak sumatera di Way Kambas Lampung Timur diperluas (ANTARA Lampung, 8 Jan 2025)](https://lampung.antaranews.com/berita/757366/pusat-penangkaran-badak-sumatera-di-way-kambas-lampung-timur-diperluas) · [Menteri LHK sampaikan kabar gembira kelahiran satu ekor badak sumatera di Taman Nasional Way Kambas (Balai Kliring Keanekaragaman Hayati, 30 Sep 2023)](https://balaikliringkehati.kemenlh.go.id/2023/09/30/menteri-lhk-sampaikan-kabar-gembira-kelahiran-satu-ekor-badak-sumatera-di-taman-nasional-way-kambas/) · [Menteri LHK sampaikan kabar gembira kelahiran satu ekor badak sumatera di Taman Nasional Way Kambas (Balai Kliring Keanekaragaman Hayati, 30 Sep 2023)](https://balaikliringkehati.kemenlh.go.id/2023/09/30/menteri-lhk-sampaikan-kabar-gembira-kelahiran-satu-ekor-badak-sumatera-di-taman-nasional-way-kambas/) · [Seekor anak badak jantan lahir di Taman Nasional Way Kambas (ANTARA, 26 Nov 2023)](https://www.antaranews.com/berita/3842064/seekor-anak-badak-jantan-lahir-di-taman-nasional-way-kambas) · [Seekor anak badak jantan lahir di Taman Nasional Way Kambas (ANTARA, 26 Nov 2023)](https://www.antaranews.com/berita/3842064/seekor-anak-badak-jantan-lahir-di-taman-nasional-way-kambas) · [Seekor anak badak jantan lahir di Taman Nasional Way Kambas (ANTARA, 26 Nov 2023)](https://www.antaranews.com/berita/3842064/seekor-anak-badak-jantan-lahir-di-taman-nasional-way-kambas) · [Menteri LHK sampaikan kabar gembira kelahiran satu ekor badak sumatera di Taman Nasional Way Kambas (Balai Kliring Keanekaragaman Hayati, 30 Sep 2023)](https://balaikliringkehati.kemenlh.go.id/2023/09/30/menteri-lhk-sampaikan-kabar-gembira-kelahiran-satu-ekor-badak-sumatera-di-taman-nasional-way-kambas/) · [Seekor anak badak jantan lahir di Taman Nasional Way Kambas (ANTARA, 26 Nov 2023)](https://www.antaranews.com/berita/3842064/seekor-anak-badak-jantan-lahir-di-taman-nasional-way-kambas) · [Seekor anak badak jantan lahir di Taman Nasional Way Kambas (ANTARA, 26 Nov 2023)](https://www.antaranews.com/berita/3842064/seekor-anak-badak-jantan-lahir-di-taman-nasional-way-kambas) · [Pusat penangkaran badak sumatera di Way Kambas Lampung Timur diperluas (ANTARA Lampung, 8 Jan 2025)](https://lampung.antaranews.com/berita/757366/pusat-penangkaran-badak-sumatera-di-way-kambas-lampung-timur-diperluas) · [Pusat penangkaran badak sumatera di Way Kambas Lampung Timur diperluas (ANTARA Lampung, 8 Jan 2025)](https://lampung.antaranews.com/berita/757366/pusat-penangkaran-badak-sumatera-di-way-kambas-lampung-timur-diperluas) · [Pusat penangkaran badak sumatera di Way Kambas Lampung Timur diperluas (ANTARA Lampung, 8 Jan 2025)](https://lampung.antaranews.com/berita/757366/pusat-penangkaran-badak-sumatera-di-way-kambas-lampung-timur-diperluas) · [Pusat penangkaran badak sumatera di Way Kambas Lampung Timur diperluas (ANTARA Lampung, 8 Jan 2025)](https://lampung.antaranews.com/berita/757366/pusat-penangkaran-badak-sumatera-di-way-kambas-lampung-timur-diperluas) · [Pusat penangkaran badak sumatera di Way Kambas Lampung Timur diperluas (ANTARA Lampung, 8 Jan 2025)](https://lampung.antaranews.com/berita/757366/pusat-penangkaran-badak-sumatera-di-way-kambas-lampung-timur-diperluas) · [Kemenhut: Populasi badak jawa dan sumatera tersisa sekitar 100 ekor (ANTARA, 22 Sep 2025)](https://jatim.antaranews.com/berita/978180/kemenhut-populasi-badak-jawa-dan-sumatera-tersisa-sekitar-100-ekor) · [Peringatan Hari Badak Sedunia 2025, Badak Lestari Bumi Berseri (Kementerian Kehutanan, siaran pers SP.209, 22 Sep 2025)](https://www.kehutanan.go.id/news/peringatan-hari-badak-sedunia-2025-badak-lestari-bumi-berseri) · [von Seth et al. (2021) Genomic insights into the conservation status of the world's last remaining Sumatran rhinoceros populations, Nature Communications 12: 2393](https://doi.org/10.1038/s41467-021-22386-8) · [Pusat penangkaran badak sumatera di Way Kambas Lampung Timur diperluas (ANTARA Lampung, 8 Jan 2025)](https://lampung.antaranews.com/berita/757366/pusat-penangkaran-badak-sumatera-di-way-kambas-lampung-timur-diperluas)

## Badak jawa terakhir di Vietnam: apa yang terjadi pada 2010?

Dulu badak jawa tersebar dari Bangladesh, Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja, dan Vietnam, mungkin juga Tiongkok selatan, hingga Semenanjung Malaya, Sumatra, dan Jawa. Sejak pertengahan abad ke-19 spesies ini lenyap dari hampir seluruh wilayah sebarannya. Catatan terakhirnya di Sumatra berasal dari 1959.

Subspesies daratan, Rhinoceros sondaicus annamiticus, bertahan paling lama di Taman Nasional Cat Tien, Vietnam. Individu terakhirnya mati diburu pada Mei 2010 dan ditemukan dengan cula terpotong. Populasi Vietnam dinyatakan punah pada tahun yang sama, sehingga badak jawa kini hanya ada di Indonesia.

Pelajarannya relevan bagi Ujung Kulon: populasi kecil yang terisolasi bisa habis meskipun berada di taman nasional. Laporan untuk CITES mencatat 3–5 badak jawa di Vietnam pada 2007; pada data 2012 statusnya sudah punah.

Dasar informasi: [Ellis & Talukdar (2020) Rhinoceros sondaicus, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T19495A18493900 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167753.pdf) · [Ellis & Talukdar (2020) Rhinoceros sondaicus, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T19495A18493900 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167753.pdf) · [Ellis & Talukdar (2020) Rhinoceros sondaicus, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T19495A18493900 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167753.pdf) · [Ellis & Talukdar (2020) Rhinoceros sondaicus, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T19495A18493900 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167753.pdf) · [Ellis & Talukdar (2020) Rhinoceros sondaicus, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T19495A18493900 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167753.pdf) · [Ellis & Talukdar (2020) Rhinoceros sondaicus, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T19495A18493900 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167753.pdf) · [Satu individu baru badak Jawa ditemukan di Taman Nasional Ujung Kulon (VOA Indonesia, 6 Apr 2024)](https://www.voaindonesia.com/a/satu-individu-baru-badak-jawa-ditemukan-di-taman-nasional-ujung-kulon/7559319.html) · [African and Asian Rhinoceroses – Status, Conservation and Trade: report by the IUCN SSC rhino specialist groups to CITES (CoP20 Doc. 84, Annex 3, 2025; archived copy)](https://web.archive.org/web/20251125104055/https://cites.org/sites/default/files/documents/E-CoP20-084-A3_0.pdf) · [African and Asian Rhinoceroses – Status, Conservation and Trade: report by the IUCN SSC rhino specialist groups to CITES (CoP20 Doc. 84, Annex 3, 2025; archived copy)](https://web.archive.org/web/20251125104055/https://cites.org/sites/default/files/documents/E-CoP20-084-A3_0.pdf)

## Apakah badak jawa dan badak sumatera dilindungi? Hukum, CITES, dan status IUCN

Ya. Badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) dan badak jawa (Rhinoceros sondaicus) tercantum sebagai nomor 111 dan 112 dalam lampiran Permen LHK P.106/2018 tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi.

Pasal 21 ayat (2) UU 5/1990 sebagaimana diubah UU 32/2024 melarang setiap orang memburu, menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, atau memperdagangkan satwa dilindungi, termasuk bagian tubuhnya dan barang yang dibuat darinya, seperti cula. Pasal 40A ayat (1) semula mengancam pelanggarnya dengan penjara 3–15 tahun dan denda kategori IV (Rp200 juta) sampai VII (Rp5 miliar). Sejak 2 Januari 2026, UU 1/2026 tentang Penyesuaian Pidana menghapus ancaman minimum itu, sehingga ancamannya menjadi penjara paling lama 15 tahun dan/atau denda paling banyak kategori VII (Rp5 miliar). Pidana dapat ditambah sepertiga bila dilakukan dengan sarana teknologi informasi (Pasal 40C ayat (2)).

Sebagai perbandingan, UU 5/1990 sebelum diubah hanya mengancam penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 juta. Pasal penganiayaan hewan dalam KUHP baru (UU 1/2023 Pasal 337, berlaku 2 Januari 2026) ancamannya jauh lebih ringan: paling lama 1 tahun 6 bulan bila hewan mati.

Di tingkat internasional, kedua spesies masuk Apendiks I CITES sejak 1 Juli 1975. Artinya perdagangan internasional spesimennya dilarang, kecuali impor untuk tujuan nonkomersial seperti penelitian, dengan izin ekspor dan impor. Daftar Merah IUCN menggolongkan keduanya Kritis (Critically Endangered) dalam penilaian yang terbit pada 2020.

Penegakan hukum melibatkan polisi, balai taman nasional, Ditjen Gakkum Kehutanan, dan BKSDA. Dalam kasus Ujung Kulon, operasi gabungan Polda Banten, Balai TN Ujung Kulon, Gakkum, dan unit K9 Mabes Polri pada 7–16 Mei 2024 menangkap satu tersangka, sementara lima lainnya menyerahkan diri.

Dasar informasi: [Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (lampiran)](https://jdih.kehutanan.go.id/new2/uploads/files/P_106_2018_JENIS_TSL_menlhk_07252019152513.pdf) · [UU No. 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas UU No. 5 Tahun 1990 (teks resmi, JDIH BPK)](https://peraturan.bpk.go.id/Download/354517/UU%20Nomor%2032%20Tahun%202024.pdf) · [UU No. 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas UU No. 5 Tahun 1990 (teks resmi, JDIH BPK)](https://peraturan.bpk.go.id/Download/354517/UU%20Nomor%2032%20Tahun%202024.pdf) · [UU No. 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas UU No. 5 Tahun 1990 (teks resmi, JDIH BPK)](https://peraturan.bpk.go.id/Download/354517/UU%20Nomor%2032%20Tahun%202024.pdf) · [UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP (teks resmi, JDIH BPK; berlaku 2 Januari 2026)](https://peraturan.bpk.go.id/Download/287456/UU%20Nomor%201%20Tahun%202023.pdf) · [UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP (teks resmi, JDIH BPK; berlaku 2 Januari 2026)](https://peraturan.bpk.go.id/Download/287456/UU%20Nomor%201%20Tahun%202023.pdf) · [UU No. 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas UU No. 5 Tahun 1990 (teks resmi, JDIH BPK)](https://peraturan.bpk.go.id/Download/354517/UU%20Nomor%2032%20Tahun%202024.pdf) · [UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (teks asli, JDIH BPK)](https://peraturan.bpk.go.id/Download/35455/UU%20Nomor%205%20Tahun%201990.pdf) · [UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP (teks resmi, JDIH BPK; berlaku 2 Januari 2026)](https://peraturan.bpk.go.id/Download/287456/UU%20Nomor%201%20Tahun%202023.pdf) · [UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP (teks resmi, JDIH BPK; berlaku 2 Januari 2026)](https://peraturan.bpk.go.id/Download/287456/UU%20Nomor%201%20Tahun%202023.pdf) · [Database Peraturan BPK: UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP](https://peraturan.bpk.go.id/Details/234935/uu-no-1-tahun-2023) · [CITES Species+: Rhinoceros sondaicus, CITES listing (API record)](https://speciesplus.net/api/v1/taxon_concepts/5553?locale=en) · [CITES Species+: Dicerorhinus sumatrensis, CITES listing (API record)](https://speciesplus.net/api/v1/taxon_concepts/5871?locale=en) · [CITES: The CITES Appendices (archived copy, 30 Mar 2026)](https://web.archive.org/web/20260330140938/https://cites.org/eng/app/index.php) · [CITES: The CITES Appendices (archived copy, 30 Mar 2026)](https://web.archive.org/web/20260330140938/https://cites.org/eng/app/index.php) · [CITES: The CITES Appendices (archived copy, 30 Mar 2026)](https://web.archive.org/web/20260330140938/https://cites.org/eng/app/index.php) · [Ellis & Talukdar (2020) Rhinoceros sondaicus, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T19495A18493900 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167753.pdf) · [Ellis & Talukdar (2020) Dicerorhinus sumatrensis, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T6553A18493355 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167738.pdf) · [Siaran pers: 6 pemburu badak jawa divonis 11–12 tahun penjara (Balai Taman Nasional Ujung Kulon, 13 Feb 2025)](https://tnujungkulon.ksdae.kehutanan.go.id/berita/detail/296) · [UU No. 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana (JDIH BPK)](https://peraturan.bpk.go.id/Details/337869/uu-no-1-tahun-2026) · [UU No. 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana (JDIH BPK)](https://peraturan.bpk.go.id/Details/337869/uu-no-1-tahun-2026) · [UU No. 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana (JDIH BPK)](https://peraturan.bpk.go.id/Details/337869/uu-no-1-tahun-2026)

## Cara membantu

- Jangan membeli, memesan, menyimpan, atau menjual cula badak maupun barang yang diklaim terbuat dari cula, termasuk yang ditawarkan sebagai obat, jimat, atau perhiasan. Cula hanyalah keratin, dan memperdagangkannya adalah tindak pidana.
- Laporkan penawaran cula atau bagian tubuh badak, daring maupun di toko, ke Gakkum Kehutanan (pengaduan.gakkum.kehutanan.go.id), BKSDA atau balai taman nasional terdekat, atau polisi di 110. Simpan tangkapan layar dan tautan, dan jangan menghubungi atau menawar penjual.
- Laporkan juga unggahan jual beli satwa dilindungi ke platform tempat unggahan itu muncul, dan jangan membagikannya ulang.
- Jangan menyebarkan lokasi badak, foto kamera jebak yang menyertakan lokasi, atau informasi patroli di media sosial. Data sebaran badak dari kamera jebak pernah dipakai pemburu di Ujung Kulon.
- Jika berkunjung ke TN Ujung Kulon, patuhi aturan balai: Semenanjung Ujung Kulon tertutup bagi aktivitas selain perlindungan dan pemantauan badak. Waspadai tur yang menjanjikan bisa melihat badak jawa.
- Jika tinggal di sekitar habitat badak, jangan memasang jerat dan jangan menggembalakan ternak di dalam kawasan, karena jerat melukai badak dan ternak dapat menularkan penyakit. Ikuti program kemitraan resmi balai taman nasional, misalnya penanaman pohon pakan badak.
- Saat membagikan informasi, sertakan angka populasi beserta sumber dan tanggalnya, dan jelaskan bahwa perkiraannya berbeda-beda. Jangan ikut menyebarkan klaim bahwa badak jawa sudah punah.
- Sebelum berdonasi untuk program "adopsi badak" atau penggalangan dana lain, periksa izin pengumpulan uang dan badan hukum lembaganya dengan panduan memeriksa penggalangan dana di PanduanHewan. PanduanHewan sendiri tidak menerima donasi.
- Jika ingin menjadi relawan, pilih program yang bekerja dengan izin balai taman nasional atau BKSDA, tidak menawarkan kontak langsung dengan badak, dan terbuka soal kegiatan serta pendanaannya.

## Pertanyaan umum

### Apakah badak jawa sudah punah?

Belum. Badak jawa masih hidup di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten, satu-satunya tempat spesies ini tersisa, dan anak baru terekam kamera pada Januari 2026. Yang sudah punah adalah populasi di Vietnam, yang individu terakhirnya mati diburu pada 2010.

### Badak jawa sisa berapa pada 2026?

Perkiraannya berbeda. Kementerian Kehutanan menyebut 87–100 individu (September 2025), sedangkan laporan kelompok spesialis badak IUCN untuk CITES (2025) memakai perkiraan minimum 50 setelah memperhitungkan badak yang dibunuh pemburu pada 2019–2023. Semuanya hidup di Ujung Kulon.

### Apakah ada badak jawa di kebun binatang?

Tidak. Menurut penilaian IUCN 2020, tidak ada badak jawa di penangkaran, dan sepanjang sejarah hanya 22 individu yang diketahui pernah dipelihara manusia. Semua badak jawa hidup liar di Ujung Kulon.

### Berapa badak sumatera di penangkaran Way Kambas?

Pada Januari 2025, Suaka Rhino Sumatera di Taman Nasional Way Kambas menampung 10 badak sumatera: 4 jantan dan 6 betina. Lima di antaranya lahir di suaka itu antara 2012 dan 2023. Di Kalimantan Timur, satu badak betina, Pahu, juga dirawat di sebuah suaka.

### Cula badak terbuat dari apa, dan apakah berkhasiat obat?

Cula badak terbuat dari keratin, bahan yang sama dengan kuku dan rambut. Khasiat obatnya tidak terbukti; para peneliti menyarankan kampanye penurunan permintaan menekankan tidak adanya khasiat pengobatan berbahan badak.

### Kenapa badak jawa diburu?

Untuk culanya. Dalam kasus Ujung Kulon, pemburu memotong cula lalu menjualnya ke Jakarta. Sebagian besar badak yang dibunuh adalah jantan karena culanya lebih terlihat.

### Badak kalimantan sisa berapa?

Per Juni 2026 hanya dua badak kalimantan yang teridentifikasi resmi, keduanya betina. Pahu dirawat di sebuah suaka badak di Kalimantan Timur, sedangkan Pari masih hidup liar di Mahakam Ulu dan direncanakan dipindahkan ke suaka.

### Apa yang terjadi pada badak jawa Musofa?

Musofa adalah badak jawa pertama yang dipindahkan dari Semenanjung Ujung Kulon ke JRSCA, November 2025. Musofa mati pada 7 November 2025; menurut Kementerian Kehutanan, nekropsi menunjukkan penyakit kronis pada hati, paru-paru, dan otak yang sudah diderita jauh sebelum translokasi.

### Bolehkah menyimpan cula badak warisan keluarga?

UU 32/2024 melarang setiap orang menyimpan, memiliki, mengangkut, atau memperdagangkan bagian tubuh satwa dilindungi dan barang yang dibuat darinya. Jangan menjual atau memindahtangankannya; tanyakan langkah yang benar ke BKSDA setempat.

### Bisakah melihat badak jawa di Ujung Kulon?

Hampir tidak mungkin. Semenanjung Ujung Kulon, habitat utama badak, ditutup bagi aktivitas manusia selain perlindungan dan pemantauan badak. Badak dipantau dengan kamera jebak, dan foto-foto yang beredar umumnya berasal dari kamera itu.

### Bagaimana cara melaporkan penjualan cula badak?

Laporkan ke Gakkum Kehutanan lewat pengaduan.gakkum.kehutanan.go.id, ke BKSDA atau balai taman nasional terdekat, atau ke polisi di 110. Formulir Gakkum meminta uraian kejadian, identitas terlapor, dan bukti berupa foto atau dokumen. Kementerian Kehutanan meminta masyarakat melaporkan setiap penawaran satwa dilindungi dan bagian-bagiannya.

### Apa status IUCN dan CITES badak jawa dan badak sumatera?

Keduanya Kritis (Critically Endangered) dalam Daftar Merah IUCN (penilaian 2020) dan masuk Apendiks I CITES sejak 1 Juli 1975, sehingga perdagangan internasional komersialnya dilarang. Di Indonesia keduanya tercantum dalam lampiran Permen LHK P.106/2018.

Organisasi Indonesia yang terdaftar resmi dapat mengajukan diri untuk dicantumkan secara gratis.

## Sumber

- [Peringatan Hari Badak Sedunia 2025, Badak Lestari Bumi Berseri (Kementerian Kehutanan, siaran pers SP.209, 22 Sep 2025)](https://www.kehutanan.go.id/news/peringatan-hari-badak-sedunia-2025-badak-lestari-bumi-berseri)
- [African and Asian Rhinoceroses – Status, Conservation and Trade: report by the IUCN SSC rhino specialist groups to CITES (CoP20 Doc. 84, Annex 3, 2025; archived copy)](https://web.archive.org/web/20251125104055/https://cites.org/sites/default/files/documents/E-CoP20-084-A3_0.pdf)
- [Siaran pers SP.16/2026: Putusan persidangan, 10 badak jawa menjadi korban perburuan liar di Taman Nasional Ujung Kulon (Balai TN Ujung Kulon, 21 Jun 2026)](https://tnujungkulon.ksdae.kehutanan.go.id/berita/detail/344)
- [Pusat penangkaran badak sumatera di Way Kambas Lampung Timur diperluas (ANTARA Lampung, 8 Jan 2025)](https://lampung.antaranews.com/berita/757366/pusat-penangkaran-badak-sumatera-di-way-kambas-lampung-timur-diperluas)
- [CITES Species+: Rhinoceros sondaicus, CITES listing (API record)](https://speciesplus.net/api/v1/taxon_concepts/5553?locale=en)
- [Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (lampiran)](https://jdih.kehutanan.go.id/new2/uploads/files/P_106_2018_JENIS_TSL_menlhk_07252019152513.pdf)
- [Ellis & Talukdar (2020) Rhinoceros sondaicus, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T19495A18493900 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167753.pdf)
- [Ellis & Talukdar (2020) Dicerorhinus sumatrensis, The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T6553A18493355 (assessment PDF)](https://rhinoresourcecenter.com/wp-content/uploads/2024/08/1724167738.pdf)
- [Kemenhut: Populasi badak jawa dan sumatera tersisa sekitar 100 ekor (ANTARA, 22 Sep 2025)](https://jatim.antaranews.com/berita/978180/kemenhut-populasi-badak-jawa-dan-sumatera-tersisa-sekitar-100-ekor)
- [Satu individu baru badak Jawa ditemukan di Taman Nasional Ujung Kulon (VOA Indonesia, 6 Apr 2024)](https://www.voaindonesia.com/a/satu-individu-baru-badak-jawa-ditemukan-di-taman-nasional-ujung-kulon/7559319.html)
- [Individu baru anak badak jawa tertangkap kamera di Ujung Kulon (Kompas.com, 8 Apr 2024)](https://lestari.kompas.com/read/2024/04/08/090000086/individu-baru-anak-badak-jawa-tertangkap-kamera-di-ujung-kulon)
- [Siaran pers SP.054/2025: Temuan 3 individu baru badak jawa di Taman Nasional Ujung Kulon (Balai TN Ujung Kulon, 3 Mei 2025)](https://tnujungkulon.ksdae.kehutanan.go.id/berita/detail/301)
- [Anakan badak jawa terekam di TN Ujung Kulon, bukti habitat terjaga dan pengamanan efektif (Kementerian Kehutanan, siaran pers SP.25, 4 Feb 2026)](https://www.kehutanan.go.id/news/anakan-badak-jawa-terekam-di-tn-ujung-kulon-bukti-habitat-terjaga-dan-pengamanan-efektif)
- [26 badak jawa mati diburu, pengamanan Ujung Kulon lemah? (Mongabay Indonesia, 12 Jun 2024)](https://www.mongabay.co.id/2024/06/12/26-badak-jawa-mati-diburu-pengamanan-ujung-kulon-lemah/)
- [Siaran pers: 6 pemburu badak jawa divonis 11–12 tahun penjara (Balai Taman Nasional Ujung Kulon, 13 Feb 2025)](https://tnujungkulon.ksdae.kehutanan.go.id/berita/detail/296)
- [UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (teks asli, JDIH BPK)](https://peraturan.bpk.go.id/Download/35455/UU%20Nomor%205%20Tahun%201990.pdf)
- [Rhinoceros horn mineral and metal concentrations vary by sample location, depth, and color (Scientific Reports, 2024)](https://doi.org/10.1038/s41598-024-64472-z)
- [Creating artificial rhino horns from horse hair (Scientific Reports, 2019)](https://doi.org/10.1038/s41598-019-52527-5)
- [Will legal international rhino horn trade save wild rhino populations? (Global Ecology and Conservation, 2020)](https://doi.org/10.1016/j.gecco.2020.e01145)
- [2 terdakwa penjual cula badak dan gading gajah divonis 4 tahun penjara (detikSumbagsel, 6 Feb 2025)](https://www.detik.com/sumbagsel/hukum-dan-kriminal/d-7764938/2-terdakwa-penjual-cula-badak-dan-gading-gajah-divonis-4-tahun-penjara)
- [UU No. 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas UU No. 5 Tahun 1990 (teks resmi, JDIH BPK)](https://peraturan.bpk.go.id/Download/354517/UU%20Nomor%2032%20Tahun%202024.pdf)
- [Gakkum Kehutanan ungkap jaringan perdagangan gading gajah di Bali melalui patroli siber (Kementerian Kehutanan, 2 Jun 2026)](https://www.kehutanan.go.id/pers/gakkum-kehutanan-ungkap-jaringan-perdagangan-gading-gajah-di-bali-melalui-patroli-siber)
- [von Seth et al. (2021) Genomic insights into the conservation status of the world's last remaining Sumatran rhinoceros populations, Nature Communications 12: 2393](https://doi.org/10.1038/s41467-021-22386-8)
- [Kementerian Kehutanan sampaikan penjelasan resmi terkait Musofa, badak jawa hasil translokasi, wafat akibat penyakit kronis bawaan (siaran pers SP.345, 28 Nov 2025)](https://www.kehutanan.go.id/pers/kementerian-kehutanan-sampaikan-penjelasan-resmi-terkait-musofa-badak-jawa-hasil-translokasi-wafat-akibat-penyakit-kronis-bawaan)
- [Siaran pers SP.191/2025: JRSCA, habitat asli badak jawa – translokasi di dalam kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (8 Sep 2025)](https://tnujungkulon.ksdae.kehutanan.go.id/berita/detail/322)
- [Kemenhut siap translokasi badak jawa untuk membentuk populasi kedua (ANTARA, 22 Agu 2025)](https://www.antaranews.com/berita/5057157/kemenhut-siap-translokasi-badak-jawa-untuk-membentuk-populasi-kedua)
- [Permen LHK No. 17 Tahun 2024 tentang Penyelamatan Jenis Satwa (teks resmi, JDIH BPK)](https://peraturan.bpk.go.id/Download/369993/Permen%20LHK%20No%2017%20Tahun%202024.pdf)
- [2024–2025 Report of the IUCN SSC Asian Rhino Specialist Group (IUCN Species Survival Commission, 2025)](https://iucn.org/sites/default/files/2025-09/2024-2025-iucn-ssc-asian-rhino-sg-report_publication.pdf)
- [Hanya tersisa dua ekor betina, badak Pari Mahulu di Kaltim segera ditranslokasi demi cegah kepunahan (Kompas.com, 9 Jun 2026)](https://regional.kompas.com/read/2026/06/09/185433478/hanya-tersisa-dua-ekor-betina-badak-pari-mahulu-di-kaltim-segera?page=all)
- [Menteri LHK sampaikan kabar gembira kelahiran satu ekor badak sumatera di Taman Nasional Way Kambas (Balai Kliring Keanekaragaman Hayati, 30 Sep 2023)](https://balaikliringkehati.kemenlh.go.id/2023/09/30/menteri-lhk-sampaikan-kabar-gembira-kelahiran-satu-ekor-badak-sumatera-di-taman-nasional-way-kambas/)
- [Seekor anak badak jantan lahir di Taman Nasional Way Kambas (ANTARA, 26 Nov 2023)](https://www.antaranews.com/berita/3842064/seekor-anak-badak-jantan-lahir-di-taman-nasional-way-kambas)
- [UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP (teks resmi, JDIH BPK; berlaku 2 Januari 2026)](https://peraturan.bpk.go.id/Download/287456/UU%20Nomor%201%20Tahun%202023.pdf)
- [Database Peraturan BPK: UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP](https://peraturan.bpk.go.id/Details/234935/uu-no-1-tahun-2023)
- [CITES Species+: Dicerorhinus sumatrensis, CITES listing (API record)](https://speciesplus.net/api/v1/taxon_concepts/5871?locale=en)
- [CITES: The CITES Appendices (archived copy, 30 Mar 2026)](https://web.archive.org/web/20260330140938/https://cites.org/eng/app/index.php)
- [UU No. 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana (JDIH BPK)](https://peraturan.bpk.go.id/Details/337869/uu-no-1-tahun-2026)
- [Pengaduan Penegakan Hukum Kehutanan (Ditjen Gakkum Kehutanan)](https://pengaduan.gakkum.kehutanan.go.id/)
- [Call Center 110 (Polri)](https://polri.go.id/kontak/call-center-110)
