{"source":"https://panduanhewan.org/","note":"General information; not a substitute for a veterinarian.","count":25,"guides":[{"id":"pet:cat-vaccinations","name":{"id":"Vaksin kucing: jenis, jadwal, dan manfaatnya","en":"Cat vaccinations: types, schedule and benefits"},"animals":["cat"],"summary":{"id":"Vaksin inti kucing melindungi dari panleukopenia, herpesvirus, dan calicivirus. Seri dimulai usia 6–8 minggu; di daerah endemis, rabies juga vaksin inti.","en":"Core cat vaccines protect against panleukopenia, herpesvirus and calicivirus. Kittens start at 6–8 weeks; in endemic areas, rabies vaccine is also core."},"keyPoints":{"id":["Semua kucing membutuhkan vaksin inti yang melindungi dari panleukopenia, herpesvirus kucing, dan calicivirus kucing.","Anak kucing mulai divaksin pada usia 6–8 minggu, diulang tiap 2–4 minggu hingga minimal 16 minggu, lalu sekali lagi sekitar usia 6 bulan.","Kucing yang selalu di dalam rumah tetap perlu vaksin inti karena virus panleukopenia sangat tahan dan bisa terbawa masuk ke rumah.","Di daerah endemis rabies, termasuk 26 dari 38 provinsi Indonesia menurut Kemenkes (2025), vaksin rabies dianggap vaksin inti untuk kucing.","Minta dan simpan kartu vaksin, lalu tetap lakukan pemeriksaan kesehatan rutin, umumnya setahun sekali."],"en":["Every cat needs the core vaccines that protect against panleukopenia, feline herpesvirus and feline calicivirus.","Kittens start vaccination at 6–8 weeks, with repeats every 2–4 weeks until at least 16 weeks, then one more dose at about 6 months.","Cats that stay indoors still need core vaccines, because panleukopenia virus is very hardy and can be carried into the home.","In rabies-endemic areas, including 26 of Indonesia's 38 provinces according to Kemenkes (2025), rabies vaccine is a core vaccine for cats.","Ask for and keep a vaccination card, and keep up regular health checks, usually once a year."]},"updated":"2026-09-25","urls":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/vaksin-kucing/","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/cat-vaccinations/","markdown":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/vaksin-kucing/index.md","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/cat-vaccinations/index.md"}}},{"id":"pet:dog-vaccinations","name":{"id":"Vaksin anjing: jenis, jadwal, dan booster","en":"Dog vaccinations: types, schedule and boosters"},"animals":["dog"],"summary":{"id":"Vaksin inti anjing melindungi dari distemper, hepatitis (adenovirus), dan parvovirus, serta rabies di daerah endemis. Seri dimulai usia 6–8 minggu.","en":"Core dog vaccines protect against distemper, adenovirus hepatitis and parvovirus, plus rabies in endemic areas. Puppies start at 6–8 weeks."},"keyPoints":{"id":["Semua anjing membutuhkan vaksin inti terhadap distemper (CDV), adenovirus (CAV), dan parvovirus (CPV-2).","Di daerah endemis rabies, WSAVA menganggap vaksin rabies sebagai vaksin inti walaupun hukum tidak mewajibkannya.","Anak anjing mulai divaksin pada usia 6–8 minggu, diulang tiap 2–4 minggu hingga minimal 16 minggu, lalu sekali lagi sekitar usia 6 bulan.","Setelah itu, vaksin inti umumnya diulang tidak lebih sering dari tiap 3 tahun, sedangkan vaksin non-inti biasanya tiap tahun.","Kemenkes mencatat sekitar 98% kasus rabies di Indonesia ditularkan lewat gigitan anjing, sehingga vaksin rabies anjing melindungi keluarga Anda."],"en":["Every dog needs core vaccines against distemper (CDV), adenovirus (CAV) and parvovirus (CPV-2).","In rabies-endemic areas, WSAVA treats rabies vaccine as core even where the law does not require it.","Puppies start vaccination at 6–8 weeks, with repeats every 2–4 weeks until at least 16 weeks, then one more dose at about 6 months.","After that, core vaccines are generally repeated no more often than every 3 years, while non-core vaccines are usually yearly.","Kemenkes reports that about 98% of rabies cases in Indonesia are spread by dog bites, so vaccinating your dog also protects your family."]},"updated":"2026-09-25","urls":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/vaksin-anjing/","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/dog-vaccinations/","markdown":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/vaksin-anjing/index.md","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/dog-vaccinations/index.md"}}},{"id":"pet:rabies-dogs-cats","name":{"id":"Rabies pada anjing dan kucing: gejala dan pencegahan","en":"Rabies in dogs and cats: signs and prevention"},"animals":["cat","dog"],"summary":{"id":"Rabies adalah infeksi virus pada otak yang hampir selalu fatal setelah gejala muncul. Vaksin anjing dan kucing mencegahnya; 26 provinsi masih endemis.","en":"Rabies is a viral brain infection that is almost always fatal once signs appear. Vaccinating dogs and cats prevents it; 26 provinces are still endemic."},"keyPoints":{"id":["Rabies menular lewat air liur hewan terinfeksi, terutama gigitan, dan hampir selalu fatal setelah gejala muncul.","Di Indonesia, sekitar 98% kasus rabies ditularkan lewat gigitan anjing, sisanya lewat kucing dan kera, menurut Kemenkes.","Menurut Kemenkes (2025), 26 dari 38 provinsi masih endemis rabies dan 12 provinsi berstatus bebas rabies.","Memvaksin setidaknya 70% anjing di daerah berisiko dapat menekan kasus rabies pada manusia hingga nol, menurut WOAH.","Jika seseorang digigit, segera cari pertolongan medis di fasilitas kesehatan dan laporkan hewan yang menggigit ke dinas kesehatan hewan atau puskeswan setempat."],"en":["Rabies spreads through the saliva of infected animals, mainly by bites, and is almost always fatal once symptoms appear.","In Indonesia, about 98% of rabies cases are spread by dog bites and the rest by cats and monkeys, according to Kemenkes.","According to Kemenkes (2025), 26 of Indonesia's 38 provinces are rabies-endemic and 12 are rabies-free.","Vaccinating at least 70% of dogs in at-risk areas can reduce human rabies cases to zero, according to WOAH.","If someone is bitten, seek medical care at a health facility immediately and report the biting animal to the local animal health office or puskeswan."]},"updated":"2026-09-25","urls":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/rabies-anjing-kucing/","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/rabies-in-dogs-and-cats/","markdown":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/rabies-anjing-kucing/index.md","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/rabies-in-dogs-and-cats/index.md"}}},{"id":"pet:neutering-cats-dogs","name":{"id":"Steril kucing dan anjing: manfaat, waktu, dan perawatan","en":"Neutering cats and dogs: benefits, timing and aftercare"},"animals":["cat","dog"],"summary":{"id":"Steril mencegah kehamilan dan beberapa penyakit reproduksi. Kucing umumnya disteril sekitar 4 bulan; waktu steril anjing ditentukan bersama dokter hewan.","en":"Neutering prevents pregnancy and some reproductive diseases. Cats are usually neutered at about 4 months; a dog's timing should be agreed with a vet."},"keyPoints":{"id":["Steril mencegah kehamilan, menghentikan birahi, dan mencegah penyakit seperti infeksi rahim dan kanker testis.","Banyak organisasi menganjurkan kucing disteril sekitar usia 4 bulan, sebelum bisa hamil.","Untuk anjing, tidak ada satu usia yang tepat untuk semua; ukuran, ras, jenis kelamin, dan kesehatan ikut menentukan.","Setelah steril, batasi aktivitas, cegah hewan menjilat luka, dan kurangi porsi makan karena kebutuhan kalorinya turun.","TNR (tangkap, steril, kembalikan) membantu mengendalikan populasi kucing jalanan dan sudah dijalankan di beberapa daerah di Indonesia."],"en":["Neutering prevents pregnancy, stops heat cycles and prevents diseases such as womb infection and testicular cancer.","Many organisations recommend neutering cats at about 4 months old, before they can become pregnant.","For dogs there is no single right age; size, breed, sex and health all play a part.","After surgery, limit activity, stop your pet licking the wound, and reduce food portions because calorie needs fall.","TNR (trap, neuter, return) helps control street cat populations and is already used in several parts of Indonesia."]},"updated":"2026-09-25","urls":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/steril-kucing-anjing/","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/neutering-cats-and-dogs/","markdown":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/steril-kucing-anjing/index.md","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/neutering-cats-and-dogs/index.md"}}},{"id":"pet:choosing-a-vet-indonesia","name":{"id":"Memilih dokter hewan dan klinik hewan di Indonesia","en":"Choosing a vet and vet clinic in Indonesia"},"animals":["cat","dog"],"summary":{"id":"Dokter hewan wajib memiliki izin praktik (SIP DRH). Kenali beda klinik, rumah sakit hewan, dan puskeswan, serta hal yang perlu ditanyakan sebelum berkunjung.","en":"Vets in Indonesia must hold a practice licence (SIP DRH). Learn how clinics, animal hospitals and puskeswan differ, and what to ask before a visit."},"keyPoints":{"id":["Dokter hewan adalah tenaga medik veteriner dengan sertifikat kompetensi; paramedik veteriner bekerja di bawah penyeliaan dokter hewan.","Dokter hewan yang berpraktik wajib memiliki Surat Izin Praktik Dokter Hewan (SIP DRH) dari pemerintah kabupaten atau kota.","Puskeswan adalah unit pelayanan kesehatan hewan milik daerah yang melayani pemeriksaan, pengobatan, dan vaksinasi, termasuk vaksin rabies gratis di beberapa tempat.","Pilih dokter hewan sebelum hewan sakit, dan tanyakan izin praktik, jam buka, layanan darurat, serta perkiraan biaya.","Bawa kartu vaksin ke setiap kunjungan dan lakukan pemeriksaan kesehatan rutin, umumnya setahun sekali."],"en":["A vet (dokter hewan) is a qualified veterinary professional with a competency certificate; veterinary paramedics work under a vet's supervision.","Practising vets must hold a veterinary practice licence (SIP DRH) issued by the regency or city government.","A puskeswan is a local-government animal health unit offering check-ups, treatment and vaccination, including free rabies vaccine in some places.","Choose a vet before your pet falls ill, and ask about licensing, opening hours, emergency cover and likely costs.","Take the vaccination card to every visit and keep up regular health checks, usually once a year."]},"updated":"2026-09-25","urls":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/memilih-dokter-hewan/","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/choosing-a-vet-in-indonesia/","markdown":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/memilih-dokter-hewan/index.md","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/choosing-a-vet-in-indonesia/index.md"}}},{"id":"pet:feline-panleukopenia","name":{"id":"Panleukopenia kucing: gejala, penularan, dan vaksin","en":"Feline panleukopenia: signs, spread and vaccination"},"animals":["cat"],"summary":{"id":"Panleukopenia adalah infeksi parvovirus yang sangat menular dan sering mematikan pada kucing, terutama anak kucing. Vaksinasi adalah pencegahan utamanya.","en":"Feline panleukopenia is a highly contagious, often fatal parvovirus infection of cats, especially kittens. Vaccination is the main way to prevent it."},"keyPoints":{"id":["Panleukopenia disebabkan parvovirus kucing dan sering berakibat fatal, terutama pada anak kucing di bawah 5 bulan.","Virus menyebar lewat kotoran, muntahan, dan cairan tubuh, serta terbawa di tangan, sepatu, pakaian, dan peralatan kucing.","Virus dapat bertahan di dalam rumah hingga sekitar satu tahun dan tidak mati oleh banyak disinfektan biasa.","Vaksin panleukopenia adalah vaksin inti untuk semua kucing, termasuk kucing yang selalu berada di dalam rumah.","Panleukopenia tidak menular ke manusia, dan virus kucing ini tidak menyebabkan penyakit pada anjing."],"en":["Panleukopenia is caused by feline parvovirus and is often fatal, especially in kittens under 5 months old.","The virus spreads through faeces, vomit and body fluids, and is carried on hands, shoes, clothing and cat equipment.","The virus can survive indoors for up to about a year and is not killed by many common disinfectants.","The panleukopenia vaccine is a core vaccine for every cat, including cats that always stay indoors.","Panleukopenia does not infect people, and this cat virus does not cause disease in dogs."]},"updated":"2026-09-25","urls":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/panleukopenia-kucing/","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/feline-panleukopenia/","markdown":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/panleukopenia-kucing/index.md","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/feline-panleukopenia/index.md"}}},{"id":"pet:canine-parvovirus","name":{"id":"Parvo anjing: gejala, penularan, dan pencegahan","en":"Canine parvovirus: signs, spread and prevention"},"animals":["dog"],"summary":{"id":"Parvo adalah infeksi virus yang sangat menular dan sering mematikan pada anjing, terutama anak anjing. Vaksinasi lengkap adalah cara utama mencegahnya.","en":"Canine parvovirus (parvo) is a highly contagious, often fatal viral disease of dogs, especially puppies. A full vaccination course is the main protection."},"keyPoints":{"id":["Parvo merusak lapisan usus dan sumsum tulang, sehingga menyebabkan muntah, diare berdarah, dan daya tahan tubuh turun.","Anak anjing usia 6 minggu sampai 6 bulan dan anjing yang vaksinnya belum lengkap paling berisiko.","Virus menyebar lewat kotoran anjing dan dapat terbawa di tanah, sepatu, tangan, mangkuk, dan tali anjing.","Parvo hampir selalu fatal tanpa perawatan, sehingga anjing yang bergejala harus segera dibawa ke dokter hewan.","Parvo anjing tidak menular ke manusia, tetapi jenis CPV-2c dapat menular ke kucing yang belum divaksin panleukopenia."],"en":["Parvo damages the gut lining and bone marrow, causing vomiting, bloody diarrhoea and a weakened immune system.","Puppies aged 6 weeks to 6 months and dogs with incomplete vaccinations are most at risk.","The virus spreads in dog faeces and can be carried on soil, shoes, hands, bowls and leads.","Parvo is nearly always fatal without treatment, so a dog with signs must see a vet straight away.","Canine parvovirus does not infect people, but the CPV-2c strain can infect cats not vaccinated against panleukopenia."]},"updated":"2026-09-25","urls":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/parvo-anjing/","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/canine-parvovirus/","markdown":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/parvo-anjing/index.md","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/canine-parvovirus/index.md"}}},{"id":"pet:fleas-ticks-mites","name":{"id":"Kutu, caplak, dan tungau pada kucing dan anjing","en":"Fleas, ticks and mites in cats and dogs"},"animals":["cat","dog"],"summary":{"id":"Kutu, caplak, dan tungau adalah parasit luar yang membuat kucing dan anjing gatal, menularkan penyakit, dan sebagian menular ke manusia. Cegah sepanjang tahun.","en":"Fleas, ticks and mites are external parasites that make cats and dogs itch, spread disease and can affect people. In the tropics, prevent them year-round."},"keyPoints":{"id":["Di daerah tropis, pedoman parasit menganjurkan kucing dan anjing dilindungi dari kutu dan caplak sepanjang tahun.","Hampir seluruh siklus hidup kutu terjadi di lingkungan, jadi hewan dan rumah sama-sama perlu ditangani.","Skabies dan tungau telinga sangat menular antarhewan, sehingga semua hewan yang kontak perlu diperiksa dokter hewan.","Beberapa obat kutu untuk anjing sangat beracun bagi kucing; jangan pernah memakainya pada kucing.","Kutu, caplak, dan tungau tertentu dapat menularkan infeksi atau menimbulkan ruam gatal pada manusia."],"en":["In the tropics, parasite guidelines advise protecting cats and dogs from fleas and ticks all year round.","Almost all of the flea life cycle happens in the environment, so both the animal and the home need attention.","Scabies and ear mites spread easily between animals, so every animal in contact should be checked by a vet.","Some flea products for dogs are highly toxic to cats; never use them on a cat.","Some fleas, ticks and mites can spread infections or cause itchy rashes in people."]},"updated":"2026-09-25","urls":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/kutu-caplak-tungau/","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/fleas-ticks-and-mites/","markdown":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/kutu-caplak-tungau/index.md","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/fleas-ticks-and-mites/index.md"}}},{"id":"pet:worms-cats-dogs","name":{"id":"Cacingan pada kucing dan anjing: jenis dan pencegahan","en":"Worms in cats and dogs: types, risks and prevention"},"animals":["cat","dog"],"summary":{"id":"Cacingan pada kucing dan anjing umumnya disebabkan cacing gelang, cacing tambang, dan cacing pita. Sebagian dapat menular ke manusia, terutama anak-anak.","en":"Worms in cats and dogs are mainly roundworms, hookworms and tapeworms. Some can infect people, especially children, so ask a vet about routine control."},"keyPoints":{"id":["Cacing gelang Toxocara dari kucing dan anjing dapat menyebabkan toksokariasis pada manusia, terutama anak-anak yang bermain di tanah.","Anak kucing dan anak anjing bisa tertular cacing dari induknya, sehingga pengendalian cacing dimulai sejak usia beberapa minggu.","Telur cacing gelang dapat bertahan dan tetap menular di tanah selama bertahun-tahun.","Jadwal dan jenis obat cacing sebaiknya ditentukan dokter hewan sesuai umur, gaya hidup, dan risiko hewan.","Membuang kotoran hewan segera, mencuci tangan, dan memakai alas kaki mengurangi risiko penularan ke manusia."],"en":["Toxocara roundworms from cats and dogs can cause toxocariasis in people, especially children who play in soil.","Kittens and puppies can catch worms from their mother, so worm control starts when they are a few weeks old.","Roundworm eggs can survive and stay infective in soil for years.","A vet should set the deworming schedule and product, based on the animal's age, lifestyle and risk.","Picking up pet faeces promptly, washing hands and wearing footwear all lower the risk to people."]},"updated":"2026-09-25","urls":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/cacingan-kucing-anjing/","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/worms-in-cats-and-dogs/","markdown":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/cacingan-kucing-anjing/index.md","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/worms-in-cats-and-dogs/index.md"}}},{"id":"pet:ringworm-cats","name":{"id":"Jamur kulit (ringworm) pada kucing: ciri dan penularan","en":"Ringworm in cats: signs, spread and when to see a vet"},"animals":["cat"],"summary":{"id":"Ringworm atau jamur kulit adalah infeksi jamur, bukan cacing, yang menyebabkan bercak botak bersisik pada kucing dan dapat menular ke manusia.","en":"Ringworm is a fungal skin infection, not a worm. It causes scaly bald patches in cats and can spread to people, so a vet should confirm and treat it."},"keyPoints":{"id":["Ringworm disebabkan jamur dermatofita, bukan cacing, dan bercaknya tidak selalu berbentuk cincin.","Anak kucing, kucing berbulu panjang seperti Persia, kucing tua, dan kucing yang sedang sakit lebih berisiko.","Spora jamur dapat bertahan hingga dua tahun di alas tidur, sikat, dan permukaan di rumah.","Ringworm dapat menular dari kucing ke manusia, jadi cuci tangan setelah memegang hewan.","Dokter hewan perlu memastikan diagnosis karena penyakit kulit lain dapat tampak serupa."],"en":["Ringworm is caused by dermatophyte fungi, not worms, and the patches are not always ring-shaped.","Kittens, longhaired cats such as Persians, older cats and cats that are already unwell are at higher risk.","Fungal spores can survive for up to two years on bedding, brushes and surfaces in the home.","Ringworm can spread from cats to people, so wash your hands after handling animals.","A vet needs to confirm the diagnosis, because other skin diseases can look similar."]},"updated":"2026-09-25","urls":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/jamur-kulit-kucing/","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/ringworm-in-cats/","markdown":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/jamur-kulit-kucing/index.md","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/ringworm-in-cats/index.md"}}},{"id":"pet:toxic-foods-cats-dogs","name":{"id":"Makanan berbahaya untuk kucing dan anjing","en":"Foods that are dangerous for cats and dogs"},"animals":["cat","dog"],"summary":{"id":"Cokelat, kopi, xylitol, anggur, bawang, alkohol, dan tulang matang bisa meracuni atau melukai kucing dan anjing. Kenali daftarnya dan kapan ke dokter hewan.","en":"Chocolate, coffee, xylitol, grapes, onions, alcohol and cooked bones can poison or injure cats and dogs. Learn what to avoid and when to call a vet."},"keyPoints":{"id":["Cokelat, kopi, dan minuman berkafein mengandung metilxantin yang dapat menyebabkan muntah, gangguan irama jantung, kejang, bahkan kematian.","Bawang putih, bawang merah, bawang bombay, dan daun bawang dapat merusak sel darah merah, dan kucing paling rentan.","Anggur, kismis, dan asam jawa dapat merusak ginjal anjing, sedangkan semua bagian bunga lili dapat merusak ginjal kucing.","Xylitol dalam permen karet bebas gula dan pasta gigi manusia dapat menurunkan gula darah anjing dalam hitungan menit.","Jika hewan mungkin memakan bahan berbahaya, segera hubungi dokter hewan dan jangan mencoba membuatnya muntah sendiri."],"en":["Chocolate, coffee and caffeinated drinks contain methylxanthines, which can cause vomiting, abnormal heart rhythm, seizures and even death.","Garlic, shallots, onions and spring onions can damage red blood cells, and cats are the most sensitive.","Grapes, raisins and tamarind can damage a dog's kidneys, while every part of a true lily can damage a cat's kidneys.","Xylitol in sugar-free gum and human toothpaste can drop a dog's blood sugar within minutes.","If your pet may have eaten something toxic, contact a vet at once and do not try to make it vomit yourself."]},"updated":"2026-09-25","urls":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/makanan-berbahaya-kucing-anjing/","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/foods-dangerous-for-cats-and-dogs/","markdown":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/makanan-berbahaya-kucing-anjing/index.md","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/foods-dangerous-for-cats-and-dogs/index.md"}}},{"id":"pet:toxoplasmosis-cats","name":{"id":"Toksoplasmosis dan kucing: fakta, mitos, dan pencegahan","en":"Toxoplasmosis and cats: facts, myths and prevention"},"animals":["cat"],"summary":{"id":"Toksoplasmosis banyak tertular lewat daging kurang matang dan sayur tak dicuci, bukan dari bulu kucing. Kenali fakta, mitos mandul, dan cara mencegahnya.","en":"Toxoplasmosis is often caught from undercooked meat and unwashed produce, not from cat fur. Learn the facts, the infertility myth and how to prevent it."},"keyPoints":{"id":["Toksoplasmosis disebabkan parasit Toxoplasma gondii; kucing adalah satu-satunya inang tempat parasit ini menghasilkan ookista, tetapi hampir semua hewan berdarah panas bisa terinfeksi.","Manusia tertular antara lain lewat daging atau kerang yang kurang matang, sayur dan buah yang tidak dicuci, serta tanah atau kotoran kucing yang terkontaminasi.","Kemenkes menyatakan bulu kucing tidak menyebabkan kemandulan, karena parasit menyebar lewat kotoran kucing, bukan bulunya.","Infeksi pertama saat hamil atau sesaat sebelum hamil dapat menular ke janin, sehingga ibu hamil perlu langkah pencegahan khusus.","Membersihkan kotak pasir setiap hari mengurangi risiko karena ookista baru menular 1–5 hari setelah dikeluarkan kucing."],"en":["Toxoplasmosis is caused by the parasite Toxoplasma gondii; cats are the only hosts in which it produces oocysts, but nearly all warm-blooded animals can be infected.","People can be infected through undercooked meat or shellfish, unwashed fruit and vegetables, and soil or cat faeces that contain the parasite.","Indonesia's Ministry of Health says cat fur does not cause infertility, because the parasite spreads through cat faeces, not fur.","A first infection during or just before pregnancy can pass to the baby, so pregnant women need extra precautions.","Cleaning the litter tray every day lowers the risk, because oocysts only become infectious 1–5 days after a cat passes them."]},"updated":"2026-09-25","urls":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/toksoplasmosis-kucing/","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/toxoplasmosis-and-cats/","markdown":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/toksoplasmosis-kucing/index.md","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/toxoplasmosis-and-cats/index.md"}}},{"id":"pet:heatstroke-cats-dogs","name":{"id":"Heatstroke pada kucing dan anjing: tanda dan pencegahan","en":"Heatstroke in cats and dogs: signs and prevention"},"animals":["cat","dog"],"summary":{"id":"Heatstroke terjadi saat suhu tubuh hewan naik terlalu tinggi dan bisa fatal. Kenali hewan yang berisiko, tanda bahaya, dan cara mencegahnya di cuaca panas.","en":"Heatstroke happens when a pet's body temperature climbs too high, and it can kill. Learn which pets are at risk, the warning signs and how to prevent it."},"keyPoints":{"id":["Heatstroke adalah keadaan darurat yang dapat merusak organ dan menyebabkan kematian, sehingga hewan harus segera dibawa ke dokter hewan.","Anjing dan kucing berwajah pesek, gemuk, sangat muda, tua, berbulu tebal, atau berpenyakit jantung dan paru paling berisiko.","Jangan pernah meninggalkan hewan di mobil yang diparkir, walau sebentar, dengan jendela terbuka, atau di tempat teduh.","Ajak anjing berjalan pada pagi atau sore hari, bukan saat siang terik, dan selalu sediakan tempat teduh serta air minum.","Lingkungan panas atau lembap dan aktivitas berat adalah pemicu utama heatstroke pada anjing."],"en":["Heatstroke is an emergency that can damage organs and kill, so a pet with heatstroke needs a vet immediately.","Flat-faced, overweight, very young, old or thick-coated pets, and those with heart or lung disease, are most at risk.","Never leave a pet in a parked car, even briefly, with the windows open or in the shade.","Walk dogs in the early morning or evening rather than in the midday heat, and always provide shade and drinking water.","Hot or humid surroundings and strenuous exercise are the main triggers of heatstroke in dogs."]},"updated":"2026-09-25","urls":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/heatstroke-kucing-anjing/","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/heatstroke-in-cats-and-dogs/","markdown":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/heatstroke-kucing-anjing/index.md","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/heatstroke-in-cats-and-dogs/index.md"}}},{"id":"pet:cat-vomiting","name":{"id":"Kucing muntah: penyebab dan kapan harus ke dokter hewan","en":"Cat vomiting: causes and when to see a vet"},"animals":["cat"],"summary":{"id":"Kucing sesekali muntah bisa wajar, tetapi muntah berulang, berdarah, atau disertai lemas perlu diperiksa dokter hewan. Kenali penyebab dan tanda bahayanya.","en":"An occasional vomit can be normal for a cat, but repeated or bloody vomiting, or vomiting with lethargy, needs a vet. Learn the causes and red flags."},"keyPoints":{"id":["Kucing sehat pun sesekali muntah, tetapi Cornell menyarankan pemeriksaan dokter hewan jika kucing muntah lebih dari sekali seminggu.","Bola rambut, makan terlalu cepat, dan pergantian makanan mendadak adalah penyebab umum yang relatif ringan.","Muntah juga bisa menandakan keracunan, sumbatan benda asing, cacing, atau penyakit ginjal, hati, tiroid, dan diabetes.","Muntah lebih dari 24 jam, muntah darah, atau tidak bisa menahan makanan dan air memerlukan dokter hewan segera.","Mencatat frekuensi, isi muntahan, dan gejala lain membantu dokter hewan menemukan penyebabnya."],"en":["Even healthy cats vomit now and then, but Cornell advises a vet check if a cat vomits more than once a week.","Hairballs, eating too fast and sudden diet changes are common, relatively mild causes.","Vomiting can also signal poisoning, a swallowed object, worms, or kidney, liver, thyroid or diabetic disease.","Vomiting for more than 24 hours, blood in the vomit, or being unable to keep food and water down needs a vet urgently.","Noting how often your cat vomits, what comes up and any other signs helps the vet find the cause."]},"updated":"2026-09-25","urls":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/kucing-muntah/","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/cat-vomiting-when-to-see-a-vet/","markdown":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/kucing-muntah/index.md","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/cat-vomiting-when-to-see-a-vet/index.md"}}},{"id":"pet:cat-not-eating","name":{"id":"Kucing tidak mau makan: penyebab, bahaya, kapan ke dokter","en":"Cat not eating: causes, risks and when to see a vet"},"animals":["cat"],"summary":{"id":"Kucing yang berhenti makan berisiko terkena lipidosis hati (fatty liver) yang bisa fatal. Kenali penyebab, tanda bahaya, dan kapan harus ke dokter hewan.","en":"A cat that stops eating risks hepatic lipidosis (fatty liver), which can be fatal. Learn the causes, the red flags and when to see a vet."},"keyPoints":{"id":["Kucing yang tidak mau makan selalu perlu diperiksa dokter hewan, karena menurut Cornell kondisi ini tidak pernah terjadi hanya karena kucing memutuskan untuk tidak makan.","Tanpa makanan, kucing berisiko mengalami lipidosis hati, yaitu penumpukan lemak di sel hati yang dapat berakibat fatal.","Cornell menyebut 24 jam tanpa makan sudah dapat berdampak serius pada kucing dewasa, dan 12 jam dapat mengancam nyawa anak kucing di bawah enam minggu.","Penyebab umum meliputi sakit gigi, nyeri, demam, stres, penyakit ginjal, dan pergantian makanan mendadak.","Jangan memaksa kucing makan dengan menyuapi atau memakai spuit, karena dapat membuatnya stres dan makanan bisa terhirup ke saluran napas."],"en":["A cat that will not eat always needs a vet check, because Cornell says it is never simply a case of the cat deciding not to eat.","Without food, cats risk hepatic lipidosis, a build-up of fat in the liver cells that can be fatal.","Cornell says 24 hours without food can seriously affect an adult cat, and 12 hours can be life-threatening for a kitten under six weeks old.","Common causes include dental pain, other pain, fever, stress, kidney disease and a sudden change of food.","Do not force-feed a cat by hand or syringe, because it causes stress and food can be inhaled into the airway."]},"updated":"2026-09-25","urls":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/kucing-tidak-mau-makan/","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/cat-not-eating/","markdown":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/kucing-tidak-mau-makan/index.md","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/cat-not-eating/index.md"}}},{"id":"pet:feeding-cats","name":{"id":"Makanan kucing yang baik: nutrisi, taurin, dan air minum","en":"Feeding your cat well: nutrients, taurine and water"},"animals":["cat"],"summary":{"id":"Kucing adalah karnivora obligat yang butuh taurin dan nutrisi hewani. Beri makanan lengkap dan seimbang, air bersih, dan jangan hanya nasi dan ikan.","en":"Cats are obligate carnivores that need taurine and animal nutrients. Feed a complete and balanced food, give fresh water, and avoid rice-and-fish-only diets."},"keyPoints":{"id":["Kucing adalah karnivora obligat, sehingga makanannya harus mengandung protein dan nutrisi dari hewan, termasuk taurin.","Pilih makanan kucing yang labelnya menyatakan lengkap dan seimbang (complete) untuk tahap hidup kucing Anda.","Pola makan nasi dan ikan saja atau sisa makanan manusia dapat membuat kucing kekurangan kalsium, vitamin, dan taurin.","Sediakan air bersih setiap saat, terutama bila kucing banyak makan makanan kering.","Suplemen tidak diperlukan bila makanan sudah lengkap dan seimbang, dan dapat berbahaya tanpa persetujuan dokter hewan."],"en":["Cats are obligate carnivores, so their food must contain protein and nutrients from animals, including taurine.","Choose a cat food whose label says it is complete and balanced for your cat's life stage.","A diet of only rice and fish, or of human leftovers, can leave a cat short of calcium, vitamins and taurine.","Provide fresh water at all times, especially if your cat eats mostly dry food.","Supplements are not needed with a complete and balanced food, and can be harmful without a vet's approval."]},"updated":"2026-09-25","urls":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/makanan-kucing/","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/feeding-your-cat/","markdown":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/makanan-kucing/index.md","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/feeding-your-cat/index.md"}}},{"id":"pet:feeding-dogs","name":{"id":"Makanan anjing yang baik: memilih, porsi, dan camilan","en":"Feeding your dog well: choosing food, portions and treats"},"animals":["dog"],"summary":{"id":"Anjing butuh makanan lengkap dan seimbang sesuai tahap hidupnya, porsi terukur, camilan terbatas, dan air bersih. Cara memilih makanan menurut pedoman WSAVA.","en":"Dogs need a complete and balanced food for their life stage, measured portions, limited treats and fresh water. How to choose food, following WSAVA guidance."},"keyPoints":{"id":["Beri makanan lengkap dan seimbang yang sesuai tahap hidup anjing, dari produsen yang dapat menjawab pertanyaan tentang gizinya.","Anak anjing ras besar membutuhkan makanan pertumbuhan khusus ras besar dan sebaiknya tidak tumbuh terlalu cepat.","Nasi dengan lauk sisa atau resep rumahan dari internet sering tidak seimbang untuk dijadikan makanan utama.","Camilan, termasuk makanan manusia, sebaiknya kurang dari 10% asupan kalori harian.","Air minum bersih harus selalu tersedia."],"en":["Feed a complete and balanced food suited to your dog's life stage, made by a company that can answer questions about its nutrition.","Large-breed puppies need a growth food made for large breeds and should not grow too fast.","Rice with leftovers, or home-made recipes from the internet, are often unbalanced as a main diet.","Treats, including human food, should make up less than 10% of daily calories.","Clean drinking water must always be available."]},"updated":"2026-09-25","urls":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/makanan-anjing/","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/feeding-your-dog/","markdown":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/makanan-anjing/index.md","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/feeding-your-dog/index.md"}}},{"id":"pet:human-foods-cats-dogs","name":{"id":"Bolehkah kucing dan anjing makan nasi, tahu, telur, susu?","en":"Can cats and dogs eat rice, tofu, eggs or milk?"},"animals":["cat","dog"],"summary":{"id":"Nasi tawar dan telur matang boleh sedikit sebagai camilan, ikan asin dan susu sebaiknya dihindari, dan bukti untuk tempe dan tahu terbatas. Ini penjelasannya.","en":"Plain rice and cooked egg are fine as small treats, salted fish and milk are best avoided, and evidence on tempeh and tofu is limited. Here is why."},"keyPoints":{"id":["Makanan manusia sebaiknya hanya camilan kecil, kurang dari 10% kalori harian, di samping makanan utama yang lengkap dan seimbang.","Nasi putih tawar yang dimasak tidak beracun, tetapi nasi dengan lauk sisa bukan makanan yang seimbang, terutama bagi kucing.","Telur harus dimasak matang tanpa bumbu, karena telur mentah dapat membawa bakteri dan menghambat penyerapan biotin.","Ikan asin dan makanan yang sangat asin sebaiknya dihindari, dan susu sering menyebabkan diare.","Belum ada sumber kedokteran hewan yang secara khusus menilai tempe, dan saran tentang tahu hanya tersedia untuk anjing."],"en":["Human food should be only a small treat, under 10% of daily calories, alongside a complete and balanced main diet.","Plain cooked white rice is not toxic, but rice with leftovers is not a balanced diet, especially for cats.","Eggs must be fully cooked and unseasoned, because raw eggs can carry bacteria and block the absorption of biotin.","Salted fish and very salty foods are best avoided, and milk often causes diarrhoea.","No veterinary source specifically assesses tempeh, and advice on tofu exists only for dogs."]},"updated":"2026-09-25","urls":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/makanan-manusia-untuk-kucing-anjing/","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/can-cats-and-dogs-eat-human-food/","markdown":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/makanan-manusia-untuk-kucing-anjing/index.md","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/can-cats-and-dogs-eat-human-food/index.md"}}},{"id":"pet:dental-care-cats-dogs","name":{"id":"Kesehatan gigi kucing dan anjing: tanda dan perawatan","en":"Dental care for cats and dogs: signs and prevention"},"animals":["cat","dog"],"summary":{"id":"Penyakit gusi adalah masalah medis tersering pada kucing dan anjing. Kenali tandanya, cara menyikat gigi hewan, dan kapan gigi perlu diperiksa dokter hewan.","en":"Gum disease is the most common medical problem in cats and dogs. Learn the signs, how to brush your pet's teeth, and when a vet should check the mouth."},"keyPoints":{"id":["Penyakit periodontal (penyakit gusi) adalah masalah medis paling umum pada kucing dan anjing, dan sering tidak menunjukkan tanda.","Menyikat gigi setiap hari dengan pasta gigi khusus hewan adalah cara terbaik mencegah plak mengeras menjadi karang gigi.","Jangan pernah memakai pasta gigi manusia untuk kucing atau anjing.","Pembersihan karang gigi yang tuntas dilakukan dokter hewan dengan bius, termasuk di bawah garis gusi.","Tulang dan kunyahan yang sangat keras dapat mematahkan gigi dan tidak terbukti mencegah penyakit gusi."],"en":["Periodontal (gum) disease is the most common medical problem in cats and dogs, and it often shows no signs.","Daily toothbrushing with a pet toothpaste is the best way to stop plaque hardening into tartar.","Never use human toothpaste on a cat or dog.","A thorough dental clean is done by a vet under anaesthesia, including below the gum line.","Bones and very hard chews can break teeth and have not been shown to prevent gum disease."]},"updated":"2026-09-25","urls":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/gigi-kucing-anjing/","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/dental-care-for-cats-and-dogs/","markdown":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/gigi-kucing-anjing/index.md","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/dental-care-for-cats-and-dogs/index.md"}}},{"id":"pet:obesity-cats-dogs","name":{"id":"Obesitas pada kucing dan anjing: cek, bahaya, dan diet aman","en":"Overweight cats and dogs: checks, risks and safe weight loss"},"animals":["cat","dog"],"summary":{"id":"Obesitas adalah masalah gizi tersering pada kucing dan anjing. Kenali skor kondisi tubuh WSAVA, bahayanya, dan cara diet aman bersama dokter hewan.","en":"Obesity is the most common nutritional problem in cats and dogs. Learn WSAVA body condition scoring, the risks, and how to lose weight safely with your vet."},"keyPoints":{"id":["Skor kondisi tubuh (BCS) WSAVA memakai skala 1–9; skor 4–5 dianggap ideal dan skor di atas 5 berarti kelebihan berat badan.","Pada hewan dengan berat ideal, rusuk mudah teraba dengan sedikit lapisan lemak dan pinggang terlihat bila dilihat dari atas.","Obesitas meningkatkan risiko diabetes, radang sendi, gangguan napas, sulit menahan panas, masalah saat pembiusan, dan umur lebih pendek.","Penurunan berat badan harus bertahap dan direncanakan bersama dokter hewan.","Jangan pernah membuat kucing gemuk berpuasa atau memangkas makanannya secara drastis, karena dapat memicu penyakit hati yang berbahaya."],"en":["WSAVA body condition scoring (BCS) uses a 1–9 scale; 4–5 is ideal and anything above 5 is overweight.","At an ideal weight, the ribs are easy to feel under a slight fat covering and a waist is visible from above.","Obesity raises the risk of diabetes, arthritis, breathing problems, heat intolerance, anaesthetic complications and a shorter life.","Weight loss should be gradual and planned with your vet.","Never starve an overweight cat or cut its food drastically, because this can trigger a dangerous liver disease."]},"updated":"2026-09-25","urls":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/obesitas-kucing-anjing/","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/overweight-cats-and-dogs/","markdown":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/obesitas-kucing-anjing/index.md","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/overweight-cats-and-dogs/index.md"}}},{"id":"pet:cat-flu","name":{"id":"Flu kucing: gejala, penularan, dan vaksinasi","en":"Cat flu: signs, spread and vaccination"},"animals":["cat"],"summary":{"id":"Flu kucing adalah infeksi saluran napas atas akibat herpesvirus dan calicivirus kucing. Kenali gejala, penularan, vaksin, dan kapan ke dokter hewan.","en":"Cat flu is an upper respiratory infection caused mainly by feline herpesvirus and calicivirus. Learn the signs, spread, vaccination and when to see a vet."},"keyPoints":{"id":["Lebih dari 90% kasus flu kucing disebabkan oleh feline herpesvirus (FHV-1), feline calicivirus (FCV), atau keduanya.","Flu kucing sangat menular lewat kucing sakit, kucing pembawa virus yang tampak sehat, dan benda seperti mangkuk, alas tidur, serta pakaian.","Anak kucing, kucing yang belum divaksin, dan kucing di shelter atau rumah dengan banyak kucing paling berisiko.","Vaksin FHV dan FCV adalah vaksin inti; vaksin tidak selalu mencegah infeksi, tetapi sangat mengurangi keparahan penyakit.","Flu kucing tidak menular ke manusia dan tidak berkaitan dengan virus influenza, tetapi kucing yang sakit tetap perlu diperiksa dokter hewan."],"en":["More than 90% of cat flu cases are caused by feline herpesvirus (FHV-1), feline calicivirus (FCV), or both.","Cat flu spreads easily from sick cats, from healthy-looking carrier cats, and on objects such as food bowls, bedding and clothing.","Kittens, unvaccinated cats and cats in shelters or multi-cat homes are most at risk.","FHV and FCV vaccines are core vaccines; they do not always prevent infection, but they greatly reduce how severe the disease is.","Cat flu does not spread to people and is not related to influenza viruses, but a sick cat still needs to see a vet."]},"updated":"2026-09-25","urls":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/flu-kucing/","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/cat-flu/","markdown":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/flu-kucing/index.md","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/cat-flu/index.md"}}},{"id":"pet:feline-infectious-peritonitis","name":{"id":"FIP kucing: penyebab, gejala, dan diagnosis","en":"FIP in cats: causes, signs and diagnosis"},"animals":["cat"],"summary":{"id":"FIP adalah penyakit serius akibat mutasi feline coronavirus. Kenali gejala FIP basah dan kering, cara dokter hewan mendiagnosis, dan cara mengurangi risikonya.","en":"FIP is a serious disease caused by a mutated feline coronavirus. Learn the signs of wet and dry FIP, why diagnosis needs a vet, and how to lower the risk."},"keyPoints":{"id":["FIP disebabkan feline coronavirus yang bermutasi di dalam tubuh kucing; virus ini bukan virus Covid-19 dan tidak menular ke manusia.","Feline coronavirus sangat umum dan menyebar terutama lewat tinja, tetapi hanya sebagian kecil kucing yang terinfeksi kemudian menderita FIP.","Sekitar 80% kasus FIP terjadi pada kucing di bawah dua tahun, terutama yang berasal dari lingkungan dengan banyak kucing.","Tidak ada satu tes pun yang bisa memastikan FIP; dokter hewan menggabungkan pemeriksaan fisik, tes darah, pencitraan, dan sampel cairan.","FIP dulu hampir selalu fatal, tetapi pengobatan antivirus di bawah pengawasan dokter hewan kini dapat menyembuhkan sebagian besar kucing."],"en":["FIP is caused by feline coronavirus mutating inside a cat's body; the virus is not the Covid-19 virus and does not spread to people.","Feline coronavirus is very common and spreads mainly through faeces, but only a small proportion of infected cats go on to develop FIP.","Around 80% of FIP cases are in cats under two years old, especially cats from places with many cats.","No single test can confirm FIP; vets combine a physical examination, blood tests, imaging and fluid samples.","FIP used to be almost always fatal, but antiviral treatment under veterinary supervision can now cure most cats."]},"updated":"2026-09-25","urls":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/fip-kucing/","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/fip-in-cats/","markdown":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/fip-kucing/index.md","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/fip-in-cats/index.md"}}},{"id":"pet:diarrhoea-cats-dogs","name":{"id":"Diare pada kucing dan anjing: kapan ke dokter hewan","en":"Diarrhoea in cats and dogs: when to see a vet"},"animals":["cat","dog"],"summary":{"id":"Diare ringan bisa cepat reda, tetapi diare berdarah, disertai muntah atau lemas, atau pada anak kucing dan anak anjing perlu dokter hewan. Kenali tandanya.","en":"Mild diarrhoea can settle quickly, but bloody diarrhoea, diarrhoea with vomiting or lethargy, or diarrhoea in kittens and puppies needs a vet. Know the signs."},"keyPoints":{"id":["Sebagian besar diare ringan membaik dalam 24–48 jam, tetapi diare lebih dari 24 jam atau disertai gejala lain perlu diperiksa dokter hewan.","Anak kucing dan anak anjing lebih rentan terhadap dehidrasi dan penyakit serius, jadi diare pada hewan muda selalu memerlukan saran dokter hewan.","Darah atau lendir di tinja, tinja hitam seperti ter, muntah, lemas, dan tidak mau makan adalah tanda bahaya.","Penyebab umum meliputi pergantian makanan mendadak, makanan berlemak, susu, dan cacing; parvovirus dan panleukopenia adalah penyebab yang berbahaya.","Jangan memberi obat diare manusia atau obat bebas tanpa arahan dokter hewan, karena sebagian dapat membahayakan hewan."],"en":["Most mild diarrhoea improves within 24–48 hours, but diarrhoea lasting over 24 hours or coming with other signs needs a vet check.","Kittens and puppies are more vulnerable to dehydration and serious illness, so diarrhoea in a young animal always needs a vet's advice.","Blood or mucus in the stool, black tarry stools, vomiting, lethargy and refusing food are warning signs.","Common causes include sudden diet changes, fatty food, milk and worms; parvovirus and panleukopenia are dangerous causes.","Do not give human diarrhoea medicine or over-the-counter remedies without a vet's advice, as some can harm pets."]},"updated":"2026-09-25","urls":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/diare-kucing-anjing/","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/diarrhoea-in-cats-and-dogs/","markdown":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/diare-kucing-anjing/index.md","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/diarrhoea-in-cats-and-dogs/index.md"}}},{"id":"pet:dog-vomiting","name":{"id":"Anjing muntah: kapan harus ke dokter hewan","en":"Dog vomiting: when to see a vet"},"animals":["dog"],"summary":{"id":"Anjing muntah sekali bisa ringan, tetapi muntah berulang, berdarah, muntah kosong dengan perut kembung, atau pada anak anjing perlu dokter hewan segera.","en":"A single vomit can be minor, but repeated or bloody vomiting, retching with a swollen belly, or vomiting in a puppy needs a vet urgently."},"keyPoints":{"id":["Muntah sekali pada anjing yang tetap aktif sering kali ringan, tetapi muntah berulang atau disertai gejala lain perlu dokter hewan.","Berusaha muntah terus tanpa hasil, terutama dengan perut kembung, bisa menandakan GDV (lambung terpuntir), keadaan darurat yang mengancam nyawa.","Darah merah, hitam, atau seperti ampas kopi dalam muntahan berarti anjing harus segera diperiksa.","Anak anjing yang muntah, terutama yang belum divaksin lengkap, perlu segera ke dokter hewan karena risiko parvovirus dan dehidrasi.","Jangan mencoba membuat anjing muntah atau memberi obat manusia tanpa arahan dokter hewan."],"en":["A single vomit in a dog that stays bright is often minor, but repeated vomiting or vomiting with other signs needs a vet.","Repeated retching that brings nothing up, especially with a swollen belly, can mean GDV (twisted stomach), a life-threatening emergency.","Red, black or coffee-ground-like blood in the vomit means your dog needs checking straight away.","A vomiting puppy, especially one not fully vaccinated, needs a vet quickly because of the risk of parvovirus and dehydration.","Never try to make your dog vomit or give human medicines without your vet's advice."]},"updated":"2026-09-25","urls":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/anjing-muntah/","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/dog-vomiting-when-to-see-a-vet/","markdown":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/anjing-muntah/index.md","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/dog-vomiting-when-to-see-a-vet/index.md"}}},{"id":"pet:orphaned-kitten-care","name":{"id":"Merawat anak kucing tanpa induk: panduan dasar","en":"Caring for orphaned kittens: the basics"},"animals":["cat"],"summary":{"id":"Anak kucing tanpa induk butuh kehangatan, susu pengganti khusus kucing (bukan susu sapi), bantuan buang air, dan dokter hewan segera jika lemas atau dingin.","en":"Orphaned kittens need warmth, kitten milk replacer (not cow's milk), help to go to the toilet, and a vet urgently if they are weak or cold."},"keyPoints":{"id":["Sebelum mengambil anak kucing yang ditemukan, amati dari jauh selama beberapa jam karena induknya mungkin sedang mencari makan di dekat situ.","Anak kucing yang baru lahir belum bisa menjaga suhu tubuhnya sendiri, jadi kehangatan sangat penting.","Jangan beri susu sapi atau susu kambing; gunakan susu pengganti khusus anak kucing dan minta saran dokter hewan tentang cara dan jumlah pemberiannya.","Anak kucing di bawah sekitar tiga minggu perlu dibantu buang air kecil dan besar dengan rangsangan lembut di area bawah ekor.","Anak kucing bisa memburuk sangat cepat; bawa segera ke dokter hewan jika tampak dingin, lemas, tidak mau menyusu, atau diare."],"en":["Before picking up kittens you find, watch from a distance for a few hours, because the mother may be nearby looking for food.","Newborn kittens cannot keep themselves warm, so warmth is essential.","Never give cow's or goat's milk; use a kitten milk replacer and ask your vet how much to give and how.","Kittens under about three weeks old need gentle stimulation under the tail to pee and poo.","Kittens can go downhill very fast; see a vet urgently if a kitten feels cold, is weak, will not suckle or has diarrhoea."]},"updated":"2026-09-25","urls":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/merawat-anak-kucing/","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/caring-for-orphaned-kittens/","markdown":{"id":"https://panduanhewan.org/id/kesehatan-hewan/merawat-anak-kucing/index.md","en":"https://panduanhewan.org/en/pet-health/caring-for-orphaned-kittens/index.md"}}}]}