# Berita satwa Indonesia: kabar terbaru hewan dan konservasi

> Berita satwa Indonesia terbaru: kebakaran hutan dan orangutan, perdagangan satwa liar, rabies, gajah, dan satwa dilindungi. Ditulis ulang secara mendalam dengan konteks hukum dan status konservasi, setiap fakta bersumber.

Sumber: https://panduanhewan.org/id/berita/ · Diperbarui 1 Oktober 2026 · Bahasa Indonesia · English: https://panduanhewan.org/en/news/
_Mirror Markdown ini dibuat saat build dari data yang sama dengan halaman HTML. Kutip URL halaman HTML beserta tanggal pembaruannya._

- 2026-10-01 — [Harimau Sumatera di Beutong Ateuh: Hidup Berdampingan Tanpa Konflik](https://panduanhewan.org/id/berita/harimau-sumatera-beutong-ateuh-tanpa-konflik/): Harimau sumatera dan warga Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, hidup bertetangga tanpa konflik, menurut laporan Mongabay Indonesia pada 1 Oktober 2026. Warga empat desa di jalur satwa antara Ekosistem Leuser dan hutan Ulu Masen itu menjaga hutan dan tidak memburu satwa. Di bagian lain Sumatera, konflik dengan harimau pada 2026 menewaskan dua orang di Riau.
- 2026-10-01 — [Satwa Terdampak Karhutla 2026: 53 Orangutan Diselamatkan Kemenhut](https://panduanhewan.org/id/berita/satwa-terdampak-karhutla-2026/): Jumlah satwa terdampak karhutla 2026 terus bertambah: hingga 22 September 2026, Kementerian Kehutanan telah menyelamatkan 100 satwa liar di enam provinsi prioritas, 53 di antaranya orangutan di Kalimantan, dan delapan satwa ditemukan mati. Di Kalimantan Barat saja, BKSDA mencatat 43 orangutan, 12 trenggiling, dan 4 kucing kuwuk diselamatkan sampai 30 September 2026, sementara api masih dipadamkan di Ketapang dan Kayong Utara.
- 2026-10-01 — [Binturong Dikira Luwak di Pekalongan, Diserahkan ke BKSDA](https://panduanhewan.org/id/berita/binturong-dikira-luwak-pekalongan/): Binturong (Arctictis binturong), satwa dilindungi, masuk ke pekarangan rumah warga di Dukuh Sikucing, Desa Yosorejo, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, sekitar pukul 01.00 WIB pada Selasa, 29 September 2026. Warga semula mengira hewan itu luwak. Setelah dikenali, binturong tersebut diserahkan sore harinya kepada BKSDA Pemalang (Seksi Konservasi Wilayah II, Balai KSDA Jawa Tengah) untuk pemeriksaan kesehatan dan pengamatan.
- 2026-10-01 — [Kasturi Ternate dan 57 Satwa Sitaan Dipulangkan ke Maluku Utara](https://panduanhewan.org/id/berita/kasturi-ternate-58-satwa-sitaan-dipulangkan-ke-maluku-utara/): Sebanyak 35 kasturi ternate dan 23 satwa liar lain hasil sitaan dan temuan di pelabuhan penyeberangan feri dipulangkan Balai KSDA Sulawesi Utara ke Maluku Utara, habitat asal sebagian besar satwa itu; kepala balai menjelaskan kegiatan ini pada Senin, 28 September 2026. Sebagian besar adalah burung paruh bengkok dilindungi yang sudah dirawat di pusat penyelamatan satwa dan dinyatakan negatif flu burung.
- 2026-10-01 — [Penyelundupan Burung di Bakauheni: 2.775 Burung Liar Disita dari Bus](https://panduanhewan.org/id/berita/penyelundupan-burung-bakauheni-2775-burung-liar/): Dugaan penyelundupan burung dari Sumatera ke Jawa digagalkan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, pada Sabtu malam, 26 September 2026: patroli gabungan menemukan 2.775 burung liar di bagasi bus antarkota. Burung dari 18–19 jenis itu diangkut tanpa surat kesehatan hewan dan surat angkut satwa, lalu dilepasliarkan pada 27 September 2026.
- 2026-10-01 — [Kuota Taman Nasional Komodo 2026 Habis, Jatah Harian Kini 500 Orang](https://panduanhewan.org/id/berita/kuota-taman-nasional-komodo-2026-500-pengunjung-per-hari/): Kuota Taman Nasional Komodo untuk 2026, yakni 365.000 kunjungan, sudah habis sejak Agustus, sehingga Balai Taman Nasional Komodo menetapkan kuota harian 500 orang yang disesuaikan berkala untuk September–Desember 2026, lewat pengumuman yang ditandatangani pada 22 September 2026. Pengunjung wajib datang sesuai tanggal di e-tiket SiOra, sementara pelayaran wisata ke Pulau Komodo dan Padar sempat ditutup otoritas pelabuhan pada 9–10 September karena gelombang tinggi.
- 2026-10-01 — [Gajah Diego Mati di PLG Minas: Kronologi dan Penyebabnya](https://panduanhewan.org/id/berita/gajah-diego-mati-plg-minas/): Gajah Diego, gajah sumatera jinak jantan berusia 17 tahun, mati di Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, Kabupaten Siak, Riau, pada Rabu, 16 September 2026 pukul 12.00 WIB setelah beberapa hari dirawat intensif oleh tim medis BBKSDA Riau. Nekropsi mengarah pada infeksi kronis saluran pencernaan, dan sampel organnya masih diuji di laboratorium. Diego adalah gajah kedua yang mati di PLG Minas dalam enam pekan, setelah Jovi pada 3 Agustus 2026.
- 2026-10-01 — [Hiu Paus Terdampar di Jembrana, Bali: Mati dan Dikubur](https://panduanhewan.org/id/berita/hiu-paus-terdampar-jembrana-bali/): Hiu paus terdampar di Pantai Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Bali, pada Sabtu, 12 September 2026: seekor jantan sepanjang sekitar 8 meter ditemukan warga di perairan dangkal pada pagi hari. Hiu itu masih hidup tetapi sangat lemah, dan mati saat air laut surut. Tim gabungan memeriksa dan menekropsi bangkainya, lalu menguburnya di dekat pantai dengan ekskavator sekitar pukul 17.30 WITA.
- 2026-10-01 — [Rabies Bali 2026: 52.645 Gigitan dan 7 Kematian hingga September](https://panduanhewan.org/id/berita/rabies-bali-2026-kasus-gigitan-kematian/): Rabies Bali 2026 masih tinggi: Dinas Kesehatan Provinsi Bali mencatat 52.645 kasus gigitan hewan penular rabies dan tujuh kematian dari Januari hingga 11 September 2026, dengan Badung sebagai kabupaten dengan gigitan terbanyak. Hingga akhir September, cakupan vaksinasi anjing di Tabanan baru 56%, anjing positif rabies dilaporkan di Jembrana dan Bangli, dan di Kabupaten Bima, NTB, satu warga meninggal dari 312 kasus gigitan.
- 2026-10-01 — [Bayi Orangutan di India: Kemenhut Upayakan Repatriasi dari Odisha](https://panduanhewan.org/id/berita/bayi-orangutan-di-india-odisha/): Lima bayi orangutan di India ditemukan pada 8 September 2026 di kawasan hutan Distrik Balasore, Negara Bagian Odisha, dan kini dikarantina di Nandankanan Zoological Park, Bhubaneswar. Kementerian Kehutanan menduga kelimanya orangutan sumatera korban perdagangan satwa lintas negara dan pada 10 September 2026 berkoordinasi dengan otoritas CITES India untuk memulangkannya, sambil menunggu hasil uji DNA.
- 2026-10-01 — [Daftar Merah Nasional Indonesia: Apa Itu dan Sejauh Mana Progresnya](https://panduanhewan.org/id/berita/daftar-merah-nasional-indonesia/): Daftar merah nasional adalah daftar status keterancaman spesies di Indonesia yang disusun Kementerian Kehutanan dengan metode Daftar Merah IUCN; rencananya diumumkan pada 4 September 2025 dengan target lima tahun. Sepanjang 2026, penilaian berjalan per kelompok spesies bersama IUCN SSC Indonesia Species Specialist Group (IdSSG): hasil penilaian nasional genus Macaca dipublikasikan pada 16 Februari 2026 dan lokakarya owa digelar di Bogor pada 31 Maret–3 April 2026. Target resmi Ditjen KSDAE adalah 50 spesies dinilai secara nasional hingga akhir 2029.
- 2026-10-01 — [Gajah Sumatera Mati Beruntun pada Agustus 2026: Kasus dan Faktanya](https://panduanhewan.org/id/berita/gajah-sumatera-mati-agustus-2026/): Gajah sumatera mati beruntun pada Agustus 2026, dengan sedikitnya lima kematian: Jovi di PLG Minas, Riau (3 Agustus), seekor jantan liar di kebun sawit Aceh Tamiang yang diduga keracunan (ditemukan 9 Agustus), anak gajah Yuna di PLG Saree, Aceh (11 Agustus), bayi gajah prematur di Aceh Timur (14 Agustus), dan bayi gajah di Tebo, Jambi (dilaporkan 24 Agustus). Kasus gajah tanpa kepala di Pelalawan terjadi pada Februari 2026 dan kini disidangkan; angka 23 kematian di Tesso Nilo mencakup 2015–Juni 2025.
